Sedekah Mengubah Takdir Bos Haswal Group Sumenep H. Gufron, Dari Keterpurukan Menuju Gerakan Bedah Rumah dan Jumat Berkah

Jumat, 5 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Haswal Group melakukan persiapan pendistribusian bantuan Jumat Berkah berupa beras, telur, dan paket sembako yang akan disalurkan kepada kaum dhuafa, anak yatim, fakir miskin, serta masyarakat yang membutuhkan di sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep.

Tim Haswal Group melakukan persiapan pendistribusian bantuan Jumat Berkah berupa beras, telur, dan paket sembako yang akan disalurkan kepada kaum dhuafa, anak yatim, fakir miskin, serta masyarakat yang membutuhkan di sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, Jumat, 5/6/2026— Tidak banyak yang tahu bahwa di balik kesuksesan Haswal Group hari ini, pernah ada masa ketika H. Gufron berada di titik yang nyaris membuatnya menyerah pada keadaan.

Pengusaha tembakau asal Madura itu pernah merasakan pahitnya kegagalan berulang kali. Usaha yang dibangun dengan susah payah sempat runtuh. Kerugian datang silih berganti. Tekanan hidup yang begitu berat bahkan membuatnya jatuh sakit hingga kolaps.

Saat banyak orang menikmati hasil usaha yang terus berkembang, H. Gufron justru masih mengingat masa-masa ketika dirinya dan keluarga harus berjuang keras untuk bertahan hidup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya pernah benar-benar berada di bawah. Bangkrut berkali-kali, usaha tidak berjalan, bahkan sempat putus asa,” kenangnya.

Namun di tengah keterbatasan dan ketidakpastian itulah sebuah keputusan besar lahir.

Alih-alih berhenti berbagi karena merasa kekurangan, H. Gufron bersama istri tercintanya justru memilih memperbanyak sedekah. Keputusan itu mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi mereka yang sedang dihimpit kesulitan ekonomi, langkah tersebut bukan perkara mudah.

Kala itu mereka hanya memiliki lima bungkus nasi untuk program Jumat Berkah. Tiga bungkus diberikan kepada orang lain. Sementara dua bungkus sisanya mereka makan berdua.

Tak ada yang menyangka, lima bungkus nasi itulah yang kemudian menjadi titik awal perjalanan panjang yang mengubah hidup mereka.

Jumlah nasi yang dibagikan terus bertambah. Dari hitungan jari menjadi puluhan. Dari puluhan menjadi ratusan. Hingga akhirnya berkembang menjadi kegiatan sosial rutin yang terus berjalan selama bertahun-tahun tanpa pernah terputus.

Hingga hari ini, program yang dahulu dimulai dari keterbatasan itu telah menjelma menjadi gerakan kemanusiaan masif  yang menyentuh ribuan warga.

Melalui Haswal Group, H. Gufron rutin menyalurkan puluhan ton beras kepada kaum dhuafa, anak yatim, fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan.

Tak hanya itu, kuintalan telur hasil peternakannya juga dibagikan secara berkala kepada warga sebagai bentuk kepedulian sosial yang terus dijaga. Namun perjalanan kebaikan itu tidak berhenti di sana.

H. Gufron juga menggagas program kemanusiaan “Satu Desa Satu Bedah Rumah”, sebuah gerakan sosial yang hingga kini terus berjalan untuk membantu masyarakat kurang mampu memiliki tempat tinggal yang lebih layak.

Rumah-rumah yang sebelumnya nyaris roboh perlahan berubah menjadi hunian yang lebih aman dan nyaman bagi penghuninya.

Bagi H. Gufron, keberhasilan usaha tidak akan berarti apabila tidak mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain.

Pengusaha yang dikenal rendah hati itu meyakini bahwa keberkahan usaha bukan semata diukur dari besarnya omzet atau aset yang dimiliki, melainkan dari seberapa banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.

Di balik seluruh perjalanan tersebut, terdapat sosok perempuan yang selalu berdiri di sampingnya.

