PROBOLINGGO— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan sekaligus memodernisasi ekosistem pasar tradisional. Upaya ini diwujudkan melalui kunjungan studi tata kelola retribusi pelayanan pasar ke Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun pada Kamis dan Jumat (9-10/7/2026).
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo, Fahmi AHZ, ini menyasar sistem elektronifikasi dan digitalisasi pasar yang sukses diterapkan di Kota Madiun. Kehadiran delegasi disambut hangat oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, Fransiskus Bagus Panuntun, beserta jajarannya.
Wabup Fahmi menegaskan, digitalisasi pasar bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan mendesak. Sistem ini diyakini menjadi solusi jitu untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan pelayanan yang lebih transparan dan akuntabel.”Kami ingin belajar karena pengelolaan pasar di Kota Madiun ini termasuk salah satu yang terbaik di Jawa Timur. Sistem elektronifikasi yang ada di sini sangat luar biasa,” ujar Wabup Fahmi di sela-sela kunjungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih jauh, Wabup Fahmi menekankan bahwa optimalisasi retribusi harus berbanding lurus dengan kesejahteraan pedagang dan kenyamanan konsumen. Ia ingin retribusi yang dipungut bermuara pada peningkatan fasilitas pasar yang bersih, nyaman, dan aman bagi aktivitas ekonomi.”Retribusi yang dibayarkan harus kembali dalam bentuk pelayanan. Harapannya ekonomi tumbuh, dan pasar kita semakin berdaya saing,” tegasnya.
Meski demikian, Fahmi menyadari bahwa penerapan sistem di Kabupaten Probolinggo memiliki tantangan tersendiri mengingat luasnya cakupan wilayah. Oleh karena itu, pihaknya akan mengambil langkah taktis dengan menerapkan pembenahan secara bertahap, dimulai dari pasar-pasar di sekitar ibu kota kabupaten.
Menanggapi kunjungan tersebut, Plt Wali Kota Madiun, Fransiskus Bagus Panuntun, menyambut baik kolaborasi antar daerah ini. Fransiskus memaparkan bahwa kunci keberhasilan Pemkot Madiun terletak pada penciptaan ekosistem pasar yang hidup melalui digitalisasi dan penataan kawasan yang kreatif.”Yang kami kejar bukan hanya retribusi, melainkan bagaimana ekosistem pasar itu hidup. Ketika pasar ramai dan masyarakat nyaman, maka roda perekonomian akan bergerak dengan sendirinya,” ungkap Fransiskus.
Dalam lawatan strategis ini, Wabup Fahmi didampingi oleh sejumlah pejabat teras Pemkab Probolinggo, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Sjaiful Efendi, Inspektur Imron Rosyadi, Kepala BPPKAD Kristiana Ruliani, serta Kepala DKUPP Sugeng Wiyanto.Studi ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni di atas kertas, melainkan mampu diimplementasikan secara nyata untuk mendorong modernisasi tata kelola pasar di Kabupaten Probolinggo.
Penulis : Moch Solihin







