Belajar ke Kota Madiun, Pemkab Probolinggo Tancap Gas Digitalisasi Pasar Tradisional

Jumat, 10 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto:
Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ bersama Plt Wali Kota Madiun Fransiskus Bagus Panuntun dan jajaran kedua pemerintah daerah berfoto bersama usai melakukan studi tata kelola retribusi pelayanan pasar serta digitalisasi pasar tradisional di Kota Madiun, Jumat (10/7/2026). Kunjungan ini menjadi langkah Pemkab Probolinggo mempercepat transformasi pengelolaan pasar yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.

Keterangan foto: Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ bersama Plt Wali Kota Madiun Fransiskus Bagus Panuntun dan jajaran kedua pemerintah daerah berfoto bersama usai melakukan studi tata kelola retribusi pelayanan pasar serta digitalisasi pasar tradisional di Kota Madiun, Jumat (10/7/2026). Kunjungan ini menjadi langkah Pemkab Probolinggo mempercepat transformasi pengelolaan pasar yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.

PROBOLINGGO— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan sekaligus memodernisasi ekosistem pasar tradisional. Upaya ini diwujudkan melalui kunjungan studi tata kelola retribusi pelayanan pasar ke Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun pada Kamis dan Jumat (9-10/7/2026).

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo, Fahmi AHZ, ini menyasar sistem elektronifikasi dan digitalisasi pasar yang sukses diterapkan di Kota Madiun. Kehadiran delegasi disambut hangat oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, Fransiskus Bagus Panuntun, beserta jajarannya.

Wabup Fahmi menegaskan, digitalisasi pasar bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan mendesak. Sistem ini diyakini menjadi solusi jitu untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan pelayanan yang lebih transparan dan akuntabel.”Kami ingin belajar karena pengelolaan pasar di Kota Madiun ini termasuk salah satu yang terbaik di Jawa Timur. Sistem elektronifikasi yang ada di sini sangat luar biasa,” ujar Wabup Fahmi di sela-sela kunjungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, Wabup Fahmi menekankan bahwa optimalisasi retribusi harus berbanding lurus dengan kesejahteraan pedagang dan kenyamanan konsumen. Ia ingin retribusi yang dipungut bermuara pada peningkatan fasilitas pasar yang bersih, nyaman, dan aman bagi aktivitas ekonomi.”Retribusi yang dibayarkan harus kembali dalam bentuk pelayanan. Harapannya ekonomi tumbuh, dan pasar kita semakin berdaya saing,” tegasnya.

Meski demikian, Fahmi menyadari bahwa penerapan sistem di Kabupaten Probolinggo memiliki tantangan tersendiri mengingat luasnya cakupan wilayah. Oleh karena itu, pihaknya akan mengambil langkah taktis dengan menerapkan pembenahan secara bertahap, dimulai dari pasar-pasar di sekitar ibu kota kabupaten.

Menanggapi kunjungan tersebut, Plt Wali Kota Madiun, Fransiskus Bagus Panuntun, menyambut baik kolaborasi antar daerah ini. Fransiskus memaparkan bahwa kunci keberhasilan Pemkot Madiun terletak pada penciptaan ekosistem pasar yang hidup melalui digitalisasi dan penataan kawasan yang kreatif.”Yang kami kejar bukan hanya retribusi, melainkan bagaimana ekosistem pasar itu hidup. Ketika pasar ramai dan masyarakat nyaman, maka roda perekonomian akan bergerak dengan sendirinya,” ungkap Fransiskus.

Dalam lawatan strategis ini, Wabup Fahmi didampingi oleh sejumlah pejabat teras Pemkab Probolinggo, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Sjaiful Efendi, Inspektur Imron Rosyadi, Kepala BPPKAD Kristiana Ruliani, serta Kepala DKUPP Sugeng Wiyanto.Studi ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni di atas kertas, melainkan mampu diimplementasikan secara nyata untuk mendorong modernisasi tata kelola pasar di Kabupaten Probolinggo.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Limbah Jadi Berkah: Mahasiswa KKN Posko 12 Universitas Wiraraja Sumenep Ajarkan Warga Kambingan Timur Ubah Sampah Organik Jadi Pupuk Cair
260 KDKMP di Blitar Rampung 100 Persen, Kodim 0808 Jadi yang Tercepat di Indonesia
Menahun Numpang di Eks Dispora Pemkab, Fasilitas SMKN 1 Dringu Memprihatinkan dan Tanpa Perbaikan
Hari Jadi Sumenep 2026 Makin Berwarna, Lomba Dayung Hidupkan Tradisi Bahari di Kangayan
Kangayan Jadi Panggung Tradisi Bahari, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Jaga Budaya Pesisir
Karhutla Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Wagub Jatim Tinjau Langsung Penanganan Darurat
Berburu PAD, Surat Sakti Dinas PUPR Kota Probolinggo Dinilai Salah Sasaran
Mbak Wali Buka Pasar Rakyat Kota Kediri 2026, Ruang UMKM Tumbuh dan Ekonomi Masyarakat Bergerak

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Limbah Jadi Berkah: Mahasiswa KKN Posko 12 Universitas Wiraraja Sumenep Ajarkan Warga Kambingan Timur Ubah Sampah Organik Jadi Pupuk Cair

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:25 WIB

260 KDKMP di Blitar Rampung 100 Persen, Kodim 0808 Jadi yang Tercepat di Indonesia

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:21 WIB

Menahun Numpang di Eks Dispora Pemkab, Fasilitas SMKN 1 Dringu Memprihatinkan dan Tanpa Perbaikan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Hari Jadi Sumenep 2026 Makin Berwarna, Lomba Dayung Hidupkan Tradisi Bahari di Kangayan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Kangayan Jadi Panggung Tradisi Bahari, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Jaga Budaya Pesisir

Berita Terbaru