SUMENEP – Di tengah kerasnya realitas ekonomi masyarakat kecil yang kian menghimpit, Detikzone kembali menegaskan keberpihakannya melalui aksi kemanusiaan bertajuk Jumat Berkah yang digelar pada Jumat, 17 April 2026.
Kegiatan ini menyasar para abang becak, pemulung, hingga penjual gorengan, mereka yang setiap hari berjuang keras di jalanan Kota Sumenep demi menghidupi keluarga di tengah tekanan hidup yang tidak ringan.
Suasana haru mewarnai jalannya kegiatan. Di sejumlah titik aktivitas, tim Detikzone mendatangi langsung para penerima manfaat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanpa banyak kata, santunan diserahkan di tengah rutinitas mereka bekerja. Sejenak, waktu seolah berhenti, rasa lelah berganti menjadi haru dan syukur yang sulit disembunyikan.
Bagi para penerima, perhatian ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan bentuk pengakuan atas perjuangan hidup yang selama ini jarang tersorot.
Di balik tawa kecil yang muncul, tersimpan beban hidup yang panjang, namun pada hari itu, semuanya seolah sedikit terangkat oleh hadirnya kepedulian yang nyata.
Lebih dari sekadar kegiatan berbagi, Jumat Berkah menjadi simbol bahwa media dapat hadir tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari denyut nadi kehidupan sosial masyarakat kecil.
Detikzone menegaskan bahwa keberpihakan terhadap kelompok rentan adalah tanggung jawab moral yang harus terus dijaga dan diperjuangkan.
Kegiatan ini juga merupakan kelanjutan dari rangkaian aksi sosial sebelumnya yang digelar bersama Takmir Masjid Mujahidin. Dalam program tersebut, sebanyak 150 penerima manfaat mulai dari anak yatim, dhuafa, marbot, muadzin, hingga penggali kubur telah menerima santunan berupa beras, uang tunai, dan sarung.
Bahkan, tim Detikzone juga turun langsung ke lapangan menyambangi warga dhuafa yang tidak terdata atau memiliki keterbatasan untuk hadir, memastikan bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.
Gerakan ini sekaligus menegaskan bahwa masjid tidak boleh berhenti sebagai ruang ibadah semata, melainkan harus bertransformasi menjadi pusat pergerakan sosial dan kemanusiaan yang hidup, aktif, dan menyentuh langsung kebutuhan umat.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, menegaskan bahwa setiap gerakan sosial yang dilakukan merupakan bentuk amanah dan kepedulian bersama yang harus dijaga keberlanjutannya.
“Setiap langkah ini adalah bentuk tanggung jawab moral. Kita hanya perantara, tetapi harapannya manfaatnya benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kekuatan gerakan sosial bukan terletak pada besarnya lembaga, melainkan pada ketulusan, konsistensi, dan kepedulian yang terus dirawat bersama.







