Air Mata dan Peluh Srikandi Damkar Pemalang Selamatkan Pondok Pesantren Dari Musibah Kebakaran

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang – Siang itu, suasana Pondok Pesantren Al-Manaar Muhammadiyah Pemalang mendadak mencekam. Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari salah satu sudut kompleks asrama.

Di tengah kepanikan para santri yang berhamburan menyelamatkan diri, datang satu regu bantuan yang memecah ketegangan, Tim Srikandi Pemadam Kebakaran dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pemalang.

Dengan sigap dan tanpa ragu, para srikandi berseragam lapangan lengkap tersebut melompat turun dari armada mobil merah. Beban selang bertekanan tinggi yang biasanya identik dengan kekuatan fisik pria, ditarik dan diarahkan dengan tangkas menuju pusat kobaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Teriakan instruksi tegas terdengar saling bersahutan di antara deru mesin pompa.
Di bawah terik matahari, peluh bercampur keringat dan debu arang tidak menyurutkan langkah mereka. Langkah demi langkah mereka tempuh, menerobos dinding-dinding panas untuk melokalisasi api agar tidak merembet ke gedung asrama lainnya. Keberanian ini sekaligus mematahkan stigma bahwa profesi pemadam kebakaran hanya didominasi oleh kaum adam.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Pemalang Nurokhman, saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, pada Kamis ( 9/7 ) mengatakan bahwa kejadian kebakaran pada Selasa ( 7/7;) siang kemarin dan para Srikandi ( petugas damkar perempuan) yang diterjunkan ada 4 Personil,

“Damkar mengirimkan 2 unit dari pos induk pos Pemalang dan 1 unit mobil water supply kodim yang baru,” tutur Nurokhman,

Dirinya menambahkan bahwa Insiden kebakaran di Pondok pesantren Al manar,senin kemarin tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,

“Tidak ada korban jiwa,kerugian diperkirakan kurang lebih 500 juta dan 4 Personil Srikandi damkar diterjunkan guna membantu petugas yang sudah ada, secara tupoksi dan uraian jabatan sama dengan petugas damkar pria, Hanya praktek lapangan, pihak damkar pria yang lebih menonjol , mengingat perbedaan kondisi fisik mereka,” tutupnya.

Sementara itu menurut, Petugas Damkar perempuan atau Srikandi Jenni Liliana ( 20 ) menjadi petugas Damkar bagi perempuan penuh tantangan dan harus ekstra hati-hati dalam setiap kali penanganan musibah kebakaran.

“Kesannya jadi petugas Damkar perempuan asik dan ada rasa panik serta iba tentunya dengan korban kebakaran, terutama yang barusan terjadi pada hari Selasa kemarin, Karena yang terbakar kan asrama santri. Untungnya para santri sedang libur jadi lebih kondusif, Alhamdulillah dengan respon cepat kami sebagai petugas pemadam kebakaran dengan dibantu berbagai pihak akhirnya api dapat dipadamkan meskipun tentunya banyak duka di dalamnya.,” tuturnya sedih.

Setelah berjibaku melawan si jago merah, kobaran api utama akhirnya berhasil ditaklukkan. Namun, tugas tim damkar perempuan ini belum usai. Mereka melanjutkan misi dengan melakukan proses pendinginan (cooling down) secara menyeluruh di sela-sela puing bangunan yang hangus.

Para srikandi ini dengan teliti menyemprotkan air ke bara api yang masih tersembunyi guna memastikan potensi kebakaran susulan benar-benar nihil. Tidak hanya berfokus pada pemadaman, mereka juga memberikan rasa aman dan menenangkan para santri yang masih terlihat trauma atas insiden tersebut.

Kehadiran regu damkar perempuan ini menjadi bukti nyata emansipasi dan dedikasi yang luar biasa dalam melayani masyarakat. Ketangkasan dan keberanian mereka membuktikan bahwa dengan panggilan jiwa kemanusiaan yang tinggi, setiap individu mampu menjadi pahlawan garda terdepan dalam menyelamatkan nyawa dan harta benda di Kabupaten Pemalang.( Ragil).

Berita Terkait

Pesta Rakyat Tiada Henti, Mengintip Meriahnya Suasana Malam di Citywalk Pemalang
Penandatanganan Nota Kesepakatan Kanwil Ditjepas Dengan Pemkot Pekalongan Dihadiri Karutan Pemalang
Nobar Piala Dunia 2026, Kodim 0210/TU Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Semangat Kebersamaan
Mencetak Pemimpin Masa Depan: BKPSDM Probolinggo Ubah Birokrasi Lewat Budaya Coaching
Pemkab Sumenep Gandeng Baznas Percepat Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, 66 Unit Tuntas
Dihantam Musim PPDB dan Bulan Suro, Omzet Pedagang Pasar Bojongbata Pemalang Anjlok Drastis
BPI KPNPA RI Ungkap Dugaan Pengadaan Tak Kompetitif di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, APH Diminta Turun Tangan
Usai Seharian Penuh Menebar Manfaat Resmikan Rumah Disabilitas, Sumur Bor dan Bagikan Ribuan Seragam, H. Ali Zainal Abidin Ajak Relawan BIP Berbahagia Lewat Gambusan

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:43 WIB

Air Mata dan Peluh Srikandi Damkar Pemalang Selamatkan Pondok Pesantren Dari Musibah Kebakaran

Kamis, 9 Juli 2026 - 02:21 WIB

Pesta Rakyat Tiada Henti, Mengintip Meriahnya Suasana Malam di Citywalk Pemalang

Kamis, 9 Juli 2026 - 02:18 WIB

Penandatanganan Nota Kesepakatan Kanwil Ditjepas Dengan Pemkot Pekalongan Dihadiri Karutan Pemalang

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:28 WIB

Nobar Piala Dunia 2026, Kodim 0210/TU Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Semangat Kebersamaan

Senin, 6 Juli 2026 - 22:23 WIB

Mencetak Pemimpin Masa Depan: BKPSDM Probolinggo Ubah Birokrasi Lewat Budaya Coaching

Berita Terbaru