PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak terjebak dalam rutinitas kerja yang semu. ASN diminta menjadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, organisasi, dan keluarga.Pesan bernada reflektif tersebut ditegaskan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Yoelijanto, saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Probolinggo pada Senin (6/7/2026).
Di hadapan peserta apel, Anang mengkritik kecenderungan terjebak pada formalitas administratif. Menurutnya, indikator utama kesuksesan seorang pelayan publik bukanlah tingkat kesibukan aktivitas harian, melainkan besarnya dampak positif yang dihasilkan.“Seorang ASN ukurannya bukan seberapa sibuk kita bekerja, tetapi sejauh mana keberadaan kita memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, pimpinan, masyarakat hingga keluarga,” ujar Anang lugas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Anang juga mengajak para abdi negara untuk rutin melakukan evaluasi mandiri (refleksi) setiap akhir pekan. Langkah ini penting untuk memastikan kinerja yang dilakukan sepanjang minggu bukan sekadar menggugurkan kewajiban profesi.Lebih dari sekadar mengejar angka dalam penilaian kinerja formal, Pemkab Probolinggo mendorong penguatan aspek moral. Integritas, akhlak, dan keikhlasan dinilai sebagai pondasi utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima.
“Jangan hanya bekerja agar mendapat pujian atau pengakuan. Niatkan setiap pekerjaan sebagai ibadah. Ketika pekerjaan dilakukan dengan keikhlasan, maka manfaatnya akan dirasakan banyak orang,” tambah Anang.Menutup arahannya, Anang mengajak seluruh jajaran ASN Pemkab Probolinggo untuk menyatukan visi, meluruskan niat, dan memberikan kontribusi terbaik demi mendorong percepatan pembangunan Kabupaten Probolinggo yang lebih maju.







