BUKITTINGGI – Kegagalan bukan akhir dari perjuangan. Semangat itulah yang dibuktikan Rafqi Kurnia Farrass, siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Bukittinggi, yang sukses meraih medali emas pada kelas Festival Komite Pemula Berat -40 Kg dalam Kejuaraan Karate Jam Gadang Inkanas Bukittinggi yang digelar untuk memperingati 100 Tahun Jam Gadang, Minggu (26/7/2026).
Putra Dempy Kurniawan, Pimpinan Umum media online BanuaMinang.co.id, itu tampil gemilang di GOR Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Gurun Aur Kubang Putih, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam.
Keberhasilan Rafqi terasa semakin istimewa karena sehari sebelumnya ia harus menelan kekalahan pada nomor Kumite, yang merupakan pengalaman pertamanya tampil di ajang pertandingan resmi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rafqi memang baru pertama kali mengikuti pertandingan Kumite sehingga masih perlu beradaptasi. Kekalahan itu menjadi pelajaran yang sangat berharga,” ujar Dempy Kurniawan.
Rafqi merupakan atlet binaan Dojo SD Jamiatul Hujjaj, tempat ia pernah menempuh pendidikan dasar. Ia rutin berlatih setiap Sabtu sore di bawah bimbingan Senpai Denil Andri Yanto, A.Md., didampingi Asisten Pelatih Rahayu, dengan pembinaan Penasehat Sensei R. Bambang Sudewo. Sementara setiap Minggu pagi, latihan dilanjutkan di Dojo Benteng Fort De Kock bersama Senpai Dedi.
Usai mengalami kekalahan, pelatih langsung melakukan evaluasi teknik bertanding. Rafqi diminta memperbaiki posisi kaki kiri sebagai tumpuan depan agar pertahanan lebih kokoh dan tendangan kirinya semakin efektif.
“Hanya dalam waktu sehari, berkat arahan pelatih, dukungan keluarga, serta semangat untuk bangkit, Rafqi mampu memperbaiki penampilannya hingga akhirnya meraih medali emas,” ungkap Dempy.
Senpai Denil Andri Yanto mengingatkan agar prestasi tersebut tidak membuat Rafqi cepat berpuas diri.
“Teruslah berlatih, termasuk latihan sederhana di rumah untuk meningkatkan kecepatan tangan. Menang adalah hasil, tetapi rendah hati adalah karakter yang harus dimiliki setiap atlet,” pesannya.
Dempy juga berpesan kepada putranya agar tetap menyeimbangkan prestasi olahraga dengan pendidikan.
“Tetap semangat, jangan sombong, jangan lupakan pendidikan, kurangi bermain handphone, terus berlatih, dan jangan cepat puas dengan prestasi hari ini karena perjalanan masih panjang. Jadilah atlet yang berprestasi sekaligus pribadi yang rendah hati,” tuturnya.
Prestasi yang diraih Rafqi menjadi bukti bahwa kegagalan dapat menjadi batu loncatan menuju keberhasilan. Dengan disiplin, kerja keras, bimbingan pelatih, serta doa dan dukungan keluarga, ia berhasil mengubah kekalahan menjadi kemenangan yang membanggakan.







