Sumenep – Komitmen meningkatkan kualitas pembelajaran terus ditunjukkan SDN Prancak III, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Pada Rabu (29/7/2029), sekolah tersebut menggelar Workshop Penguatan Literasi dan Numerasi yang diikuti seluruh guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme pendidik sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan di sekolah.
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat tersebut dibuka secara resmi oleh Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan, Abu Supyan, M.Pd. Turut hadir Kepala SDN Prancak III, Miftahul Ulum AS, M.Pd., beserta seluruh dewan guru yang mengikuti workshop dengan antusias dari awal hingga akhir kegiatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Kepala SDN Prancak III, Miftahul Ulum AS, M.Pd., menegaskan bahwa workshop ini merupakan salah satu langkah strategis sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam bidang literasi dan numerasi yang menjadi salah satu indikator penting peningkatan mutu pendidikan.
“Workshop ini kami selenggarakan sebagai bentuk ikhtiar sekolah untuk meningkatkan profesionalisme guru. Kami berharap seluruh materi yang diperoleh hari ini tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi dapat langsung diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kemampuan literasi dan numerasi seluruh siswa. Dengan demikian, hasilnya diharapkan mampu meningkatkan capaian Rapor Pendidikan SDN Prancak III pada tahun yang akan datang,” ujar Miftahul Ulum AS, M.Pd.
Sementara itu, Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan, Abu Supyan, M.Pd., menekankan pentingnya transformasi pembelajaran di era digital. Menurutnya, guru masa kini dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi sebagai media belajar yang inovatif.
“Di era digital saat ini sudah sewajarnya para guru juga melek teknologi informasi. Pemerintah telah memberikan dukungan melalui bantuan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai sarana digitalisasi pembelajaran. Perangkat tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung penguatan literasi dan numerasi sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, tidak monoton, dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa,” jelas Abu Supyan.
Pada sesi inti, narasumber Mariyatul Qiptiyah, S.Pd. menyampaikan materi secara komunikatif, inspiratif, dan aplikatif. Dengan penyampaian yang lugas dan mudah dipahami, ia mengulas secara mendalam konsep literasi dan numerasi dalam pembelajaran serta berbagai strategi kreatif yang dapat diterapkan guru di kelas.
Beragam contoh aktivitas pembelajaran yang menyenangkan dipaparkan sehingga para peserta memperoleh gambaran nyata tentang bagaimana menghadirkan pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta keterampilan numerasi siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Workshop berlangsung sangat interaktif dalam suasana penuh semangat dan kegembiraan. Para guru aktif berdiskusi, berbagi pengalaman mengajar, serta mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber. Diskusi dua arah yang terbuka membuat kegiatan semakin hidup dan memberikan banyak inspirasi bagi peserta.
Melalui kegiatan ini, Kepala SDN Prancak III, Miftahul Ulum AS, M.Pd., berharap seluruh guru mampu menerapkan hasil workshop dalam pembelajaran sehari-hari sehingga budaya literasi dan numerasi semakin kuat di lingkungan sekolah.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan peningkatan kompetensi guru yang berkelanjutan, SDN Prancak III optimistis mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, meningkatkan kemampuan peserta didik, serta mendongkrak capaian Rapor Pendidikan secara signifikan pada tahun-tahun mendatang.







