SUMENEP – Suasana religius dan penuh khidmat menyelimuti kegiatan Pengajian Umum dan Khotmil Qur’an santri-santriwati MDT Al-Khoiron Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget. Acara yang dihadiri ratusan wali santri, tokoh masyarakat, dan warga setempat itu semakin istimewa dengan kehadiran Kepala Desa Pinggirpapas sekaligus Ketua PKDI Kabupaten Sumenep, H. Ubaid Abdul Hayat dan juga Camat Kalianget Hakiki Firmansyah.
Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni penutupan pembelajaran Al-Qur’an, melainkan menjadi momentum syukur atas lahirnya generasi muda yang telah menuntaskan pembelajaran kitab suci dan siap menjadi penerang di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, H. Ubaid Abdul Hayat menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para ustaz, ustazah, pengurus lembaga, serta orang tua santri yang telah berjuang mendidik anak-anak agar mencintai Al-Qur’an sejak usia dini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, keberhasilan para santri menyelesaikan pendidikan Al-Qur’an merupakan kebanggaan besar bagi keluarga maupun masyarakat Desa Pinggirpapas.
“Khotmil Qur’an ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal untuk terus menjaga dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak yang hari ini diwisuda adalah aset berharga bagi masa depan umat dan bangsa,” ujar H. Ubaid Abdul Hayat.
Ia menegaskan bahwa di tengah derasnya perkembangan teknologi dan pengaruh globalisasi, pendidikan agama harus menjadi pondasi utama agar generasi muda tidak kehilangan arah dan jati dirinya.
Menurutnya, kemajuan zaman harus diimbangi dengan kekuatan iman dan akhlak sehingga lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.
“Kita boleh maju dalam pendidikan dan teknologi, tetapi jangan pernah meninggalkan Al-Qur’an. Sebab Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang akan menjaga anak-anak kita dari berbagai pengaruh negatif yang semakin kompleks,” tegasnya.
Ketua PKDI Sumenep itu juga mengajak seluruh orang tua agar terus memberikan pendampingan kepada anak-anaknya setelah khatam Al-Qur’an. Ia menilai keberhasilan pendidikan agama tidak cukup hanya di lembaga pendidikan, melainkan harus diperkuat melalui pembiasaan di lingkungan keluarga.
Lebih lanjut, H. Ubaid menyampaikan harapannya agar MDT Al-Khoiron terus berkembang dan melahirkan generasi-generasi Qurani yang mampu membawa nama baik desa serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Saya berharap para santri yang hari ini khatam Al-Qur’an terus belajar, terus mengaji, dan kelak menjadi generasi yang membanggakan orang tua, agama, dan bangsa. Semoga MDT Al-Khoiron semakin maju dan terus melahirkan anak-anak saleh dan salehah yang membawa keberkahan bagi Desa Pinggirpapas,” harapnya.
Sementara itu, Camat Kalianget Hakiki Firmansyah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pengajian Umum dan Khotmil Qur’an MDT Al-Khoiron.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang religius, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh santri-santriwati yang telah menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an. Ini adalah capaian yang patut disyukuri dan dibanggakan. Semoga ilmu yang diperoleh tidak berhenti di sini, tetapi terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Camat juga menegaskan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan keagamaan, pemerintah desa, tokoh agama, dan para orang tua harus terus diperkuat demi mencetak generasi Qurani yang mampu menjadi penerus bangsa yang beriman, cerdas, dan berakhlakul karimah.
“Kami berharap MDT Al-Khoiron terus berkembang dan menjadi salah satu lembaga yang melahirkan generasi penerus yang tidak hanya kuat dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keislaman. Karena dari pendidikan agama inilah lahir pondasi karakter yang kuat untuk menghadapi masa depan,” tegasnya.
Acara berlangsung penuh haru dan khidmat. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan para santri menggema di lokasi kegiatan, disambut rasa bangga para orang tua yang menyaksikan putra-putri mereka berhasil menuntaskan pendidikan Al-Qur’an.
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen masyarakat Desa Pinggirpapas dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus membangun generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Khotmil Qur’an yang berlangsung penuh khidmat tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan simbol lahirnya harapan baru bagi Desa Pinggirpapas. Dari tangan para santri inilah diharapkan tumbuh generasi penerus yang cerdas, religius, dan mampu membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa.
Penulis : Red








