PROBOLINGGO — Kabar duka yang menyelimuti Kota Probolinggo datang bak petir di siang bolong. Keluarga besar Pemerintah Kota Probolinggo kehilangan salah satu putra terbaiknya. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Pudi Adji Tjahjo Wahono, mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (8/11) pagi secara mendadak, meninggalkan duka mendalam sekaligus keterkejutan bagi keluarga dan rekan kerja yang masih sempat bertegur sapa dengannya di waktu subuh.
Suasana haru mengiringi keberangkatan jenazah dari rumah duka di Perumahan Gabriella sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah disalatkan di Masjid As-Su’adaa, Jalan Kartini, almarhum diantarkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Melayu, Jalan Cempaka. Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, bersama istri, dr. Evariani, serta Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari turut hadir memberikan penghormatan terakhir di pemakaman.
Berdasarkan riwayat hidup yang dibacakan oleh Sekda Budiono Wirawan, almarhum Pudi Adji merupakan birokrat ulung yang mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan publik. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sepanjang kariernya, ia telah mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari Kabid Fisik dan Prasarana Bappeda, Kabid di BKPSDM, Camat, Kabag Pemerintahan, hingga akhirnya memimpin Dinas Perhubungan. Dedikasi tanpa pamrih ini pun telah diganjar dengan penghargaan Satyalancana Karya Satya untuk pengabdian 10, 20, dan 30 tahun.
Ditemui seusai prosesi pemakaman, Wali Kota dr. Aminuddin tidak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya. “Sejumlah rekan bahkan masih sempat berkomunikasi dengan almarhum subuh tadi. Makanya kita sangat terkejut. Kita doakan semoga almarhum husnul khotimah dan diampuni segala dosa-dosanya,” ungkap Dokter Amin dengan nada penuh duka.
Di mata Dokter Amin, Pudi Adji bukan sekadar pejabat struktural, melainkan sosok visioner yang terus memikirkan kemajuan kota. Salah satu warisan pemikiran almarhum yang tengah dirintis adalah digitalisasi layanan publik melalui sistem perparkiran elektronik di Kota Probolinggo.
“Semua bisa dikatakan bersaksi bahwa beliau ini orang baik. Masih banyak program yang sudah dicanangkan oleh beliau, seperti ingin menjadikan perparkiran di Kota Probolinggo ini menjadi perparkiran elektronik,” kenang Wali Kota.
Mengakhiri penyataannya, Wali Kota berharap agar segala dedikasi, integritas, dan rencana baik yang telah dicanangkan almarhum selama hidupnya dapat dicatat sebagai amal jariah yang menerangi jalannya di alam kubur. Seluruh masyarakat pun diajak untuk bersama-sama melangitkan doa terbaik bagi sang konseptor transportasi kota ini.
Penulis : Moch Solihin







