SUMENEP, Detikzone.id – Komitmen mencetak generasi muda yang religius, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan terus diperkuat Yayasan Pondok Pesantren Al-Islamiyah Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep. Melalui kolaborasi bersama Yonif TP 931/Ksatria Jokotole (KJ), pesantren tersebut menggelar Kemah Haflatul Imtihan Madrasah Al-Islamiyah (HIMMAH) ke-51, yang diikuti ratusan santri dari berbagai jenjang pendidikan.
Kegiatan tahunan yang menjadi program unggulan pesantren itu tidak sekadar menjadi ajang kepramukaan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter santri melalui pembinaan kepemimpinan, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Sebanyak 50 personel Yonif TP 931/KJ diterjunkan untuk memberikan berbagai materi pembinaan kepada para peserta. Kehadiran prajurit TNI disambut antusias oleh ratusan santri yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Komandan Yonif TP 931/Ksatria Jokotole, Mayor Inf. Aditya Danang Putranto, S.S.T.HAN., M.I.P., menegaskan bahwa pembentukan karakter generasi muda harus dimulai sejak dini melalui penanaman nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Menurutnya, kepemimpinan tidak lahir secara instan, melainkan ditempa melalui proses panjang yang dipenuhi kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, serta semangat belajar dan mengabdi.
“TNI tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membina generasi penerus bangsa. Sinergi dengan dunia pendidikan, khususnya pondok pesantren, merupakan langkah strategis mencetak generasi yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan memiliki semangat persatuan,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, Komandan Yonif TP 931/KJ bersama jajaran juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada peserta kemah sebagai dukungan terhadap program pembinaan karakter yang selama ini konsisten dijalankan Pondok Pesantren Al-Islamiyah.
Sementara itu, Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Al-Islamiyah, KH. Ali Jufri Hisyam atau yang akrab disapa Kanjeng Toan, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata Yonif TP 931/KJ dalam membina para santri.
Menurutnya, kolaborasi antara pesantren dan TNI menjadi sinergi yang sangat positif untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan pengetahuan, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, disiplin, kepedulian sosial, serta semangat kebangsaan.
“Kami ingin melahirkan santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh, mandiri, mampu bekerja sama, peduli terhadap sesama, serta siap menghadapi tantangan zaman. Karena itu kami menghadirkan berbagai pihak, termasuk TNI, agar para santri memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas dan aplikatif,” tuturnya.
Ia berharap sinergi antara Ponpes Al-Islamiyah dan Yonif TP 931/Ksatria Jokotole terus berlanjut sebagai bagian dari ikhtiar bersama mencetak generasi penerus bangsa yang berintegritas, berakhlakul karimah, cinta NKRI, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Kemah HIMMAH ke-51 sendiri diikuti ratusan peserta dari seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Al-Islamiyah. Selama kegiatan berlangsung, para santri mengikuti berbagai agenda, mulai dari pelatihan kepemimpinan, pembinaan karakter, edukasi sosial, permainan edukatif hingga kegiatan kepramukaan yang bertujuan menumbuhkan kemandirian, kebersamaan, dan semangat pengabdian. Dengan kolaborasi ini, diharapkan lahir generasi santri yang religius, disiplin, berjiwa nasionalis, dan siap menjadi pemimpin masa depan.







