SUMENEP, Detikzone.id – Di balik riuhnya aktivitas kota dan padatnya lalu lalang kendaraan, masih banyak tangan yang bekerja sejak matahari terbit hingga senja hanya untuk membawa pulang uang belasan hingga puluhan ribu rupiah. Mereka adalah para pejuang nafkah jalanan yang setiap hari mempertaruhkan tenaga demi memastikan keluarganya tetap bisa makan.
Melihat kenyataan itu, Detikzone.id kembali menyalakan semangat kemanusiaan. Memasuki hari ke-38 Program Sedekah Setiap Hari, media yang mengusung konsep Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim kembali turun langsung menyapa masyarakat kecil, merangkul para pencari nafkah jalanan, dan menyalurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian yang lahir dari hati.
Rabu (8/7/2026), perjalanan kemanusiaan itu kembali menyusuri sejumlah titik di Kabupaten Sumenep. Tidak ada karpet merah, tidak ada panggung megah, hanya langkah sederhana yang terus dijaga agar manfaat dapat dirasakan oleh mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantuan disalurkan kepada masyarakat yang menggantungkan hidup dari pekerjaan serabutan, mulai dari buruh harian, pedagang kecil, tukang becak, nelayan, penyandang disabilitas, lansia sebatang kara, anak yatim, hingga para pencari nafkah jalanan yang setiap hari berjuang tanpa kepastian penghasilan.
Setiap perjalanan selalu menghadirkan kisah yang menggugah hati. Ada seorang ayah yang sejak pagi berkeliling mencari pekerjaan, namun hingga sore belum membawa pulang rezeki. Ada ibu yang menjajakan dagangan dengan harapan dagangannya laku agar anak-anaknya bisa makan malam. Ada pula lansia yang tetap bekerja meski usia tak lagi muda karena tak ingin menjadi beban bagi siapa pun.
Semua kisah itu menjadi pengingat bahwa di balik hiruk-pikuk kehidupan, masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan bahwa perjalanan selama 38 hari berturut-turut semakin menguatkan keyakinannya bahwa jurnalisme harus hadir sebagai cahaya yang menerangi, bukan sekadar menyampaikan kabar.
“Kami ingin media ini bukan hanya dikenal karena berita yang ditulis, tetapi juga karena kepedulian yang terus dihidupkan. Ketika kami bertemu para pencari nafkah jalanan, kami sadar bahwa perjuangan mereka jauh lebih berat daripada yang mampu kami tuliskan. Karena itu, kami ingin hadir bukan hanya membawa kamera, tetapi juga membawa kepedulian,” ujarnya.
Menurutnya, Program Sedekah Setiap Hari bukanlah kegiatan seremonial ataupun pencitraan. Program tersebut lahir dari keyakinan bahwa setiap rezeki yang diterima sesungguhnya merupakan titipan Allah SWT yang harus dibagikan kepada mereka yang lebih membutuhkan.
“Kami tidak pernah merasa sebagai pemberi. Kami hanyalah perantara. Rezeki yang kami salurkan berasal dari Allah SWT melalui orang-orang baik yang mempercayakan sebagian hartanya kepada kami. Semoga setiap rupiah yang dibagikan menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat,” katanya.
Selama 38 hari tanpa jeda, Program Sedekah Setiap Hari telah menjangkau ratusan penerima manfaat dari berbagai kalangan. Mereka adalah anak yatim, kaum dhuafa, penyandang disabilitas, lansia, nelayan, pemulung, tukang becak, buruh harian, pedagang kecil, hingga masyarakat yang setiap hari berjuang mencari nafkah di jalanan.
Komitmen kemanusiaan Detikzone.id juga diwujudkan melalui berbagai program sosial lainnya, seperti santunan rutin anak yatim, bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, ambulans gratis, rumah singgah gratis bagi keluarga pasien, renovasi musala, bantuan rumah tidak layak huni (RTLH), penyaluran Al-Qur’an, pembagian sembako, bantuan semen, hingga bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Bahkan, pada akhir tahun nanti, Detikzone.id akan meresmikam rumah makan gratis bagi pencari nafkah jalanan dengan menu nasi kuning .
Jurnalis yang selalu berpenampian ala santri dengan kopiah hitamnya itu menyampaikan rasa syukur kepada seluruh keluarga besar Detikzone.id, dan orang orang baik yang terus memberikan doa, dukungan, serta kepercayaan sehingga Program Sedekah Setiap Hari dapat terus berjalan hingga hari ke-38.
“Program ini tidak mungkin berjalan sendirian. Saya tidak mampu menciptakan rezeki sendiri. Semua yang kami salurkan adalah rezeki yang Allah SWT titipkan melalui perantara banyak orang baik. Karena itu, setiap senyum yang lahir dari penerima manfaat sesungguhnya adalah kebahagiaan milik kita bersama,” tegasnya.
Ia memastikan, selama Allah SWT masih memberikan kesehatan, umur panjang, kesempatan, dan rezeki, Program Sedekah Setiap Hari akan terus dilanjutkan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Insyaallah kami akan terus istiqamah menjalankan Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim. Kami ingin membuktikan bahwa media bukan hanya tempat lahirnya berita, tetapi juga tempat tumbuhnya kasih sayang, kepedulian, dan harapan. Sebab, berita yang paling bernilai bukanlah yang paling viral, melainkan berita yang mampu menghapus air mata, menghadirkan senyum, meringankan beban hidup sesama, dan menjadi jalan menuju ridha Allah SWT.”
Di tengah derasnya arus informasi yang lebih sering mengejar sensasi, Detikzone.id memilih tetap berjalan di jalan kemanusiaan. Sebab, bagi media ini, jurnalisme sejati bukan hanya tentang menyampaikan fakta, tetapi juga menghadirkan aksi nyata yang mampu mengetuk hati manusia dan mengetuk pintu langit dengan doa-doa tulus dari mereka yang dibantu.
Karena sesungguhnya, sedekah yang diberikan dengan ikhlas tidak akan pernah mengurangi harta. Justru dari tangan-tangan sederhana yang saling berbagi itulah lahir keberkahan, menguatkan harapan, dan menjadi cahaya yang terus menyala bagi mereka yang sedang berjuang menjalani kehidupan.







