Oemar Bakri” Curi Perhatian, SDN Panaongan III Kembali Naik Podium Karnaval HUT RI ke-81

Rabu, 19 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASONGSONGAN — Ada yang berbeda dari penampilan kontingen SDN Panaongan III pada lomba karnaval dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Pasongsongan, Rabu (19/8/2026).

Bukan hanya kemeriahan kostum dan kekompakan peserta yang menjadi perhatian. Sosok sederhana dengan sepeda ontel, kacamata, tas, buku pelajaran, serta pompa sepeda justru menjadi salah satu pusat perhatian sepanjang perjalanan karnaval.

Dialah “Oemar Bakri”, sosok guru legendaris yang diperankan secara totalitas oleh guru PAI SDN Panaongan III, Abu Siri, S.Ag.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan sepeda ontelnya, Abu Siri tampil layaknya seorang guru tempo dulu yang sedang menjalankan tugas pengabdiannya. Sesekali ia berhenti di tengah perjalanan untuk memompa ban sepeda. Setelah itu, ia membetulkan kacamatanya, membuka buku pelajaran, bahkan sesekali mengeluarkan pulpen jadul seolah-olah hendak memulai aktivitas mengajar.

Aksi spontan tersebut sontak mengundang gelak tawa sekaligus perhatian para penonton. Sosok “Oemar Bakri” seakan menjadi magnet tersendiri di tengah barisan kontingen SDN Panaongan III.

Namun di balik kelucuannya, karakter Oemar Bakri ternyata menyimpan pesan yang cukup dalam.

Sosok guru sederhana dengan sepeda ontel itu menjadi gambaran tentang keteguhan seorang guru dalam mengabdi. Ia mengingatkan pada realitas sebagian guru di daerah terpencil yang tetap bertahan mendidik anak-anak bangsa selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, dengan segala keterbatasan yang ada.

Menariknya, konsep Oemar Bakri tersebut ternyata tidak dirancang sejak awal.

Kepala SDN Panaongan III Agus Sugianto, S.Pd yang ikonik dengan blangkonnya, menjelaskan bahwa ide tersebut muncul secara spontan setelah dirinya berdiskusi singkat dengan Abu Siri, S.Ag.

“Konsep Oemar Bakri ini sebenarnya tidak kami rencanakan sebelumnya. Mengalir begitu saja setelah saya berdiskusi sebentar dengan Pak Abu Siri. Ternyata ketika ditampilkan, respons masyarakat luar biasa,” ungkapnya setelah melepas sendiri kontingen SDN Panaongan III di garis start sebagai Koordinator Bidang Seni pada Perayaan HUT Kemerdekaan ke 81 RI kali ini.

Kontingen SDN Panaongan III sendiri diberangkatkan dari Lapangan Sawunggaling Pasongsongan dan menempuh rute karnaval hingga garis finish di Eks Kantor UPT Pendidikan Kecamatan Pasongsongan.

Lomba karnaval tersebut secara resmi dilepas oleh Kapolsek Pasongsongan Iptu Haryanto, S.H., yang mewakili Forpimka Kecamatan Pasongsongan.

Di penghujung perlombaan, perjuangan kontingen SDN Panaongan III kembali membuahkan hasil. Sekolah tersebut berhasil meraih Juara III lomba karnaval tingkat Kecamatan Pasongsongan.

Prestasi tersebut sekaligus memperpanjang catatan positif SDN Panaongan III. Dalam tiga tahun terakhir, sekolah tersebut secara konsisten mampu bertahan di tiga besar kejuaraan karnaval tingkat Kecamatan Pasongsongan.

Bagi SDN Panaongan III, keberhasilan tersebut bukan semata-mata tentang piala.

Ada kerja keras, kreativitas, kekompakan dan kebersamaan yang dibangun jauh sebelum rombongan bergerak meninggalkan garis start.

Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dan wali murid bergandengan tangan mempersiapkan seluruh kebutuhan kontingen. Mereka bahu-membahu, bekerja dengan totalitas, tanpa mengenal lelah dan tidak mudah menyerah demi memberikan pengalaman terbaik bagi putra-putri mereka.

Di tengah hiruk-pikuk karnaval, sosok “Oemar Bakri” akhirnya menjadi lebih dari sekadar tokoh lucu yang menghibur penonton.

Ia hadir sebagai simbol sederhana tentang guru, pengabdian dan keteguhan hati.

Sepeda ontelnya boleh tua. Kacamatanya boleh jadul. Bukunya boleh lusuh. Namun pesan yang dibawanya tetap relevan: bahwa menjadi guru bukan sekadar tentang mengajar di dalam kelas, tetapi tentang kesediaan untuk terus berjalan, meski jalan pengabdian tidak selalu mudah.

Dan pada karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini, SDN Panaongan III kembali membuktikan bahwa kreativitas yang lahir dari kebersamaan mampu membawa sekolah kecil itu tetap berdiri gagah di atas podium.

Oemar Bakri boleh kembali mengayuh sepeda ontelnya. Tetapi semangat para guru untuk terus mengabdi, akan selalu melaju lebih jauh.

Berita Terkait

Bukan Sekadar Formalitas Kertas: DPUPR Probolinggo Genjot Jasa Konstruksi Lokal Kuasai TKDN
Darurat Narkoba: Langkah Nyata Kapolri dan Tanggung Jawab Bersama Seluruh Bangsa
Ironi Gapura Selamat Datang Pemalang: Tumpukan Sampah Jadi Pemandangan Pertama, DLH Janji Bertindak
Komitmen Tanpa Kompromi Yakuza Maneges: Amankan dan Serahkan Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Kediri ke Polisi
Haji Her Pamekasan Buka Cabang Imawa di Bali, Kejutan Dua Hadiah Umrah Bikin Suasana Haru
Tamansari Bersholawat! Parade Istimewa LASQI Kabupaten Bogor, 8 Desa Unjuk Bakat, Qasidah Nurul Hidayah Raih Juara Pertama
Komitmen Sosial Kemanusiaan, Yakuza Maneges S&S Salurkan Air Bersih untuk 300 Warga Nyemoh Timur Semarang
Sinergi Humanis di Jalur Samsat Kraksaan: Saat Ketertiban dan Pajak Dikemas Tanpa Sekat

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Bukan Sekadar Formalitas Kertas: DPUPR Probolinggo Genjot Jasa Konstruksi Lokal Kuasai TKDN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Darurat Narkoba: Langkah Nyata Kapolri dan Tanggung Jawab Bersama Seluruh Bangsa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Ironi Gapura Selamat Datang Pemalang: Tumpukan Sampah Jadi Pemandangan Pertama, DLH Janji Bertindak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Komitmen Tanpa Kompromi Yakuza Maneges: Amankan dan Serahkan Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Kediri ke Polisi

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Haji Her Pamekasan Buka Cabang Imawa di Bali, Kejutan Dua Hadiah Umrah Bikin Suasana Haru

Berita Terbaru