Saat usaha bangkrut, ia tetap bertahan. Saat cobaan datang bertubi-tubi, ia tidak meninggalkan suaminya. Justru dari kesamaan niat untuk berbagi itulah keduanya menemukan kekuatan untuk bangkit.

“Ketika saya jatuh, istri saya tetap mendampingi. Ketika usaha bangkrut, dia tidak pernah mengeluh. Kami memilih terus berbagi meski dalam keadaan sulit. Alhamdulillah, perlahan Allah membuka jalan yang menakjubkan,” tuturnya.

Kini, setelah melewati berbagai ujian dan neraka hidup, H. Gufron tetap memilih menjadi pribadi yang sederhana.

Pengusaha visioner ini menegaskan bahwa seluruh kegiatan sosial yang dilakukan bukan untuk mencari pujian atau popularitas.

“Kami hanya ingin bermanfaat. Karena saya pernah merasakan susahnya hidup. Ketika membantu orang lain, sesungguhnya kita sedang menolong diri kita sendiri,” tegasnya.

Menurut H. Gufron, sedekah adalah jalan yang mengubah hidupnya. Jalan yang dahulu dimulai dari tiga bungkus nasi yang diberikan kepada orang lain ketika dirinya sendiri sedang kekurangan.

Karena itu, ia berpesan agar masyarakat tidak takut berbagi dan tidak mudah menyerah saat menghadapi kegagalan.

“Jangan menunggu kaya untuk bersedekah. Saya memulainya ketika sedang susah. Jangan menyerah pada keadaan. Terus berusaha, terus berdoa, dan terus berbuat baik. Bisa jadi pertolongan datang dari kebaikan yang kita berikan kepada orang lain,” pungkasnya.

Kisah H. Gufron menjadi pengingat bahwa terkadang jalan menuju keberhasilan bukan dimulai saat seseorang memiliki segalanya, melainkan ketika ia tetap memilih berbagi di saat dirinya hampir tidak memiliki apa-apa.

Penulis : Red

Berita Terkait

Yakuza Maneges Layangkan Somasi Terbuka Terhadap Dua Media Atas Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik
Bukan Sekadar Expo, Tiga Media di Sumenep Satukan Jurnalisme, Budaya, Seni dan UMKM: Senator Ning Lia hingga Pemprov dan Pemkab Beri Apresiasi
Disambut Meriah di Media Expo 2026 Sumenep, Ning Lia Ajak Media Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif
PC Muslimat NU Bawean Gelar Forum Silaturahmi, KH Moh. Qosim Bahas Tantangan Mendidik Anak di Era Digital 
Bos CV Ayunda H. Bambang Budianto Apresiasi 3 Santri Ponpes Syeh Abdurrahman Rabah Pamekasan, Juara Nasional Debat dan Pidato Bahasa Mandarin, Raih Reward 7 Hari ke Tiongkok
KH Moh. Qosim Tekankan Pentingnya Ilmu dan Pendidikan Anak dalam Pengajian Milad ke-35 PP Miftahul Ulum Kareteng
Penyerahan Dokumen SKT, Kemendagri Tegaskan Posisi Yakuza Maneges sebagai Mitra Strategis Negara
Sembilan Nelayan Raas Hadapi Persoalan Hukum di Australia, Cak Fauzi Fasilitasi Pemulangan hingga Kampung Halaman

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Yakuza Maneges Layangkan Somasi Terbuka Terhadap Dua Media Atas Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Bukan Sekadar Expo, Tiga Media di Sumenep Satukan Jurnalisme, Budaya, Seni dan UMKM: Senator Ning Lia hingga Pemprov dan Pemkab Beri Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Disambut Meriah di Media Expo 2026 Sumenep, Ning Lia Ajak Media Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:34 WIB

PC Muslimat NU Bawean Gelar Forum Silaturahmi, KH Moh. Qosim Bahas Tantangan Mendidik Anak di Era Digital 

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Bos CV Ayunda H. Bambang Budianto Apresiasi 3 Santri Ponpes Syeh Abdurrahman Rabah Pamekasan, Juara Nasional Debat dan Pidato Bahasa Mandarin, Raih Reward 7 Hari ke Tiongkok

Berita Terbaru