Tajamara Perlu Dibangunkan! Jangan Biarkan Ikon Kuliner Sumenep Setengah Hidup

Senin, 23 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana hening di Tajamara, ikon kuliner Sumenep yang belum optimal

Suasana hening di Tajamara, ikon kuliner Sumenep yang belum optimal

SUMENEP, Senin, 23/3/2026– Nama Taman Jajanan Masyarakat (Tajamara) yang berlokasi strategis di pusat kota selama ini dielu-elukan sebagai ikon wisata kuliner di Kabupaten Sumenep. Namun di balik predikat tersebut, realita di lapangan justru menghadirkan ironi yang sulit diabaikan.


Sebagai kawasan yang dibangun dengan harapan besar menjadi pusat keramaian sekaligus penggerak ekonomi masyarakat, Tajamara seharusnya mampu hidup sepanjang waktu. Sayangnya, kondisi yang terlihat saat ini masih jauh dari harapan.


Berdasarkan pantauan di lokasi, hingga H+3 Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026, yang seharusnya menjadi momentum puncak aktivitas masyarakat, kawasan Taman Tajamara justru tampak lengang pada pagi hingga sore hari.
Nyaris tidak terlihat aktivitas berarti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kawasan yang digadang-gadang sebagai pusat kuliner itu seolah kehilangan denyut kehidupan di waktu-waktu strategis.


Aktivitas baru mulai terlihat ketika sore menjelang malam. Pedagang perlahan membuka lapak, lampu-lampu mulai menyala, dan pengunjung mulai berdatangan. Namun kondisi ini memunculkan kritik mengapa Tajamara hanya hidup setengah hari, sementara potensi pagi hingga siang hari dibiarkan tidak tergarap?
Padahal, jika dikelola secara optimal, Tajamara memiliki peluang besar menjadi ruang publik yang aktif sejak pagi.

Deretan kuliner sarapan khas, aktivitas masyarakat yang berolahraga lalu singgah menikmati hidangan, hingga wisatawan yang menghabiskan waktu santai sejak pagi hari, merupakan potensi nyata yang seharusnya bisa diwujudkan.

Kondisi ini pun memicu kritik terhadap pola pengelolaan yang dinilai stagnan. Tajamara terkesan hanya berjalan “apa adanya”, tanpa inovasi yang mampu menghidupkan kawasan secara menyeluruh. Padahal, sebagai ikon daerah, Tajamara semestinya menjadi wajah kemajuan, bukan sekadar tempat yang ramai di waktu tertentu saja.


Dorongan kepada dinas terkait pun semakin menguat. Inovasi kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Pengelolaan berbasis waktu penuh, dari pagi hingga malam, dinilai sebagai langkah konkret untuk mengoptimalkan potensi yang ada.

“Jangan hanya ramai saat sore. Kalau ingin serius menjadikan Tajamara sebagai ikon wisata kuliner, maka harus hidup dari pagi hingga malam,” menjadi suara yang kini berkembang di tengah masyarakat.


Lebih dari itu, Tajamara tidak hanya berbicara tentang tempat berkumpul, tetapi juga menyangkut potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jika dikelola secara maksimal, perputaran ekonomi bisa berlangsung sepanjang hari, memberikan keuntungan bagi pedagang, kenyamanan bagi pengunjung, serta manfaat nyata bagi daerah.

Namun jika kondisi ini terus dibiarkan, kekhawatiran pun muncul. Tajamara berpotensi berubah menjadi monumen kegagalan tata kelola ruang publik, megah dalam konsep, namun lemah dalam pelaksanaan.

Kini, semuanya kembali pada keseriusan pemerintah daerah. Apakah Tajamara akan benar-benar dihidupkan sebagai kebanggaan Sumenep dan pusat ekonomi baru ataukah dibiarkan berjalan setengah hati, menjadi simbol potensi yang terabaikan.

 

Berita Terkait

Cari Tempat Nongkrong di Sumenep? M Cafe Hadir dengan Nuansa Estetik yang Bikin Pengunjung Betah
Yuk, Buruan Belanja di Toko Emas Central 88 Pamekasan, Investasi Dunia Akhirat! Membeli = Berbagi, Berpeluang Raih Paket Umrah Gratis
Dari ASN hingga Pimpinan Perusahaan, Arinna Resto Jadi Magnet Kuliner Sumenep dari Siang sampai Malam
Ratusan Karyawan CV Ayunda Pamekasan Kantongi BLT DBHCHT Rp600 Ribu, H. Bambang: Semoga Berkah dan Bermanfaat
Panen 5.400 Semangka Golden di Lapas Pamekasan, Program Ayunda Sejahtera Dorong Warga Binaan Mandiri
Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?
Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya
Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Cari Tempat Nongkrong di Sumenep? M Cafe Hadir dengan Nuansa Estetik yang Bikin Pengunjung Betah

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Yuk, Buruan Belanja di Toko Emas Central 88 Pamekasan, Investasi Dunia Akhirat! Membeli = Berbagi, Berpeluang Raih Paket Umrah Gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Dari ASN hingga Pimpinan Perusahaan, Arinna Resto Jadi Magnet Kuliner Sumenep dari Siang sampai Malam

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Ratusan Karyawan CV Ayunda Pamekasan Kantongi BLT DBHCHT Rp600 Ribu, H. Bambang: Semoga Berkah dan Bermanfaat

Selasa, 15 September 2026 - 12:09 WIB

Panen 5.400 Semangka Golden di Lapas Pamekasan, Program Ayunda Sejahtera Dorong Warga Binaan Mandiri

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB