Tak Hanya Santuni 1.000 Anak Yatim, Dhuafa, dan Disabilitas serta Gelontorkan Bantuan Ratusan Juta, BIP Tanggung Biaya Kontrakan 3 Tahun Ibu Yuliatin yang Baru Ditinggal Wafat Suami, Founder: Kami Akan All In untuk Anak Yatim

Jumat, 10 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tak kuasa menahan air mata, Ibu Yuliatin menangis haru saat menerima bantuan dari BIP Foundation. Di tengah ujian hidup yang berat, kepedulian tersebut menjadi harapan baru bagi dirinya dan ketiga anaknya

Tak kuasa menahan air mata, Ibu Yuliatin menangis haru saat menerima bantuan dari BIP Foundation. Di tengah ujian hidup yang berat, kepedulian tersebut menjadi harapan baru bagi dirinya dan ketiga anaknya

MALANG, Jumat, 10 Juli 2026 – Hari pertama BIP Tour D’Jatim Part II menjelma menjadi lautan haru di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Di bulan Muharram yang penuh kemuliaan, Bani Insan Peduli (BIP) Foundation kembali membuktikan bahwa gerakan Fastabiqul Khairat bukan sekadar slogan, melainkan ikhtiar nyata menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan.

Dipimpin langsung Founder BIP Foundation, H. Ali Zainal Abidin, rombongan relawan disambut ribuan masyarakat yang sejak pagi memadati lokasi kegiatan. Sekitar 1.000 anak yatim, kaum dhuafa, dan penyandang disabilitas menerima santunan dalam kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan.

Pada hari pertama tersebut, BIP Foundation menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai ratusan juta rupiah. Selain santunan bagi anak yatim, dhuafa, dan penyandang disabilitas, juga diserahkan bantuan rehabilitasi madrasah sebesar Rp100 juta, bantuan satu unit laptop dan printer untuk operasional yayasan, serta ratusan tas sekolah bagi anak-anak agar semakin bersemangat menyambut tahun ajaran baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, di balik ribuan senyum yang tercipta, tersimpan satu kisah yang membuat suasana berubah menjadi sangat mengharukan.

Seorang ibu bernama Yuliatin datang dengan kondisi tubuh yang masih lemah setelah menjalani operasi. Cobaan hidup datang bertubi-tubi. Belum pulih dari sakit, ia harus menerima kenyataan pahit ditinggal wafat suaminya. Kini ia berjuang seorang diri membesarkan tiga anak di tengah himpitan ekonomi yang bahkan membuatnya tak mampu menjamin biaya kontrakan rumah tempat mereka berteduh.
Mendengar kisah tersebut, H. Ali Zainal Abidin tanpa ragu langsung mengambil keputusan yang membuat ribuan jamaah meneteskan air mata.

Di hadapan seluruh hadirin, ia menyatakan siap menanggung biaya kontrakan rumah Yuliatin selama tiga tahun, sekaligus memberikan santunan kepada ketiga anaknya agar tetap bisa melanjutkan pendidikan dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Tangis haru pun pecah. Yuliatin tak kuasa membendung air mata. Bantuan itu menjadi cahaya harapan di tengah ujian hidup yang seolah tak pernah berhenti.

Dalam sambutannya, H. Ali Zainal Abidin menegaskan bahwa bulan Muharram merupakan bulan yang sangat dimuliakan Allah SWT dan menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak amal saleh, khususnya memuliakan anak yatim.

“Kalau sudah berbicara tentang anak yatim, BIP selalu all in. Kami tidak pernah menghitung berapa yang harus dikeluarkan. Selama Allah SWT masih memberikan rezeki dan kemampuan, Insya Allah kami akan terus bersama anak-anak yatim. Mereka adalah amanah Allah yang harus kita muliakan,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa Muharram menyimpan banyak peristiwa besar dalam sejarah para nabi sebagai bukti kebesaran Allah SWT.

“Dalam berbagai riwayat disebutkan banyak peristiwa agung terjadi di bulan Muharram. Nabi Yusuf AS memperoleh pertolongan Allah setelah keluar dari penjara. Nabi Isa AS diangkat oleh Allah. Berbagai pertolongan dan kemenangan yang Allah berikan kepada para nabi menjadi pengingat bahwa Muharram adalah bulan penuh keberkahan dan kasih sayang Allah. Karena itu mari kita isi bulan ini dengan memperbanyak amal kebaikan,” ujarnya.

Menurutnya, Islam memberikan perhatian yang sangat besar kepada anak yatim. Bahkan Allah SWT dan Rasulullah SAW memberikan peringatan keras kepada siapa pun yang mengabaikan mereka.

“Bagi BIP, siapa pun yang tidak peduli kepada anak yatim sejatinya sedang mempertaruhkan nilai agamanya. Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa orang yang menghardik dan tidak peduli kepada anak yatim termasuk pendusta agama. Karena itu memuliakan mereka bukan sekadar pilihan, tetapi kewajiban moral dan ibadah,” tuturnya.

Karena itulah, santunan anak yatim menjadi salah satu program utama BIP Foundation yang dijalankan sepanjang tahun, bukan hanya pada bulan Muharram.

“Di BIP Foundation, santunan anak yatim bukan kegiatan musiman. Muharram hanya membuat skalanya lebih besar. Di bulan-bulan lain kami tetap bergerak karena kami ingin kebahagiaan anak-anak yatim tidak hanya hadir setahun sekali,” katanya.

Pada kesempatan itu, H. Ali Zainal Abidin juga memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar gerakan kemanusiaan yang dibangun BIP Foundation tetap istiqamah.

