Pelantikan dan Sertijab Kepala Madrasah, Awal Semangat Baru bagi MA Umar Mas’ud Sangkapura Gresik

Sabtu, 8 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGKAPURA – Yayasan Syech Maulana Umar Mas’ud (YSM UMMA) menggelar pelantikan dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Madrasah Aliyah (MA) Umar Mas’ud Sangkapura pada Sabtu (8/8/2026).

Dalam prosesi tersebut, estafet kepemimpinan resmi beralih dari Muhammad Ruhen, S.Ag. kepada Hikmah, S.H., yang dilantik sebagai kepala madrasah yang baru.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Ketua Yayasan Syech Maulana Umar Mas’ud, Dewan Pembina dan Pengurus Yayasan, komite madrasah, para kepala sekolah dan madrasah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta tamu undangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Muhammad Ruhen menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Yayasan Syech Maulana Umar Mas’ud kepadanya untuk memimpin MA Umar Mas’ud Sangkapura sejak 2015 hingga saat ini.

“Sejak tahun 2015 sampai sekarang saya dipercaya menjadi Kepala MA Umar Mas’ud. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada yayasan yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Kepada Allah SWT, saya juga memohon ampun dan pertolongan, serta memohon maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kesalahan,” ungkapnya.

Selama masa kepemimpinannya, Ruhen menyebut sejumlah capaian yang berhasil diraih madrasah. Salah satunya adalah peningkatan capaian akademik siswa. Ia bersyukur karena dalam tiga tahun terakhir seluruh siswa yang mengikuti ujian madrasah dinyatakan lulus.

“Alhamdulillah, dalam tiga tahun terakhir tidak ada siswa yang tidak lulus ujian madrasah. Semuanya lulus. Bahkan pada tahun terakhir, ada 10 siswa yang berhasil lulus,” jelasnya.

Di bidang akreditasi, MA Umar Mas’ud telah mengikuti proses akreditasi dan memperoleh nilai B. Madrasah juga mendapatkan dispensasi perpanjangan masa berlaku akreditasi.

Dalam bidang kurikulum, pelaksanaan program pendidikan mendapat dukungan dari Ibu Salehati. Sementara dari sisi sarana dan prasarana, Ruhen menyampaikan bahwa kondisi fasilitas madrasah saat ini telah memenuhi standar pendidikan.

“Untuk sarana dan prasarana, seperti yang bisa dilihat saat ini, ruang-ruang kelas sudah memenuhi syarat dan standar pendidikan,” ujarnya.

Selain ruang kelas, madrasah juga telah melengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran, termasuk pengadaan alat peraga dan buku-buku. Fasilitas kegiatan siswa seperti alat musik banjari juga telah tersedia.

MA Umar Mas’ud juga telah memiliki ruang laboratorium dan perpustakaan. Menurut Ruhen, keberadaan fasilitas tersebut tidak terlepas dari dukungan yayasan maupun para donatur yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan madrasah.

“Laboratorium dan perpustakaan sudah ada. Semua itu merupakan dukungan dari yayasan dan para donatur yang simpati terhadap madrasah,” tuturnya.

Di bidang kesiswaan, Ruhen turut menyampaikan adanya dukungan administrasi dan pendataan melalui sistem EMIS (Education Management Information System).

 

Menutup sambutannya, Muhammad Ruhen menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila selama menjalankan amanah sebagai kepala madrasah terdapat kekurangan maupun kesalahan.

 

Sementara itu, Kepala MA Umar Mas’ud Sangkapura yang baru dilantik, Hikmah, S.H., menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Syech Maulana Umar Mas’ud yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan kepadanya untuk melanjutkan perjalanan pendidikan di MA Umar Mas’ud.

 

Hikmah juga menyampaikan apresiasi kepada Muhammad Ruhen atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin madrasah. Menurutnya, MA Umar Mas’ud telah dibangun dengan kesabaran, ketulusan, dan hati.

 

Ia menegaskan bahwa menjadi seorang pendidik maupun kepala madrasah bukan semata-mata tentang menjadi orang yang paling hebat, tetapi tentang kemampuan untuk mendengarkan, memahami, dan membersamai seluruh warga madrasah.

 

“Mengajar di MA bukanlah tentang menjadi orang yang hebat, tetapi bagaimana kita mampu mendengarkan. Menjadi kepala madrasah berarti harus mampu mengayomi, meneladani, dan melayani,” ungkap Hikmah.

 

Menurutnya, kepemimpinan di madrasah membutuhkan kolaborasi dari seluruh unsur pendidikan, mulai dari guru, tenaga kependidikan (TU), siswa, hingga orang tua. Semua pihak harus bersatu dan berjalan dalam satu irama demi kemajuan madrasah.

 

“Kepala madrasah membutuhkan kolaborasi guru, TU, siswa, dan orang tua murid. Kita harus bersatu dalam satu irama,” tuturnya.

 

Hikmah juga menggambarkan MA Umar Mas’ud sebagai rumah bersama, tempat setiap warga madrasah dapat berekspresi dan mendapatkan motivasi untuk berkembang.

 

“Madrasah ini adalah rumah bersama, tempat kita berekspresi dan mendapatkan motivasi. Tugas saya adalah membuka jembatan dialog dan menjadikan madrasah ini sebagai taman ilmu yang subur,” katanya.

 

Ia berharap madrasah dapat menjadi ruang tumbuh bagi para siswa, tempat anak-anak berkembang, berproses, dan menemukan potensi terbaiknya.

 

“Madrasah adalah tempat anak-anak kita tumbuh. Karena itu, marilah kita jaga semangat kita bersama,” pungkasnya.

