Karhutla Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Wagub Jatim Tinjau Langsung Penanganan Darurat

Minggu, 9 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief dan tokoh adat Tengger Supoyo.

Foto:Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief dan tokoh adat Tengger Supoyo.

PROBOLINGGO — Kabut asap tipis masih menggantung di langit fajar kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di bawahnya, hamparan vegetasi pegunungan—termasuk rumah bagi sang abadi, Edelweiss—kini meranggas kelabu. Hingga Minggu (9/8/2026), amukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali meluas sejak Sabtu malam itu dilaporkan telah melahap sekitar 520 hektare lahan.

Skala darurat ini memaksa Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turun langsung ke titik peninjauan. Menembus dinginnya Bromo, Emil mengoordinasikan taktik pengepungan api bersama para petinggi wilayah. Mulai dari Kepala BB-TNBTS Rudjanta Tjahja Nugraha, Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf.Ribut Yudho Apriantono,hingga jajaran BPBD Jatim dan Kabupaten Probolinggo.”Ini kita koordinasikan bersama, karena penanganannya membutuhkan kerja sama semua pihak,” ujar Emil tegas di sela-sela pemantauan di titik P30 Kecamatan Sumber hingga Penanjakan 1.

Medan Bromo yang terjal mendikte strategi yang rumit. Angin gunung yang berputar tak menentu menjadi musuh utama, siap menerbangkan percikan api terkecil ke area baru kapan saja. Menghadapi alam yang tak bersahabat, tim gabungan melancarkan serangan dua matra: darat dan udara.Di langit, raungan mesin tiga helikopter water bombing membelah sunyi, menjatuhkan ribuan liter air ke tebing-tebing curam yang mustahil diinjak kaki manusia. Operasi udara ini diperkuat oleh tiga unit drone water spray yang bertugas menyisir area sempit secara presisi.Sementara di jalur darat, tujuh mobil pemadam kebakaran bersiaga di titik-titik aksesibel. Namun, jantung pertahanan tetap berada di pundak ratusan personel gabungan TNI, BPBD, dan relawan yang bertaruh peluh melakukan pemadaman manual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, kegigihan di lapangan sempat terbentur keterbatasan alat baku. “Alat gepyok ini memang menjadi salah satu kendala. Tim sudah kehabisan alat gepyok,” ungkap Emil, menggambarkan betapa militannya para petugas memukul api di tengah keterbatasan materiil.

Meski bentang alam ikonik seperti Lembah Watangan dan Bukit Teletubbies dilaporkan aman dari jilatan api, petugas tidak mau kecolongan. Fokus kini bergeser dari memadamkan kobaran visual menjadi perburuan bara api yang bersembunyi di balik tanah kering dan tumpukan vegetasi mati.Patroli senyap pun digelar nonstop 24 jam. Sebanyak 20 anggota TNI memacu motor trail mereka, membelah debu padang savana, dan merayap ke jalur-jalur tikus yang tak bisa ditembus roda empat. Tugas mereka krusial: memastikan tidak ada bara tersembunyi yang kembali menyala saat ditiup angin kencang.”Yang paling penting sekarang adalah memastikan bara-bara yang ada bisa kita pantau, supaya tidak kembali menjadi titik api,” tambah Emil.

Demi keselamatan publik dan kelancaran mobilisasi pemadam, otoritas mengambil langkah ekstrem dengan menutup total empat pintu masuk menuju TNBTS. Jalur dari arah Lumajang, Malang, Pasuruan, hingga Probolinggo kini sepi dari hilir mudik wisatawan.Hingga berita ini diturunkan, kesiagaan penuh masih diberlakukan. Di bawah bayang-bayang Gunung Bromo yang megah, ratusan pasang mata terus berjaga, memastikan kaldera purba ini tidak kehilangan pesonanya lebih banyak lagi.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Menjaga Nadi Kesehatan Santri,Dinkes Probolinggo Galang Kekuatan Lintas Sektoral
Resmi Terpilih di Forum IMAKIPSI UIN Jakarta, Dimas Hanafi Putra Siap Kawal Isu Pendidikan Jawa Timur
Menjemput Selamat di Lereng Bromo Uji Portabel Jeep Masal Siap Digelar
Bukan Cuma Soal Rasa, Dinkes Probolinggo Dorong Produk IRTP Naik Kelas Lewat Keamanan Pangan
Cegah Stunting dari Hulu, Ketua TP PKK Sumenep Dorong Edukasi Gizi dan Konsumsi Ikan
Asap Dapur Dringu yang Getir Saat Beras Bantuan Pemerintah Sulit Ditelan Warga
Elim Tyu Samba Terpilih Pimpin KONI Kota Blitar, Raih 24 Suara di Tengah Musorkotlub yang Dinamis
Tak Perlu Bingung Cari Kerja! 35 Perusahaan Siap Buka Lowongan di Sumenep Job Fair 2026

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:02 WIB

Menjaga Nadi Kesehatan Santri,Dinkes Probolinggo Galang Kekuatan Lintas Sektoral

Kamis, 24 September 2026 - 14:17 WIB

Resmi Terpilih di Forum IMAKIPSI UIN Jakarta, Dimas Hanafi Putra Siap Kawal Isu Pendidikan Jawa Timur

Rabu, 23 September 2026 - 20:46 WIB

Menjemput Selamat di Lereng Bromo Uji Portabel Jeep Masal Siap Digelar

Rabu, 23 September 2026 - 20:12 WIB

Bukan Cuma Soal Rasa, Dinkes Probolinggo Dorong Produk IRTP Naik Kelas Lewat Keamanan Pangan

Rabu, 23 September 2026 - 16:00 WIB

Cegah Stunting dari Hulu, Ketua TP PKK Sumenep Dorong Edukasi Gizi dan Konsumsi Ikan

Berita Terbaru