Santri Husada Jadi Garda Terdepan, Dinkes Probolinggo Perkuat Fondasi Pesantren Sehat

Senin, 13 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat memperkuat benteng pertahanan kesehatan di lingkungan komunal. Melalui orientasi Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) yang digelar pada Senin (13/7/2026), pemerintah daerah resmi menggembleng kapasitas para santri husada, pendamping, pengasuh pondok pesantren, hingga petugas puskesmas.

Langkah taktis ini diambil sebagai strategi mendasar untuk menggeser paradigma kesehatan di pesantren, dari yang semula berfokus pada pengobatan (kuratif) menjadi penguatan pencegahan (promotif-preventif). Poskestren kini diproyeksikan bukan sekadar ruang rujukan medis minor, melainkan pusat navigasi budaya hidup bersih di lingkungan santri.

Sepanjang orientasi, para peserta tidak hanya dibekali teori dasar, melainkan peta taktis penanganan masalah kesehatan yang kerap mengancam wilayah padat hunian. Materi utama yang digulirkan meliputi,Penerapan nyata Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).Metode pencegahan penyakit menular kritis (TBC, DBD, dan HIV).Sistem deteksi dini melalui skrining kesehatan jiwa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tata kelola sanitasi dan kesehatan lingkungan berbasis pesantren.Lebih dari itu, santri husada diposisikan sebagai aktor intelektual kesehatan. Mereka didesain menjadi kader aktif yang memegang tanggung jawab besar: mengedukasi teman sebaya (peer educator), memberi teladan perilaku hidup sehat, sekaligus menjadi respons pertama dalam mengendus potensi penularan penyakit di pemukiman santri.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo, Sri Wahyu Utami, menegaskan bahwa orientasi interaktif yang memadukan diskusi dan studi kasus ini menjadi ruang krusial untuk melahirkan kemandirian pesantren.“Kegiatan orientasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas peserta agar mampu mengelola Poskestren secara optimal serta menjadi penggerak perilaku hidup sehat di lingkungan pondok pesantren,” ujar Sri Wahyu.

Ia juga menambahkan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada integrasi tiga pilar utama pelayanan di lapangan. “Melalui pembinaan ini diharapkan tercipta sinergi antara pondok pesantren, puskesmas, dan Dinas Kesehatan dalam mendukung terwujudnya pesantren sehat dan mandiri,” imbuhnya.

Dinkes memastikan kolaborasi narasumber dari tingkat kabupaten hingga tenaga medis puskesmas akan terus berjalan secara berkesinambungan. Dengan pendampingan yang ketat, peran santri husada diharapkan mampu menekan angka penyakit menular secara radikal, meningkatkan kesadaran psikologis santri, serta menjaga stabilitas kebersihan lingkungan.

“Melalui sinergi antara pondok pesantren, puskesmas, dan pemerintah daerah ini kami optimistis budaya hidup sehat dapat terus berkembang. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pesantren yang lebih sehat, aman, nyaman, dan mendukung terbentuknya generasi santri yang sehat, produktif, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan diri dan lingkungan,” pungkas Sri Wahyu.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Lampu Kuning Anggaran Probolinggo: Serapan Minim, Pemkab Minta Gas Pol Sebelum Akhir Tahun
Hari Santri di Pemkab Sumenep, Pesan Wabup Tak Hanya soal Iman, tetapi Juga Disiplin ASN
Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Lampu Kuning Anggaran Probolinggo: Serapan Minim, Pemkab Minta Gas Pol Sebelum Akhir Tahun

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Hari Santri di Pemkab Sumenep, Pesan Wabup Tak Hanya soal Iman, tetapi Juga Disiplin ASN

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Berita Terbaru