Anggaran Hari Jadi Kabupaten Probolinggo Tuai Sorotan, Dikdaya Anggarkan Rp100 Juta, Sewa Stan Pedagang Mencekik

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO —Peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo yang ke-280 menjadi sorotan tajam publik. Perayaan yang diharapkan menjadi pesta rakyat justru menuai polemik lantaran sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengalokasikan anggaran fantastis, mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah hanya untuk hiburan sesaat.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya). Berdasarkan data yang ditelusuri melalui Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Dikdaya tercatat menganggarkan dana sebesar Rp100 juta untuk kegiatan hari jadi.

Tak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), perayaan ini disinyalir mendapatkan “suntikan” dana dari biaya lapak pedagang yang ingin berjualan di lokasi acara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang dihimpun,dari sejumlah pedagang harga sewa cukup tinggi, berkisar mulai dari Rp350 ribu hingga Rp1,5 juta.

Ironisnya, tarif sewa ini dibebankan kepada pedagang lokal maupun luar daerah—termasuk dari Kediri, Malang, dan Jawa Tengah—yang berharap mengais rezeki di momen pesta rakyat tersebut.

Saat dikonfirmasi mengenai alokasi anggaran dan sewa stan, Kepala Dinas Pendidikan (Dikdaya) Kabupaten Probolinggo Harry Tjahjono,menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Event Organizer (EO) mandiri yang didukung oleh beberapa pihak dan UMKM.

“Anggaran dari APBD itu sifatnya hanya pendukung untuk meramaikan acara. Puncak acaranya di closing kegiatan,” ujar Kadis Dikdaya,Kamis (24/4/2026).

Polemik sewa stan ini pun langsung mendapat respons keras dari Lembaga Pusat Studi Supervisi dan Advokasi (PSSA). mencium adanya ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran hari jadi.

“Kami masih melakukan pendalaman. Jika benar ini pesta rakyat, kenapa rakyat kecil yang mau jualan justru dikenakan tarif mencekik?

Pertanyaannya, uang sewa itu lari ke mana? Ke kas daerah atau mengalir ke pihak ketiga (EO)?” tegas Aris, perwakilan PSSA.
Aris menegaskan, pihaknya tengah melakukan kajian mendalam terkait dugaan penyimpangan ini.

“Pasca kajian, kami tidak segan-segan untuk melaporkan temuan ini ke Kejaksaan Agung RI,” pungkas Aris

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Bupati Sumenep: Semangat Agustusan Harus Melahirkan Kekompakan untuk Membangun Daerah
Pastikan Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Tertangani Optimal, Wabup Sumenep Turun Langsung ke Rumah Sakit
Penantian Berakhir, Korban Tenggelam di Perairan Giligenting Sumenep Ditemukan Mengapung
Mbak Wali Terima Silaturahmi Kapolres Kediri Kota, Komitmen Perkuat Sinergi
Bupati Sumenep Serukan Aksi Nyata Cinta NKRI, ASN Diminta Kibarkan Merah Putih Sebulan Penuh
Serahkan SK Kenaikan Pangkat ASN, Wali Kota Kediri Ajak Teladani Semangat Juang Pahlawan
Hadiri Pengajian Rutin Gus Zakki, Mbak Wali Ajak Masyarakat Perkuat Keimanan dan Wujudkan Kota Kediri yang Mapan Agamis
Mbak Wali Hadiri Pelantikan Direktur RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Tekankan Pelayanan Kesehatan yang Humanis

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:18 WIB

Bupati Sumenep: Semangat Agustusan Harus Melahirkan Kekompakan untuk Membangun Daerah

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Pastikan Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Tertangani Optimal, Wabup Sumenep Turun Langsung ke Rumah Sakit

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Mbak Wali Terima Silaturahmi Kapolres Kediri Kota, Komitmen Perkuat Sinergi

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Bupati Sumenep Serukan Aksi Nyata Cinta NKRI, ASN Diminta Kibarkan Merah Putih Sebulan Penuh

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Serahkan SK Kenaikan Pangkat ASN, Wali Kota Kediri Ajak Teladani Semangat Juang Pahlawan

Berita Terbaru

NASIONAL

Polres Pemalang Dalami Kematian Pelajar SMP di Randudongkal

Senin, 3 Agu 2026 - 18:19 WIB