PEMALANG, detikzone.id – Suasana Pasar Bojongbata, Kabupaten Pemalang, tampak berbeda dari biasanya pada Minggu (5/7/2026). Lorong-lorong pasar yang umumnya dipadati pembeli dan dipenuhi aktivitas tawar-menawar, kini terlihat lengang. Banyak pedagang hanya duduk menunggu pelanggan yang tak kunjung datang.
Kondisi ini menjadi fenomena tahunan yang kembali dirasakan para pedagang. Namun, tahun ini mereka mengaku penurunan omzet jauh lebih terasa karena bertepatan dengan musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan datangnya Bulan Suro dalam penanggalan Jawa.
Mayoritas masyarakat saat ini lebih memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan pendidikan anak, mulai dari biaya daftar ulang, pembelian seragam, hingga perlengkapan sekolah. Akibatnya, belanja kebutuhan di luar kebutuhan pokok mengalami penurunan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Boro-boro mau beli baju atau perabotan baru, uang yang ada sudah habis buat bayar daftar ulang sekolah anak dan beli seragam. Harus pintar-pintar menghemat pengeluaran,” ujar Lastri (40), seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja kebutuhan pokok di Pasar Bojongbata.
Tak hanya itu, memasuki Bulan Suro juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Dalam tradisi masyarakat Jawa, bulan tersebut kerap dihindari untuk menggelar hajatan seperti pernikahan, khitanan, maupun pindah rumah.
Akibatnya, permintaan berbagai kebutuhan hajatan, mulai dari sembako, pakaian, bahan bangunan, hingga suvenir, mengalami penurunan yang cukup signifikan.
“Kalau Suro memang biasanya orang Jawa tidak berani mengadakan hajatan atau pindahan rumah. Ditambah lagi sekarang musim anak masuk sekolah. Omzet saya anjlok dibandingkan bulan-bulan biasa karena memang sepi pembeli,” ungkap Dion, salah seorang pedagang sembako di Pasar Bojongbata.
Kondisi tersebut membuat para pedagang harus memutar otak agar tetap bisa bertahan. Sebagian mulai menawarkan dagangannya secara langsung ke permukiman warga, sementara lainnya mencoba memanfaatkan pemasaran melalui media sosial dan platform daring untuk menjangkau lebih banyak konsumen.
Meski menghadapi kondisi yang sulit, para pedagang berharap daya beli masyarakat segera pulih setelah masa PPDB berakhir dan Bulan Suro berlalu. Mereka optimistis aktivitas jual beli di pasar tradisional akan kembali bergairah sehingga roda perekonomian masyarakat dapat kembali bergerak normal.