“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia. Doakan BIP Foundation agar selalu diberi keikhlasan, kesehatan, umur yang penuh keberkahan, serta rezeki yang halal sehingga kami terus mampu menggelar kegiatan sosial secara masif melalui gerakan Fastabiqul Khairat. Semoga semakin banyak anak yatim yang tersenyum, semakin banyak kaum dhuafa yang terbantu, semakin banyak madrasah, masjid, pesantren, dan yayasan yang merasakan manfaatnya,” ucapnya.

Hari pertama BIP Tour D’Jatim Part II menjadi bukti bahwa setiap langkah perjalanan BIP bukan sekadar agenda seremonial, melainkan benar-benar menghadirkan solusi dan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pada hari kedua, Sabtu (11/7/2026), rombongan BIP Foundation dijadwalkan melanjutkan safari kemanusiaan ke Kabupaten Kediri untuk melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Umar Syarif di lingkungan Pondok Pesantren Rimba Wonoagung, disertai santunan besar-besaran bagi masyarakat dan para santri.

Sebelum BIP Tour D’Jatim Part II digelar, BIP Foundation lebih dahulu mengadakan Gebyar Fastabiqul Khairat di Kabupaten Sumenep. Momentum yang semula merupakan resepsi pernikahan Ratu dan Firas, keponakan Founder BIP Foundation, yang dipadukan dengan ulang tahun sang istri, Fitria, disulap menjadi panggung besar kepedulian sosial.

Dalam kegiatan tersebut, ribuan anak yatim dan kaum dhuafa menerima santunan, paket sembako, hadiah uang tunai, hingga pengundian tiga paket umrah gratis.
Tak hanya itu, BIP Foundation juga telah meresmikan rumah layak huni bagi keluarga penyandang disabilitas, membangun sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, memberikan santunan kepada lansia dan penyandang disabilitas, membagikan ribuan seragam sekolah bagi anak yatim dan dhuafa, serta menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan di sejumlah daerah.

Jejak pengabdian BIP Foundation bahkan telah menjangkau berbagai wilayah di Jawa Timur. Melalui BIP Tour sebelumnya di Kabupaten Lamongan, lembaga tersebut menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp1 miliar, mulai dari pembangunan masjid, pengadaan ambulans, bantuan ternak produktif, penguatan aset yayasan, hingga pemberdayaan penyintas ODGJ yang telah pulih.

Bagi H. Ali Zainal Abidin, kebahagiaan sejati bukanlah ketika harta berhasil dikumpulkan, melainkan ketika harta itu mampu menghapus air mata, menghidupkan harapan, dan menghadirkan senyum bagi mereka yang sedang berada dalam kesulitan. Itulah semangat Fastabiqul Khairat yang terus dijaga BIP Foundation—berlomba-lomba dalam kebaikan, bergerak tanpa henti, dan menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi umat.

 

Penulis : Red

Berita Terkait

Perkuat Sinergi dengan Pemerintah, Pengurus Mabiran dan Kwarran Sangkapura Kabupaten Gresik Resmi Dilantik
40 Hari Tanpa Jeda Berbagi, Detikzone.id Kembali Bahagiakan Anak Yatim Sumenep di Bulan Muharram, Bukti Media yang Menjadikan Kemanusiaan sebagai Prioritas
Peradi Profesional Cetak Rekor MURI, Dr. Tasrif M. Saleh: Karya Anak Bangsa yang Diprakarsai Prof. Harris Arthur Haedar
Kepala Anak Kucing Tersangkut di Cor Beton, Aksi Heroik Tim Damkar Berhasil Selamatkan Si Meong
Kebaikan BIP Tak Mengenal Batas, Founder Salurkan Rp100 Juta untuk Yayasan Anak Yatim di Yogyakarta, Bon Ali: Doa Mereka Selalu Menyertai H. Ali Zainal Abidin dan Keluarganya
Cetak Santri Berkarakter dan Cinta NKRI, Ponpes Al-Islamiyah Pakondang Sumenep Gandeng Yonif TP 931/Ksatria Jokotole Gelar Kemah HIMMAH ke-51
Saat Banyak Pejabat Diam, Detikzone.id Istiqamah Berdakwah Lewat Aksi Kemanusiaan, Hari ke-39 Kembali Menyasar Kaum Dhuafa
Owner CV Ayunda Permata Sejahtera H. Bambang Budianto Dukung Seminar FL2MI Korda Madura, Soroti Keadilan bagi Petani Tembakau, Garam dan Migas

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:43 WIB

Tak Hanya Santuni 1.000 Anak Yatim, Dhuafa, dan Disabilitas serta Gelontorkan Bantuan Ratusan Juta, BIP Tanggung Biaya Kontrakan 3 Tahun Ibu Yuliatin yang Baru Ditinggal Wafat Suami, Founder: Kami Akan All In untuk Anak Yatim

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:07 WIB

Perkuat Sinergi dengan Pemerintah, Pengurus Mabiran dan Kwarran Sangkapura Kabupaten Gresik Resmi Dilantik

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:55 WIB

40 Hari Tanpa Jeda Berbagi, Detikzone.id Kembali Bahagiakan Anak Yatim Sumenep di Bulan Muharram, Bukti Media yang Menjadikan Kemanusiaan sebagai Prioritas

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:13 WIB

Peradi Profesional Cetak Rekor MURI, Dr. Tasrif M. Saleh: Karya Anak Bangsa yang Diprakarsai Prof. Harris Arthur Haedar

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:11 WIB

Kepala Anak Kucing Tersangkut di Cor Beton, Aksi Heroik Tim Damkar Berhasil Selamatkan Si Meong

Berita Terbaru