PROBOLINGGO – Angin segar berembus bagi para peternak ikan air tawar di Kabupaten Probolinggo. Langkah nyata untuk mendongkrak produktivitas dilakukan lewat Workshop Teknis Budidaya Perikanan Air Tawar di rumah Ketua Pokdakan Nyiur Cangka, Desa Pondok Wuluh, Kecamatan Leces, Selasa (11/8/2026).
Acara ini merupakan hasil kolaborasi taktis antara Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur melalui UPT PTKP3. Sebanyak 20 pembudidaya tangguh dari Pokdakan Nyiur Cangka (Leces) dan Pokdakan Lord Farm (Tegalsiwalan) hadir menyerap ilmu baru.Di sini, mereka tidak hanya duduk mendengarkan teori. Peserta dibekali keterampilan komprehensif mulai dari penyiapan media, manajemen kualitas air, seleksi benih unggul, hingga efisiensi pakan.
Bukan sekadar formalitas, workshop langsung ditutup dengan aksi nyata. Pemerintah menyerahkan bantuan stimulus berupa 5.000 ekor benih ikan lele, 50 kg pakan ukuran kecil, dan 150 kg pakan ukuran besar.Kepala Bidang Perikanan Budidaya Diskan Kabupaten Probolinggo, Wahid Noor Aziz, menegaskan bahwa ilmu dan bantuan ini harus menjadi bahan bakar kemandirian peternak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penerapan teknik budidaya yang baik harus dilakukan secara konsisten. Bantuan yang diberikan harus diikuti dengan penerapan ilmu yang diperoleh. Jangan hanya mengandalkan bantuan, tetapi bagaimana bantuan tersebut bisa dikembangkan sehingga menghasilkan produksi dan memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok,” ujar Wahid tegas.
Wahid menambahkan, tiga pilar utama keberhasilan budidaya ada pada pengelolaan air, pemilihan benih sehat, dan ketepatan pakan. Melalui pendampingan ini, kelompok tani diharapkan tidak lagi sekadar pasrah pada alam, melainkan mampu memitigasi risiko gagal panen lewat teknologi.
“Harapan kami, Pokdakan Nyiur Cangka maupun Pokdakan Lord Farm dapat semakin mandiri, mampu meningkatkan produksi dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap kesejahteraan anggotanya,” pungkas Wahid.
Sinergi pelatihan teknis dan bantuan sarana ini menjadi strategi jitu Kabupaten Probolinggo. Targetnya jelas: mengubah pembudidaya lokal menjadi motor penggerak ketahanan pangan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Penulis : Moch Solihin