 

Ketua Yayasan Syech Maulana Umar Mas’ud, Drs. Ahsanul Haq, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dunia pendidikan merupakan bagian dari tugas mulia yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Amanah tersebut, menurutnya, juga tengah dijalankan bersama melalui Yayasan Syech Maulana Umar Mas’ud.

 

“Pada hari ini kita sedang menjalankan tugas suci di Yayasan Syech Maulana Umar Mas’ud. Hari ini kita menyaksikan berakhirnya masa bakti seorang pejuang pendidikan,” ujarnya.

 

Atas nama seluruh pengurus yayasan dan secara pribadi, Ahsanul Haq menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Muhammad Ruhen atas dedikasi, pengabdian, waktu, tenaga, dan keringat yang telah dicurahkan selama menjalankan amanah sebagai Kepala MA Umar Mas’ud.

 

“Jazakallahu khairan atas segala pengabdian, perjuangan, waktu, tenaga, dan keringat yang telah beliau berikan untuk madrasah ini,” ungkapnya.

 

Ia juga mengutip pesan Rasulullah SAW bahwa orang yang tidak berterima kasih kepada manusia berarti belum bersyukur kepada Allah SWT. Karena itu, yayasan memberikan apresiasi atas pengabdian Muhammad Ruhen selama memimpin MA Umar Mas’ud.

 

Ahsanul Haq berharap berakhirnya masa tugas tersebut menjadi awal masa istirahat yang penuh keberkahan bagi Muhammad Ruhen. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pintu MA Umar Mas’ud akan selalu terbuka bagi saran, nasihat, dan kontribusi Ruhen demi kemajuan madrasah.

 

“Semoga purna tugas ini menjadi awal istirahat yang barokah. Namun begitu, pintu madrasah ini akan selalu terbuka untuk nasihat dan arahan beliau,” katanya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Ahsanul Haq menyampaikan bahwa yayasan secara resmi menyerahkan estafet kepemimpinan MA Umar Mas’ud kepada Hikmah, S.H. Ia mengingatkan bahwa kepala madrasah yang baru tidak menjalankan kepemimpinan seorang diri, melainkan memegang amanah untuk ikut menentukan masa depan pendidikan.

 

“Kepada Ibu Hikmah, hari ini kami menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan. Jenengan tidak memimpin madrasah ini sendiri, tetapi memimpin masa depan pendidikan,” tegasnya.

 

Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi seluruh unsur pendidikan. Mulai dari kepala lembaga, guru, tenaga kependidikan, komite, hingga wali murid harus saling mendukung agar proses pendidikan berjalan dengan baik.

 

Menurutnya, amanah kepemimpinan di madrasah bukan sekadar mengelola lembaga, tetapi juga menjalankan tugas penting dalam mendidik generasi dan membentuk akhlak peserta didik.

 

Ahsanul Haq menambahkan, sebelum menetapkan kepala madrasah baru, yayasan telah melakukan proses tes dan uji kelayakan. Berdasarkan proses tersebut, yayasan meyakini Hikmah mampu mengemban amanah dan membawa MA Umar Mas’ud ke arah yang lebih baik.

 

“Kami dari yayasan telah melakukan tes dan uji. Kami yakin Ibu Hikmah akan mampu menjalankan amanah ini dengan baik,” pungkasnya.

Pelantikan dan Sertijab tersebut menjadi momentum pergantian kepemimpinan sekaligus awal semangat baru bagi MA Umar Mas’ud Sangkapura. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi seluruh warga madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan potensi siswa, serta membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak.

Penulis : Abd Hamid

Berita Terkait

20 Pendekar Pagar Nusa Sumenep Digembleng Jadi Pasukan Inti, Disiapkan Amankan Muktamar ke-35 NU
Sambut Kewajiban Sertifikasi Halal Oktober 2026, Diperta Probolinggo Kunci Komitmen Lintas Sektor
Mbak Wali Lepas Kontingen Gerakan Pramuka ke Jamnas XII, Kota Kediri Ikut Sertakan Pramuka Berkebutuhan Khusus
Lowongan Melimpah di Job Fair Probolinggo 2026: Saat Peluang Kerja Menanti Jiwa yang Tekun
Jaringan Eror, Oknum ASN Dispendukcapil Probolinggo Bubar Lebih Awal dan Tantang Wartawan
Wabup Sumenep Sulap Lomba Memasak Mie Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi dan Gotong Royong
Tak Perlu Banyak Aplikasi, Kemendagri Wajibkan Pemda Gunakan SP4N-LAPOR!
Apresiasi Ponpes Wali Barokah, Kapolres Kediri Kota Siap Dukung Program Sosial dan Kedisiplinan Santri

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Pelantikan dan Sertijab Kepala Madrasah, Awal Semangat Baru bagi MA Umar Mas’ud Sangkapura Gresik

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:31 WIB

20 Pendekar Pagar Nusa Sumenep Digembleng Jadi Pasukan Inti, Disiapkan Amankan Muktamar ke-35 NU

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Sambut Kewajiban Sertifikasi Halal Oktober 2026, Diperta Probolinggo Kunci Komitmen Lintas Sektor

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Mbak Wali Lepas Kontingen Gerakan Pramuka ke Jamnas XII, Kota Kediri Ikut Sertakan Pramuka Berkebutuhan Khusus

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Lowongan Melimpah di Job Fair Probolinggo 2026: Saat Peluang Kerja Menanti Jiwa yang Tekun

Berita Terbaru

TNI-POLRI

Kini, Urus SKCK di Sumenep Tak Perlu Antre

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:36 WIB