SUMENEP, Detikzone.id — Di tengah kehidupan yang terus berjalan, masih ada warga yang harus melewati hari tanpa kepastian penghasilan. Kondisi itu kembali ditemui dalam perjalanan Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id yang memasuki hari ke-75, Sabtu (15/8/2026).
Kali ini, bantuan kembali disalurkan kepada seorang janda lanjut usia di Kabupaten Sumenep yang tidak memiliki penghasilan tetap. Keterbatasan ekonomi membuat pemenuhan kebutuhan sehari-hari menjadi persoalan yang harus dihadapi dari waktu ke waktu.
Bagi warga yang memiliki penghasilan tetap, kebutuhan makan dan keperluan harian mungkin menjadi bagian dari rutinitas. Namun, bagi mereka yang tidak memiliki sumber pendapatan, kebutuhan tersebut harus dipenuhi dengan kemampuan yang terbatas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi inilah yang menjadi salah satu sasaran Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id.
Selama 75 hari, program tersebut terus bergerak menyusuri kehidupan masyarakat di Kabupaten Sumenep. Sejumlah kelompok telah menjadi penerima manfaat, mulai dari lansia, janda tua, anak yatim, penyandang disabilitas, abang becak, pemulung, buruh harian hingga keluarga dhuafa.
Setiap penyaluran mempertemukan tim dengan kondisi masyarakat yang berbeda. Ada warga yang masih berusaha bekerja meski penghasilannya tidak menentu, ada pula yang sudah lanjut usia sehingga tidak lagi mampu bekerja seperti sebelumnya.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan program tersebut dijalankan dengan prinsip berbagi sesuai kemampuan, tanpa harus menunggu memiliki kelebihan harta.
“Jangan menunggu kaya untuk bersedekah. Jangan menunggu punya banyak untuk berbagi. Kalau kita memiliki sedikit dan sedikit itu bisa membantu orang lain, maka jangan takut untuk memberikannya,” ujarnya.
Menurutnya, angka 75 hari bukan sekadar pencapaian, tetapi menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap masyarakat membutuhkan konsistensi.
“Yang kami jaga bukan sekadar angka 75 hari. Yang kami jaga adalah keikhlasan dan konsistensi. Semoga setiap langkah kecil yang dilakukan bisa memberikan manfaat bagi mereka yang kami temui,” katanya.
Program Sedekah Setiap Hari menjadi bagian dari semangat Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim yang dikembangkan Detikzone.id.
Melalui kegiatan tersebut, aktivitas jurnalistik tidak hanya diarahkan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk menemukan dan memperkenalkan persoalan sosial yang dihadapi warga.
Selain sedekah harian, Detikzone.id juga menjalankan sejumlah kegiatan sosial, antara lain santunan anak yatim, bantuan pendidikan, bantuan biaya pengobatan, ambulans gratis, rumah singgah keluarga pasien, wakaf Al-Qur’an, pembangunan musala, pembagian sembako, serta bantuan bagi warga yang tertimpa musibah.
Detikzone.id juga tengah mempersiapkan Program Rumah Makan Gratis bagi kaum dhuafa di Kabupaten Sumenep.
Jurnalis yang identik dengan kopiah hitamnya ini menyampaikan apresiasi kepada keluarga dan orang orang baik yang selama ini ikut mendukung keberlangsungan kegiatan tersebut.
“Program ini bukan milik satu orang. Ini perjalanan kita bersama. Setiap dukungan dari keluarga dan orang-orang baik telah menjadi bagian dari kebaikan yang sampai kepada masyarakat,” ungkapnya.
Memasuki hari ke-75, perjalanan Program Sedekah Setiap Hari belum berakhir.
Masih ada masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan membutuhkan perhatian. Karena itu, program tersebut akan terus dilanjutkan dengan menyasar warga yang dinilai membutuhkan bantuan.
Bagi penerima, bantuan yang diberikan mungkin tidak menyelesaikan seluruh persoalan ekonomi. Namun, kepedulian tersebut setidaknya dapat membantu memenuhi kebutuhan dalam waktu tertentu.
Di tengah kehidupan yang serba cepat, keberadaan warga yang hidup dalam keterbatasan kerap luput dari perhatian.
Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id mencoba mendatangi mereka secara langsung. 75 hari telah berlalu. Namun, bagi mereka yang masih menunggu uluran tangan, perjalanan kepedulian belum selesai.
Penulis : Nur Hartatiik






