Dari Ruang Karaoke ke Tanah Suci: Kisah Tobat Totok Haryono Tunaikan Umroh

Minggu, 9 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SITUBONDO, detikzone.id — Tidak semua perjalanan hidup berjalan lurus. Ada yang pernah tersesat dalam gemerlap dunia, lalu menemukan jalan pulang ketika hati mulai mencari ketenangan.

Kisah itu tergambar dalam perjalanan hidup Totok Haryono. Masa lalu yang penuh hiruk-pikuk dunia hiburan perlahan ditinggalkan. Ia memilih menutup lembaran lama dan membuka jalan baru yang diyakininya lebih dekat dengan nilai-nilai agama.

Dulu, malam-malamnya kerap dihabiskan di ruang karaoke. Gemerlap lampu dan suasana hiburan menjadi bagian dari kehidupannya. Namun, semua itu akhirnya ditinggalkan ketika kesadaran untuk berubah tumbuh dalam dirinya.
Totok memilih hijrah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, kesibukannya lebih banyak dicurahkan pada pekerjaan dan usaha. Ia menggeluti usaha ekspedisi pasir dan tambang sebagai bagian dari ikhtiar mencari rezeki serta menafkahi keluarga.
Perubahan tersebut tidak berhenti pada kehidupan sehari-hari. Tahun ini, langkah Totok berlanjut hingga ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umroh bersama biro travel JM Hafas Situbondo.

Perjalanan spiritual itu terasa semakin istimewa karena Totok berada dalam rombongan bersama sejumlah ulama dan tokoh. Di antaranya Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah KH. Azzaim Ibrahimy dan Nyai Hj. Ning Sari, Wakil Bupati Situbondo Hj. Ulfiyah, Ketua APDESI H. Juharto, serta jamaah lainnya.

Di Tanah Suci, perjalanan tersebut bukan sekadar perjalanan fisik. Ada doa, perenungan, dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Di hadapan Ka’bah, air mata dan doa menjadi bagian dari perjalanan batinnya. Masa lalu tidak lagi dijadikan alasan untuk berhenti berubah.

Kisah Totok menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Masa lalu adalah bagian dari perjalanan, tetapi bukan berarti harus menjadi penentu masa depan.

Hijrah bukan tentang menghapus seluruh masa lalu, melainkan berani mengambil keputusan untuk tidak kembali pada kesalahan yang sama.

Dari gemerlap hiburan menuju kesunyian doa di Tanah Suci, perjalanan Totok Haryono menjadi gambaran bahwa pintu perubahan selalu terbuka bagi siapa saja yang benar-benar ingin kembali.
Sebab, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri selama hati masih memiliki keinginan untuk mendekat kepada Allah.

 

Penulis : Anton

Berita Terkait

Hari ke-69 Program Sedekah Tak Terputus, Detikzone.id Kembali Berbagi untuk Janda Lansia di Sumenep
NU Care-LAZISNU PCNU Bawean Bersama IROPIN Jatim dan NU Care-LAZISNU PWNU Jatim Gelar Eye Xpedition 2026 
Hari ke-68, Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Tak Pernah Terhenti, Kembali Sasar Janda Tua di Sumenep
Grand Opening HLL Wellness Center Surabaya, Tawarkan Terapi Modern dalam Satu Tempat
Jumat Berkah, Hari ke-67 Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Kembali Hadir untuk Yatim dan Janda Tua di Pelosok Desa Sumenep
Semangat TP PKK Desa Sawahmulya Sambut Penilaian Lomba Administrasi Tingkat Kecamatan Sangkapura Gresik
Kabar Duka: Pengacara Cak Sholeh “No Viral No Justice” Meninggal Dunia akibat Autoimunk
Hari ke-66 Program Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id Kembali Sasar Anak Yatim dan Kaum Dhuafa Sumenep

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Dari Ruang Karaoke ke Tanah Suci: Kisah Tobat Totok Haryono Tunaikan Umroh

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Hari ke-69 Program Sedekah Tak Terputus, Detikzone.id Kembali Berbagi untuk Janda Lansia di Sumenep

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:21 WIB

NU Care-LAZISNU PCNU Bawean Bersama IROPIN Jatim dan NU Care-LAZISNU PWNU Jatim Gelar Eye Xpedition 2026 

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Hari ke-68, Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Tak Pernah Terhenti, Kembali Sasar Janda Tua di Sumenep

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Grand Opening HLL Wellness Center Surabaya, Tawarkan Terapi Modern dalam Satu Tempat

Berita Terbaru