PROBOLINGGO – Status SMKN 1 Dringu Kabupaten Probolinggo kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Bertahun-tahun lamanya, aktivitas belajar mengajar di sekolah kejuruan ini terpaksa bergantung penuh pada fasilitas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, tepatnya di komplek perkantoran eks Dispora.Ironisnya, pemanfaatan aset daerah berupa gedung, aula, lapangan, hingga ruang laboratorium tersebut terkesan ditelantarkan tanpa adanya sentuhan perbaikan berkala.
Pantauan langsung di lokasi menunjukkan kondisi fisik bangunan yang sangat memprihatinkan. Atap samping gedung laboratorium tampak ambrol, dinding-dinding ruangan terlihat kusam tak terawat, serta kebocoran terjadi di berbagai titik saat hujan melanda. Kondisi ini menjadi bukti kuat absennya pemeliharaan infrastruktur pendidikan selama bertahun-tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya soal fisik bangunan, atmosfer komplek perkantoran eks Diklat ini pun kerap berubah layaknya lapangan olahraga terbuka. Saat ada agenda kedinasan penting atau kunjungan tamu dari luar kota, pemandangan riuh dan suara derap langkah siswa yang berlarian menjadi suguhan yang tak terhindarkan di area yang seharusnya formal tersebut.
Merespons persoalan menahun ini, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Probolinggo, Slamet Gustamo, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak untuk mencari jalan keluar.”Sudah dikoordinasikan ke kantor pusat Disdik Jatim, mudah-mudahan ditindaklanjuti,” ujar Slamet saat dikonfirmasi,senin (10/8/2026).
Slamet juga menyampaikan rasa terima kasih atas fungsi kontrol yang dilakukan oleh masyarakat dan media. Ia mengakui bahwa polemik ini merupakan masalah klasik yang belum tuntas.”Terima kasih mas infonya. Masalah ini sudah lama dan sudah juga ditindaklanjuti untuk mencari solusinya. Doakan semoga segera dapat diselesaikan,” imbuhnya.
Namun, hingga berita ini diturunkan, Slamet belum memberikan penjelasan rinci mengenai bentuk solusi konkret atau skema penanganan jangka panjang yang akan diambil oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk mengatasi nasib SMKN 1 Dringu.
Penulis : Moch Solihin







