PROBOLINGGO – Langkah nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dalam menjaga citra pelayanan publik kini diuji. Tragedi memalukan terjadi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Probolinggo, di mana seorang oknum ASN/Karyawati berinisial CH diduga kuat melanggar jam dinas dan bertindak arogan menantang awak media.
Peristiwa ini kontras dengan slogan pelayanan prima yang kerap digaungkan Pemkab Probolinggo. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (5/8), ruang pelayanan Dispendukcapil mendadak lengang sejak pukul 15.30 WIB, padahal jam dinas resmi ASN belum berakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi yang dihimpun menyatakan bahwa sistem jaringan kependudukan memang mengalami gangguan (error) sejak pukul 14.00 WIB. Namun, alih-alih bersiaga atau memberikan edukasi yang humanis kepada masyarakat, petugas loket justru membubarkan diri dan menyuruh pemohon pulang.
Sikap tidak profesional ini diperparah oleh celetukan ketus CH saat bersiap angkat kaki dari kantor.”Meski belum jam pulang, apa yang mau dikerjakan? Jaringan sedang error,” ujarnya dengan nada jumawa.Tak cukup sampai di situ, saat menyadari ada wartawan yang memantau situasi, CH bukannya mawas diri. Ia justru pamer keangkuhan di depan rekan sejawatnya dengan menantang jurnalis.”Beritakan saja ini nama saya, saya tidak takut!” ucapnya penuh kesombongan.
Merespons kegaduhan tersebut, Sekretaris Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo, Moh. Gufron Rosadi, mengeluarkan surat resmi yang terkesan defensif. Gufron mengklaim seluruh petugas tetap bersiaga hingga jam pelayanan usai dan berkas fisik pemohon tetap diterima.Terkait aksi koboi anak buahnya, Gufron berdalih hal itu hanyalah miskomunikasi.”Pernyataan petugas kami sejatinya berawal dari percakapan santai dan tidak bermaksud menyinggung, apalagi menantang rekan wartawan. Kami sangat menghargai peran media dan memohon maaf atas kesalahpahaman ini,” tulis Gufron dalam surat resminya,selasa (11/8/2026).
Anehnya, dalam data rekam kehadiran (absen), seluruh ASN dan karyawan tercatat pulang tepat waktu. Fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya: sebagian ruangan sudah kosong melompong sebelum waktunya. Publik pun bertanya-tanya, bagaimana bisa data absen tercatat patuh, namun fisik pegawainya sudah tidak ada di tempat?Masyarakat kini menunggu ketegasan Pemkab Probolinggo untuk memberikan sanksi disiplin nyata terhadap oknum nakal yang merusak nama baik daerah.
Penulis : Moch Solihin







