Kooperatif saat Klarifikasi di KPK, Pengusaha Tembakau Pamekasan Haji Her Pastikan Tak Punya Kaitan dengan Kasus Cukai

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Haji Her usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Ia menegaskan tidak memiliki kaitan dengan tersangka kasus cukai.

Haji Her usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Ia menegaskan tidak memiliki kaitan dengan tersangka kasus cukai.

JAKARTA – Pengusaha tembakau asal Pamekasan, Madura, H. Khairul Umam atau yang dikenal sebagai Haji Her, menunjukkan sikap kooperatif saat memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (9/4/2026).

Ia menegaskan tidak memiliki kaitan dengan para tersangka dalam kasus dugaan korupsi cukai di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

Baca Juga : Hadiri Undangan Presiden, Haji Her Pamekasan Apresiasi Komitmen Prabowo Jaga Keutuhan Bangsa

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Haji Her menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tiga jam, sejak pukul 12.50 WIB hingga 16.40 WIB. Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mendalami sejumlah hal, termasuk relasi dengan pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Ditanya apakah saya kenal dengan para tersangka, dan saya jawab tidak kenal,” ujar Haji Her kepada wartawan usai pemeriksaan.

Ia menegaskan bahwa kehadirannya dalam pemeriksaan tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap proses hukum, sekaligus untuk memberikan klarifikasi atas sejumlah pertanyaan yang diajukan penyidik.

Sebagai CEO PT Bawang Mas Group, Haji Her dikenal sebagai salah satu pengusaha tembakau lokal yang berkembang dari Madura. Namanya kerap disebut dalam industri rokok, namun hingga saat ini tidak ada indikasi keterlibatan langsung dirinya dalam perkara yang tengah ditangani KPK.

Kasus yang sedang didalami KPK berkaitan dengan dugaan praktik suap dalam pengurusan cukai rokok di lingkungan DJBC.

Penyidik menduga adanya modus pembelian pita cukai dengan tarif lebih rendah dalam jumlah besar, yang tidak sesuai dengan klasifikasi produksi industri.

Dalam proses penyelidikan, KPK turut memanggil sejumlah pengusaha rokok dari berbagai daerah, khususnya Jawa Timur dan Jawa Tengah, guna mendalami alur dan mekanisme yang terjadi dalam praktik tersebut.

Kasus ini mencuat setelah KPK menetapkan sejumlah pejabat dan pihak swasta sebagai tersangka, termasuk Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 DJBC, Budiman Bayu Prasojo.

Selain itu, beberapa pihak lain juga telah lebih dulu diamankan dalam operasi tangkap tangan terkait dugaan suap dan gratifikasi di sektor kepabeanan.

Meski demikian, posisi Haji Her dalam perkara ini masih sebatas saksi. Sikap kooperatif yang ditunjukkan dalam memenuhi panggilan KPK dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penegakan hukum dan transparansi.
Dengan klarifikasi yang disampaikan, Haji Her berharap tidak ada kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait keterlibatan dirinya dalam kasus tersebut.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar
LSM RATU Akan Demo Soal Perizinan Soto Mantenan, Kuasa Hukum Tegaskan Izin Usaha Lengkap dan Taat Pajak
PH Soto Mantenan Buka Suara Terkait Somasi Merek, Perizinan Usaha, hingga Keberatan Pemberitaan
Tertipu Pengacara Gadungan, Wanita asal Jombang Rugi Rp97,5 Juta dan Lapor Polisi
LSM RATU Soroti Legalitas PBG dan SLF Soto Mantenan Kediri, Netizen Merekat Sorotan Merek
Gagal Nyalip, Truk Hantam Pemotor Asal Sumenep Wail Hingga Tewas di Jalur Bojonegoro-Babat
Polsek Kangean Ungkap Dugaan Pencabulan Anak di Arjasa, Pria 43 Tahun Diamankan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:05 WIB

LSM RATU Akan Demo Soal Perizinan Soto Mantenan, Kuasa Hukum Tegaskan Izin Usaha Lengkap dan Taat Pajak

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:33 WIB

PH Soto Mantenan Buka Suara Terkait Somasi Merek, Perizinan Usaha, hingga Keberatan Pemberitaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Tertipu Pengacara Gadungan, Wanita asal Jombang Rugi Rp97,5 Juta dan Lapor Polisi

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB