SUMENEP, Detikzone.id — Jarak ribuan kilometer tak menjadi penghalang bagi rasa kemanusiaan. Ketika saudara sebangsa di Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi cobaan akibat bencana gempa bumi, kepedulian justru bergerak dari Kabupaten Sumenep.
Semangat itu terlihat dalam Apel Jam Pimpinan yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa bumi di NTT, yang dipimpin langsung Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., di Lapangan Tribrata Polresta Sumenep, Kamis (20/8/2026).
Apel tersebut diikuti Wakapolresta Sumenep, para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, perwira, bintara, ASN Polri, serta seluruh personel Polresta Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana apel berlangsung khidmat. Namun, kegiatan itu bukan sekadar rutinitas kedinasan. Di balik barisan personel kepolisian, terselip pesan kuat bahwa musibah di satu daerah adalah duka bersama sebagai sesama anak bangsa.
Kapolresta Sumenep menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah ikut berpartisipasi dalam penggalangan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan wujud empati dan solidaritas keluarga besar Polresta Sumenep terhadap masyarakat yang sedang menghadapi cobaan.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kami kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Semoga bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban para korban serta menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit kembali,” ujar Kombes Pol Ariek Indra Sentanu.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta secara simbolis menyerahkan bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari kontribusi personel Polresta Sumenep beserta jajaran.
Selanjutnya, bantuan tersebut akan disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa melalui mekanisme yang telah ditentukan.
Bagi Polresta Sumenep, kepedulian terhadap korban bencana tidak berhenti pada bantuan materi. Aksi tersebut juga menjadi bentuk kehadiran Polri dalam membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Kapolresta juga mengingatkan seluruh personel agar tidak melupakan tugas utama sebagai pelayan masyarakat. Disiplin, profesionalisme, dan kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan.
Menurutnya, kehadiran Polri harus mampu memberikan manfaat dan solusi, bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan rasa aman, tetapi juga ketika mereka membutuhkan dukungan dalam situasi kemanusiaan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian memiliki dimensi yang luas. Menjaga keamanan memang menjadi kewajiban, tetapi kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian dari pengabdian.
Dari Sumenep, sebuah pesan solidaritas dikirimkan kepada NTT: ketika bencana datang dan saudara sebangsa membutuhkan pertolongan, jarak bukan alasan untuk berpaling.
Polresta Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, baik melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban maupun lewat aksi sosial dan kemanusiaan.
Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Polri yang humanis, dekat dengan masyarakat, dan hadir ketika bangsa sedang membutuhkan kekuatan kebersamaan.







