Jangan Panen Dini! Pengusaha Rokok Sumenep Serukan Selamatkan Tembakau Lokal Demi Nasib Ribuan Petani

Senin, 27 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Musim panen tembakau 2026 menjadi ujian sekaligus harapan bagi ribuan petani di Kabupaten Sumenep. Di tengah tingginya ekspektasi terhadap harga jual, Paguyuban Pengusaha Rokok (PR) Kabupaten Sumenep mengingatkan seluruh pihak agar tidak mengambil langkah yang justru dapat merugikan petani maupun industri.

Ketua Paguyuban PR Sumenep, H. Syafwan Wahyudi, meminta seluruh perusahaan rokok di Kabupaten Sumenep memprioritaskan pembelian tembakau hasil petani lokal. Menurutnya, keberpihakan terhadap tembakau daerah merupakan kunci menjaga denyut ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertembakauan.

“Tembakau adalah sumber penghidupan ribuan keluarga. Karena itu, industri harus memberi ruang seluas-luasnya bagi hasil panen petani Sumenep,” katanya, Senin (27/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya kepada pelaku industri, H. Syafwan Wahyudi juga menyampaikan pesan tegas kepada para petani agar tidak tergoda memanen tembakau sebelum waktunya. Panen dini dinilai berisiko menurunkan mutu daun tembakau, yang pada akhirnya dapat menekan harga jual di tingkat petani.

Ia menegaskan, kualitas menjadi penentu utama dalam persaingan industri hasil tembakau. Semakin baik kualitas yang dihasilkan, semakin besar peluang tembakau Sumenep mendapat kepercayaan pasar dan dibeli dengan harga yang lebih baik.

H. Syafwan Wahyudi juga mengajak pemerintah, petani, kelompok tani, dan pelaku usaha untuk memperkuat komunikasi sejak masa tanam hingga panen. Dengan kolaborasi yang solid, penyerapan tembakau lokal dapat berjalan maksimal, stabilitas harga lebih terjaga, dan kesejahteraan petani semakin meningkat.

“Jika semua pihak saling menguatkan, tembakau Sumenep tidak hanya menjadi komoditas unggulan, tetapi juga menjadi penggerak utama perekonomian daerah yang memberi manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Berita Terkait

Panen 5.400 Semangka Golden di Lapas Pamekasan, Program Ayunda Sejahtera Dorong Warga Binaan Mandiri
Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?
Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya
Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan
JJS Berhadiah Paket Umrah Bikin Ribuan Warga Membludak, Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan Catat Penjualan 6,7 Kg Emas, Hasil untuk Yatim dan Dhuafa
Tak Sekadar Hadiri JJS, Haji Her Borong 2 Kg Emas di Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Kenang Masa Lalu sebagai Anak Yatim
Kunjungi Stan Arinna di Madura Culture Festival, Bupati Sumenep Borong Roti Arinna Bakery, Wujud Dukungan terhadap Produk Lokal
Tinjau Stan Bank Jatim di MCF 2026, Bupati Sumenep Dorong Transformasi Digital dan Layanan Keuangan Semakin Dekat dengan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 12:09 WIB

Panen 5.400 Semangka Golden di Lapas Pamekasan, Program Ayunda Sejahtera Dorong Warga Binaan Mandiri

Kamis, 3 September 2026 - 11:55 WIB

Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:27 WIB

JJS Berhadiah Paket Umrah Bikin Ribuan Warga Membludak, Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan Catat Penjualan 6,7 Kg Emas, Hasil untuk Yatim dan Dhuafa

Berita Terbaru