SANGKAPURA — Kisah Legenda Roro Jonggrang menjadi salah satu penampilan yang mencuri perhatian dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Sangkapura. Pementasan spektakuler tersebut dibawakan UPT SDN 357 Gresik dengan melibatkan pelajar, wali murid, dan alumni di Alun-Alun Sangkapura, Senin (17/8/2026).
Mengangkat cerita rakyat yang lekat dengan budaya Jawa, pementasan Roro Jonggrang disajikan dalam bentuk pertunjukan seni yang memadukan akting, karakter tokoh, serta suasana cerita legenda nusantara. Para pemain tampil penuh semangat sehingga mampu menarik perhatian peserta upacara dan masyarakat yang menyaksikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kisah Roro Jonggrang sendiri menceritakan seorang putri Kerajaan Prambanan yang dikenal memiliki kecantikan dan kecerdikan. Cerita berkembang ketika Roro Jonggrang dihadapkan pada permintaan Bandung Bondowoso yang ingin mempersuntingnya. Untuk menggagalkan keinginan tersebut, Roro Jonggrang mengajukan syarat agar Bandung Bondowoso membangun seribu candi hanya dalam satu malam.
Syarat tersebut kemudian menjadi bagian paling dikenal dalam legenda Roro Jonggrang. Dengan kesaktiannya dan bantuan pasukan jin, Bandung Bondowoso hampir berhasil menyelesaikan seribu candi sebelum matahari terbit. Namun, Roro Jonggrang bersama masyarakat melakukan siasat dengan membuat suasana seolah-olah pagi telah tiba.
Siasat tersebut membuat Bandung Bondowoso menghentikan pekerjaannya sebelum jumlah candi mencapai seribu. Mengetahui dirinya telah ditipu, Bandung Bondowoso murka dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu untuk melengkapi candi yang belum selesai.
Legenda tersebut kemudian diangkat menjadi pertunjukan oleh para siswa UPT SDN 357 Gresik. Pementasan tidak hanya menjadi hiburan dalam perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi media bagi para pelajar untuk mengenal cerita rakyat dan warisan budaya Indonesia.
Kepala UPT SDN 357 Gresik, Moh. Muhajir, mengatakan pihak sekolah mempersiapkan pementasan tersebut secara serius dengan melibatkan pelatih dari Yogyakarta.
“Kami mendatangkan pelatih langsung dari Yogyakarta untuk membantu melatih dan mempersiapkan anak-anak, para wali murid serta alumni dalam pementasan Legenda Roro Jonggrang,” ujarnya.
Ia menegaskan, keterlibatan pelatih tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pementasan sekaligus memberikan pengalaman seni kepada para pelajar. Persiapan juga melibatkan wali murid dan alumni sehingga pertunjukan menjadi hasil kolaborasi antara sekolah dan keluarga besar UPT SDN 357 Gresik.
Pementasan Legenda Roro Jonggrang menjadi warna tersendiri dalam perayaan HUT ke-81 RI di Sangkapura. Selain menyemarakkan suasana kemerdekaan, pertunjukan tersebut turut memperkenalkan kembali cerita rakyat kepada generasi muda sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dapat terus dihidupkan melalui seni pertunjukan.







