PAMEKASAN, Selasa 16 Juni 2026 – Momentum 1 Muharram 1448 H atau 1 Suro 2026 di Kabupaten Pamekasan berlangsung penuh haru dan khidmat. Di tengah lantunan doa dan suasana sakral, Resto Aisyah di Desa Panempan menjadi saksi mengalirnya rasa empati dan kepedulian dalam kegiatan sosial yang digelar CV. Ayunda Permata Sejahtera.
Kegiatan santunan anak yatim tersebut menargetkan hingga 1.000 anak yatim yang menerima bantuan selama periode 1–10 Muharram 1448 H. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, serta elemen sosial yang turut memberikan dukungan.
Di balik kegiatan itu, perhatian publik tertuju pada sosok pendiri sekaligus owner perusahaan, H. Bambang Budianto, yang kembali mengenang masa kecilnya sebagai seorang anak yatim. Dengan suara bergetar, ia mengisahkan perjalanan hidupnya yang pernah dijalani tanpa kehadiran orang tua sejak usia dini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya juga pernah merasakan kehilangan sejak kecil… saya tahu bagaimana rasanya menjadi anak yang harus bertahan sendiri,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menciptakan suasana hening di tengah ruangan, dengan para tamu undangan dan tokoh masyarakat tampak larut dalam suasana haru.
Dalam kesempatan tersebut, CV. Ayunda Permata Sejahtera menegaskan bahwa fokus utama program sosial yang dijalankan adalah santunan anak yatim yang rutin dilaksanakan setiap momentum Muharram.
Selain itu, perusahaan juga telah memberangkatkan ratusan jamaah umroh gratis sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh masyarakat, guru ngaji, karyawan, serta warga yang dinilai layak menerima penghargaan.
Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang mendapat perhatian luas dari masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga disebut melibatkan sinergi dengan sejumlah pihak, termasuk dukungan dan pengawasan dari Bea Cukai Madura serta kolaborasi kegiatan sosial di wilayah Pamekasan agar pelaksanaan berjalan tertib dan berkesinambungan.
Di tengah dinamika dunia usaha, perusahaan ini menempatkan kegiatan sosial sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan wujud kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Menutup kegiatan, H. Bambang Budianto kembali menegaskan bahwa seluruh gerakan sosial yang dilakukan berangkat dari pengalaman hidup yang membentuk empati mendalam terhadap sesama.
Ia berharap santunan ini dapat terus memberi manfaat bagi anak-anak yatim yang membutuhkan.
Dari Pamekasan, kegiatan ini menjadi bagian dari gelombang kebaikan yang terus mengalir dan menghadirkan harapan di tengah masyarakat.
Penulis : Red








