Jagung, Tembakau hingga Hortikultura Jadi Andalan, Desa Matanair Tampil Sebagai Desa Agraris Produktif

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikzone.id – Siapa sangka, di balik hamparan perbukitan dan minimnya lahan basah, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, justru menjelma menjadi salah satu sentra pertanian produktif di Kabupaten Sumenep. Keterbatasan alam yang selama ini dianggap sebagai hambatan berhasil diubah menjadi kekuatan yang menopang perekonomian masyarakat.
Mayoritas warga Desa Matanair menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Dengan mengandalkan lahan tegalan yang subur serta penerapan sistem tumpang sari dan rotasi tanaman, para petani mampu menghasilkan berbagai komoditas unggulan, mulai dari cabai, mentimun, singkong, jagung, hingga tembakau lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Kepala Desa Matanair, Ahmad Rasyidi, mengatakan bahwa sektor pertanian menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat. Meski tidak memiliki lahan basah yang luas, produktivitas pertanian tetap tinggi berkat pengelolaan lahan yang baik dan pemanfaatan kondisi alam secara optimal.

Menurutnya, setiap musim memiliki komoditas andalan. Saat musim hujan, jagung menjadi tanaman pangan utama yang menopang kebutuhan masyarakat. Sementara pada musim kemarau, tembakau varietas lokal menjadi primadona karena memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain tanaman pangan, masyarakat juga mengembangkan berbagai komoditas hortikultura dan tanaman obat yang semakin memperkuat ketahanan ekonomi desa.

Desa Matanair tercatat memiliki lahan pertanian produktif sekitar 260 hingga 285 hektare, atau sekitar 85 hingga 90 persen dari total luas wilayah desa yang mencapai sekitar 315 hektare. Luasan tersebut menjadi modal besar bagi masyarakat untuk terus mengembangkan sektor agraris sebagai sumber penghidupan utama.

Keberhasilan Desa Matanair menunjukkan bahwa keterbatasan lahan basah bukanlah alasan untuk tertinggal. Dengan kerja keras petani, pengelolaan lahan yang tepat, serta dukungan pemerintah desa, kawasan perbukitan pun mampu melahirkan hasil pertanian yang melimpah dan menjadi penopang kesejahteraan masyarakat.

Kisah Desa Matanair menjadi bukti bahwa kekuatan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh banyaknya sumber air, tetapi juga oleh semangat, inovasi, dan kegigihan para petani dalam mengelola potensi alam yang dimiliki. Di tengah berbagai tantangan, desa ini terus menanam harapan, memanen hasil, dan membuktikan bahwa sektor agraris tetap menjadi fondasi penting pembangunan ekonomi pedesaan di Kabupaten Sumenep.

Penulis : Red

Berita Terkait

Bentengi Pangan, Ratusan Sampel Unggas di Probolinggo Diuji Deteksi Bakteri Mematikan
Sarat Khidmat, Dipertemukan dalam Indahnya Berbagi: Dinas Pertanian Probolinggo Santuni Anak Yatim di Momentum Muharam
Mbak Wali Ajak Duta GenRe dan Forum Anak Jadi Agen Perubahan bagi Generasi Muda
Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan
Berkaliber Dunia, Tembakau Paiton VO Probolinggo Bidik Sertifikat Emas Indikasi Geografis
Serahkan SK Kenaikan Pangkat, Mbak Wali Tekankan Pentingnya Komunikasi dan Kerja Sama ASN
Bukan Seberapa Sibuk, Pemkab Probolinggo Tegaskan Keberhasilan ASN Diukur dari Dampak Nyata
Kemarau Mulai Menggigit, Bupati Sumenep Gerak Cepat Tetapkan Status Siaga Kekeringan

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:08 WIB

Jagung, Tembakau hingga Hortikultura Jadi Andalan, Desa Matanair Tampil Sebagai Desa Agraris Produktif

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:25 WIB

Bentengi Pangan, Ratusan Sampel Unggas di Probolinggo Diuji Deteksi Bakteri Mematikan

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:45 WIB

Mbak Wali Ajak Duta GenRe dan Forum Anak Jadi Agen Perubahan bagi Generasi Muda

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:36 WIB

Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan

Senin, 6 Juli 2026 - 22:58 WIB

Berkaliber Dunia, Tembakau Paiton VO Probolinggo Bidik Sertifikat Emas Indikasi Geografis

Berita Terbaru