SUMENEP – Sanggar Seni Pastu dari SDN Pasongsongan I kembali menunjukkan eksistensinya dalam dunia seni budaya. Kali ini, sanggar tersebut dipercaya menjadi penampil pembuka pada peresmian Tim Ahli Cagar Budaya (TABC) Kabupaten Sumenep yang digelar di Pendopo Keraton Sumenep, Selasa (05/05/2026).
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para siswa tampil membawakan musik penyambutan bagi jajaran Forkopimda dan tim TABC. Alunan gamelan yang dimainkan menghadirkan nuansa sakral sekaligus memperkuat identitas budaya lokal sejak awal acara dimulai.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi Wongsojudo, yang secara resmi membuka dan meresmikan pembentukan TABC. Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), akademisi, serta para pemerhati budaya di Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penampilan Sanggar Pastu berhasil mencuri perhatian para tamu undangan dengan sajian gamelan khas Madura yang sarat nilai tradisional. Kehadiran mereka sebagai pembuka acara menjadi simbol keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya daerah.

Sanggar Seni Pastu sendiri bukanlah nama baru di lingkungan Pendopo Keraton Sumenep. Mereka kerap tampil dalam berbagai agenda resmi maupun kegiatan kebudayaan. Konsistensi tersebut merupakan hasil dari pembinaan berkelanjutan melalui kegiatan ekstrakurikuler gamelan di sekolah.
Kepala SDN Pasongsongan I, Mariyatul Qiptiyah, S.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan siswa tidak lepas dari peran besar para pengasuh sanggar.
“Keberadaan dan prestasi anak didik kami tidak lepas dari kehebatan para pengasuh Sanggar Pastu. Kami hanya berupaya memberikan ruang agar talenta mereka terus berkembang,” ujarnya.
Pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya (TABC) sendiri dinilai sebagai langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menjaga serta menetapkan situs dan objek cagar budaya secara profesional. TABC memiliki peran penting dalam memberikan rekomendasi penetapan, melakukan kajian ilmiah, serta memastikan warisan budaya tetap terjaga di tengah arus modernisasi.
Keterlibatan Sanggar Pastu dalam kegiatan ini menjadi simbol bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab para ahli, tetapi juga melibatkan generasi muda sebagai penerus nilai-nilai tradisi.
Ke depan, Sanggar Seni Pastu diharapkan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam menghidupkan kesenian tradisional sebagai bagian dari pendidikan karakter dan identitas budaya daerah.







