Gus Lilur Serukan Tritura Nelayan, Desak Pembentukan Satgas Berantas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Gelombang desakan keras datang dari dunia maritim Indonesia. Founder sekaligus Owner Bandar Laut Dunia Grup (Balad Grup), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menyerukan “Tritura Nelayan Republik Indonesia” dan meminta Presiden Prabowo Subianto segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk memberantas praktik penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) ke luar negeri.

Gus Lilur menilai, penyelundupan BBL bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan kejahatan ekonomi lintas negara yang telah merugikan nelayan Indonesia dan melemahkan kedaulatan laut nasional. Ia menyebut, praktik tersebut membuat nilai ekonomi lobster justru lebih banyak dinikmati negara lain.

“Kami menyerukan Tritura Nelayan Republik Indonesia. Negara harus hadir secara tegas: berantas penyelundupan BBL, fasilitasi budidaya di Indonesia, dan perkuat nelayan kita,” tegas Gus Lilur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo yang dinilai telah mengambil langkah strategis dengan menghentikan budidaya BBL di luar negeri melalui kebijakan Kementerian Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak Agustus 2025.

Menurutnya, kebijakan tersebut diperkuat dengan perubahan regulasi dari Permen KP Nomor 7 Tahun 2024 menjadi Permen KP Nomor 5 Tahun 2026, yang menegaskan arah budidaya lobster harus berbasis di dalam negeri.

Gus Lilur menegaskan, Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar menjadi pusat budidaya lobster dunia karena memiliki sumber BBL alami dan nelayan yang berpengalaman. Namun, potensi tersebut terhambat oleh kebocoran akibat jaringan penyelundupan yang terorganisir dan lintas negara.

Ia memaparkan, jalur penyelundupan diduga melalui beberapa negara transit sebelum akhirnya masuk ke pasar ekspor global, sehingga Indonesia hanya menjadi pemasok bahan baku tanpa menikmati nilai tambah ekonomi.

“Ini ironi besar. Indonesia hanya jadi pemasok benih, sementara keuntungan ratusan triliun dinikmati negara lain,” ujarnya.

Karena itu, Gus Lilur mendesak Presiden Prabowo membentuk Satgas khusus lintas sektor yang melibatkan TNI AL, Polri, Bea Cukai, otoritas pelabuhan, bandara, hingga intelijen negara untuk menghentikan praktik ilegal tersebut.

Selain penindakan, ia juga menekankan pentingnya dukungan penuh pemerintah terhadap nelayan agar dapat membudidayakan BBL di dalam negeri melalui akses teknologi, permodalan, dan kepastian pasar.

“Nelayan harus jadi pelaku utama, bukan korban sistem. Indonesia harus berdiri sebagai pusat lobster dunia,” tegasnya.

Gus Lilur menutup pernyataannya dengan menyampaikan “Tritura Nelayan” sebagai tiga tuntutan utama: pemberantasan penyelundupan BBL, fasilitasi budidaya nasional, dan penguatan peran Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memastikan kedaulatan ekonomi kelautan Indonesia.

Penulis : Anton

Berita Terkait

Mengisi Hari Dengan Beternak, Saat Suara Mbekur Entok Menggantikan Kelabu di Lapas
Sinergi Pengawasan Camat Mapitara: Maksensius Edison Resmi Dilantik, Tiga Usulan Strategis Desa Hebing Siap Dikawal ke Bupati
Achmad Zaini Resmi Jabat Asisten Pemerintahan dan Kesra, KAKI Jatim Titip Pesan Jaga Amanah
Muharram Penuh Berkah, Arkana Berkah Nusantara Perkuat Kolaborasi Sosial Lewat Santunan Anak Yatim dan Dhuafa di Malang
Jembatan Aramco di Sungai Aek Punati Desa Hutajulu Parbalik Rampung 100 Persen, Perkuat Akses dan Dorong Perekonomian Warga
Dari Daerah ke Pusat: Lima Tuntutan Mahasiswa dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Dijawab
Darurat Kekeringan, BPBD Pemalang Salurkan Ribuan Liter Air
Menghidupkan Semangat Kepedulian di Bulan Suro, Praneda Care Foundation Salurkan Bantuan ke Pesantren Nurul Ikhlas Nizamuddin

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:49 WIB

Mengisi Hari Dengan Beternak, Saat Suara Mbekur Entok Menggantikan Kelabu di Lapas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:42 WIB

Sinergi Pengawasan Camat Mapitara: Maksensius Edison Resmi Dilantik, Tiga Usulan Strategis Desa Hebing Siap Dikawal ke Bupati

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:11 WIB

Achmad Zaini Resmi Jabat Asisten Pemerintahan dan Kesra, KAKI Jatim Titip Pesan Jaga Amanah

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:07 WIB

Muharram Penuh Berkah, Arkana Berkah Nusantara Perkuat Kolaborasi Sosial Lewat Santunan Anak Yatim dan Dhuafa di Malang

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:46 WIB

Jembatan Aramco di Sungai Aek Punati Desa Hutajulu Parbalik Rampung 100 Persen, Perkuat Akses dan Dorong Perekonomian Warga

Berita Terbaru

DETIK ZONE

Perjalanan Konflik KH Miftahul Akhyar

Sabtu, 27 Jun 2026 - 16:38 WIB