MAKKAH – Di sela-sela pelaksanaan ibadah haji yang tengah dijalankannya di Tanah Suci, Kepala Desa Pangarangan sekaligus Penasehat Persaudaraan Kepala Desa Kabupaten Sumenep, H. Miskun Legiyono, menghadiri kegiatan Silaturahim dan Temu NU Se-Dunia ke-23 yang digelar oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi, Senin (1/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Safwat Al Sharooq, Makkah, tersebut mengusung tema “Khidmah Bersama, Ekonomi Berdaya”, dan dihadiri warga Nahdliyin dari berbagai negara yang sedang berada di Arab Saudi, baik dalam rangka ibadah haji maupun aktivitas lainnya.
Kehadiran H. Miskun Legiyono menjadi bagian dari semangat memperkuat ukhuwah Islamiyah dan jaringan kebangsaan di tingkat internasional. Di tengah jutaan umat Islam yang berkumpul di Kota Suci Makkah, forum tersebut menjadi ruang silaturahim sekaligus wadah bertukar gagasan tentang peran umat dalam membangun kemandirian dan pemberdayaan ekonomi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai sosok yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, H. Miskun Legiyono menilai bahwa forum seperti Temu NU Sedunia memiliki arti penting dalam memperkuat persatuan umat, sekaligus membangun kolaborasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Momentum tersebut juga menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan pengabdian yang selama ini menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama terus hidup dan berkembang, bahkan hingga ke berbagai penjuru dunia.
Di tengah suasana spiritual Tanah Suci yang penuh keberkahan, pertemuan itu berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para peserta tidak hanya mempererat tali silaturahim, tetapi juga berdiskusi mengenai berbagai peluang penguatan ekonomi umat serta kontribusi nyata organisasi dalam menjawab tantangan zaman.
Bagi H. Miskun Legiyono, kehadiran dalam forum internasional tersebut menjadi pengalaman berharga yang memperluas wawasan sekaligus memperkuat komitmen untuk terus berkhidmah kepada masyarakat, baik sebagai kepala desa maupun tokoh yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dari Kota Suci Makkah, semangat persaudaraan dan pengabdian itu kembali digaungkan. Sebuah pesan bahwa di tengah keberagaman bangsa dan negara, persatuan, kebersamaan, serta kepedulian terhadap umat tetap menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Penulis : Red








