SUMENEP —— Zaman berganti, arus kehidupan kian deras menghanyutkan banyak hati. Kita menyaksikan betapa dunia kini kerap kali dikuasai rasa egois, di mana manusia berlomba mengejar kepentingan pribadi, membiarkan sesama terabaikan, dan rasa empati perlahan terkikis habis oleh kesibukan.
Di tengah gersangnya rasa saling peduli itu, Kabupaten Sumenep menyimpan kisah indah yang patut diteladani. Ada sepasang tangan yang tak pernah lelah menjulur, ada sekumpulan jiwa yang tak pernah lelah berbagi, bersatu dalam wadah bernama PASKAS (Pasukan Amal Sholeh). Sudah bertahun-tahun lamanya, komunitas ini berjalan istiqamah, menjadi bukti nyata bahwa kebaikan masih hidup dan tumbuh subur, membawa pesan sederhana dan mampu meyentuh hati masyarakat dan umat dengan slogan yang begitu membumi: “Ngelillah Berjamaah Itu Keren.”
Pada Jumat, 29 Mei 2026, PASKAS kembali menggelar Kegiatan Rutin Bulanan yang berlangsung hangat, penuh haru, dan sarat nilai spiritual di Mami Muda Cafe dan Resto. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.15 WIB hingga selesai tersebut menghadirkan para pengurus, anggota komunitas, tamu undangan, tokoh agama, hingga para sahabat yatim yang menjadi pusat kebahagiaan dalam acara tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak awal acara dimulai, suasana penuh kekeluargaan sudah begitu terasa. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, pembacaan basmalah, lantunan ayat suci Al-Qur’an, serta penyampaian ucapan selamat datang kepada seluruh hadirin dan khususnya para sahabat yatim yang hadir dengan wajah penuh semangat.
Momentum kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan laporan perkembangan organisasi yang disampaikan oleh Bapak Darda selaku perwakilan Tim Founder PASKAS. Dalam penyampaiannya, ia mengungkapkan rasa syukur atas istiqamah perjalanan PASKAS yang hingga kini tetap aktif bergerak dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
“PASKAS lahir dari semangat ketulusan dan kepedulian. Kami ingin membangun budaya berbagi dan budaya peduli di tengah masyarakat. Kami percaya, ketika amal dilakukan bersama-sama karena Allah, maka dampaknya akan jauh lebih besar dan lebih dirasakan manfaatnya oleh umat,” ujar Darda.
Pada kesempatan yang sama, drg. Atik Susilowati juga turut memaparkan program Ekonomi Produktif PASKAS, sebuah program usaha mandiri yang seluruh hasil keuntungannya disalurkan kembali untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Seluruh keuntungan usaha yang dijalankan PASKAS 100 persen kami serahkan karena Allah semata. Tidak ada yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Semua hasil usaha kembali untuk santunan yatim, prasmanan berkah, bazar murah, dan berbagai kegiatan sosial lainnya,” terang drg. Atik Susilowati.
Suasana kemudian berubah menjadi begitu khusyuk ketika seluruh hadirin bersama-sama membaca Surah Ad-Duha hingga An-Nas dalam rangkaian Khatmil Qur’an. Lantunan ayat-ayat suci menggema memenuhi ruangan, menghadirkan kesejukan hati dan suasana spiritual yang mendalam.
Kegiatan khatmil dipimpin langsung oleh Ustad Jamali, yang membimbing seluruh jamaah membaca Al-Qur’an dengan tartil dan penuh penghayatan. Doa-doa dipanjatkan agar seluruh langkah PASKAS senantiasa diberi keberkahan, kelancaran rezeki, dan kekuatan untuk terus istiqamah dalam menebar manfaat.
Momen paling mengharukan terjadi saat sesi “Berbahagia Bersama Sahabat Yatim.” Satu per satu anak yatim menerima santunan tunai dan hampers kebutuhan pokok dengan penuh kasih sayang dan kehangatan. Tidak sedikit hadirin yang tampak terharu melihat kebahagiaan para sahabat yatim ketika menerima perhatian dan cinta dari keluarga besar PASKAS.
Bagi PASKAS, santunan bukan sekadar memberikan bantuan materi. Lebih dari itu, mereka ingin menghadirkan rasa dicintai, dihargai, dan diperhatikan kepada anak-anak yatim agar mereka tumbuh dengan semangat dan kebahagiaan.
Kegiatan semakin semarak dengan sesi Bazar Bahagia Tebus Murah Sembako Premium. Dalam program tersebut, masyarakat dan para sahabat yatim dapat membeli kebutuhan pokok berkualitas premium hanya dengan membayar separuh harga pasaran.
Program ini menjadi salah satu ciri khas gerakan sosial ekonomi PASKAS yang tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga membangun budaya saling membantu di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Selain aktif dalam kegiatan rutin bulanan, PASKAS juga dikenal memiliki berbagai program sosial dan spiritual lainnya seperti Prasmanan Berkah, Shopping Day Ceria, Safari Kampung, Menyambut Ramadhan Ceria, Kajian Akbar Wanita, hingga Kajian Tahsin dan Pembacaan Al-Qur’an.

Didirikan oleh dua perempuan inspiratif, Sri Wahyuni dan Vinty Badiyati, PASKAS terus tumbuh menjadi rumah besar bagi masyarakat yang ingin bergerak bersama dalam amal dan kemanusiaan.
Sementara itu, Founder PASKAS, Vinty Badiyati, menegaskan bahwa PASKAS akan terus berupaya menjadi gerakan sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa memandang latar belakang.
“Kami ingin PASKAS senantiasa menjadi ladang amal bersama. Sebab sejatinya, sedekah itu bukan tentang besar atau kecilnya nilai yang diberi, melainkan tentang keikhlasan hati untuk membantu sesama. Oleh karenanya, kami bertekad InsyaAllah Biidznillah akan terus istiqamah bergerak, senantiasa menghadirkan kebermanfaatan yang seluas-luasnya bagi umat,” ungkapnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Toha, memohon keberkahan, diterimanya seluruh amal ibadah, serta kemudahan bagi seluruh langkah perjuangan PASKAS ke depan.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menikmati Prasmanan Berkah dalam suasana hangat penuh persaudaraan. Senyum, tawa, dan kebersamaan menjadi penutup indah dari kegiatan yang bukan sekadar acara rutin, tetapi juga bukti nyata bahwa kebaikan yang dilakukan bersama-sama mampu menghadirkan cahaya harapan bagi banyak orang.
Karena bagi PASKAS, “Berbuat Baik Itu Indah, Beramal Bersama Itu Keren, dan Manfaatnya Akan Menjadi Amal Abadi.”







