Ironi Gapura Selamat Datang Pemalang: Tumpukan Sampah Jadi Pemandangan Pertama, DLH Janji Bertindak

Kamis, 15 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, Detikzone.id – Gapura selamat datang semestinya menjadi simbol keramahan sekaligus cerminan wajah sebuah daerah. Namun, kondisi di pintu masuk Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, justru memunculkan ironi. Tumpukan sampah di bawah gapura menjadi pemandangan yang menyambut warga maupun pendatang yang memasuki wilayah tersebut.

Kondisi itu memunculkan sorotan terhadap kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah di Kabupaten Pemalang. Kawasan yang semestinya memberikan kesan pertama yang baik justru dihadapkan pada persoalan sampah yang terlihat di ruang publik.

Sorotan tersebut disampaikan Indra Bayu (34), warga Kecamatan Taman yang telah bekerja selama 10 tahun di Okinawa, Jepang. Berdasarkan pengalamannya tinggal di Negeri Sakura, ia menilai kebersihan lingkungan di Pemalang masih membutuhkan perhatian serius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di Okinawa, Jepang, dan kota-kota lainnya di Jepang, tidak ada tumpukan atau ceceran sampah di tempat umum. Ini saya lihat di bawah gapura selamat datang Kota Pemalang. Tumpukan sampah seperti menyambut kedatangan orang yang masuk Kota Pemalang,” ujar Indra, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan. Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya harus berjalan beriringan dengan sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah yang memadai.

Keberadaan sampah di kawasan pintu masuk daerah, lanjutnya, patut menjadi perhatian karena lokasi tersebut dapat membentuk kesan awal bagi masyarakat yang berkunjung maupun melintas di Pemalang.

Drainase Ikut Disorot

Tak hanya persoalan sampah, Indra juga menyoroti kondisi sejumlah saluran drainase di Pemalang yang menurut pengamatannya mengalami penyumbatan dan dipenuhi genangan air bercampur lumpur hitam.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan saluran air di lingkungan tempat tinggal warga Okinawa, Jepang, yang menurut pengalamannya banyak terawat dengan baik.

“Di Okinawa, Jepang, saluran air atau got di depan rumah tidak ada yang mampet seperti di sini. Bahkan, banyak terdapat ikan mas berenang di saluran air atau got di depan rumah warga,” tuturnya.

Pengalaman tersebut menjadi pembanding sekaligus pengingat bahwa kebersihan lingkungan membutuhkan kedisiplinan masyarakat, pemeliharaan infrastruktur, serta keterlibatan aktif pemerintah daerah.

Pembenahan, menurutnya, perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pengangkutan sampah secara rutin, pengawasan terhadap titik pembuangan liar, pemeliharaan saluran drainase, hingga edukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan.

DLH Pemalang Janji Tindak Lanjuti

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang, Drs. Ahmady Stiawan Widatmojo, AP., M.M., saat dikonfirmasi mengenai tumpukan sampah di bawah gapura selamat datang, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Akan segera kita tindak lanjuti tumpukan sampah tersebut,” ujarnya singkat.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian masyarakat yang berharap adanya penanganan nyata di lapangan. Pembersihan lokasi diperlukan agar tumpukan sampah tidak terus menjadi pemandangan bagi warga dan pendatang yang melintas di kawasan tersebut.

Lebih dari sekadar membersihkan satu titik, persoalan ini menjadi pengingat bahwa wajah sebuah daerah juga tercermin dari kebersihan lingkungan dan kepedulian bersama.

Pemerintah daerah, petugas kebersihan, dan masyarakat perlu bersinergi agar pengelolaan sampah berjalan lebih tertib, saluran drainase terpelihara, serta titik-titik rawan pembuangan sampah liar mendapat pengawasan.

Kini, masyarakat menantikan tindak lanjut DLH Kabupaten Pemalang terhadap kondisi di bawah gapura selamat datang tersebut. Harapannya, kawasan itu segera kembali bersih dan tertata sehingga mampu mencerminkan wajah daerah yang layak dibanggakan.

Jangan sampai gapura bertuliskan “Selamat Datang” justru menghadirkan pemandangan yang berlawanan dengan pesan keramahan yang ingin disampaikan.

 

Berita Terkait

Komitmen Tanpa Kompromi Yakuza Maneges: Amankan dan Serahkan Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Kediri ke Polisi
Haji Her Pamekasan Buka Cabang Imawa di Bali, Kejutan Dua Hadiah Umrah Bikin Suasana Haru
Tamansari Bersholawat! Parade Istimewa LASQI Kabupaten Bogor, 8 Desa Unjuk Bakat, Qasidah Nurul Hidayah Raih Juara Pertama
Komitmen Sosial Kemanusiaan, Yakuza Maneges S&S Salurkan Air Bersih untuk 300 Warga Nyemoh Timur Semarang
Sinergi Humanis di Jalur Samsat Kraksaan: Saat Ketertiban dan Pajak Dikemas Tanpa Sekat
LSM RATU Kecam Somasi Pemilik Soto Mantenan ke Pedagang Pukis Mantenan, Desak Pemkot Kediri Hadir
Rutan Jakarta Pusat Gandeng STT Kingdom Jakarta Gelar Program D1 Teologi bagi Warga Binaan
PN Pemalang Mengeluarkan Penetapan, 2 ABH Kasus Pelajar SD Meninggal Dititipkan di LPKS 6 Bulan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Ironi Gapura Selamat Datang Pemalang: Tumpukan Sampah Jadi Pemandangan Pertama, DLH Janji Bertindak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Komitmen Tanpa Kompromi Yakuza Maneges: Amankan dan Serahkan Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Kediri ke Polisi

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Haji Her Pamekasan Buka Cabang Imawa di Bali, Kejutan Dua Hadiah Umrah Bikin Suasana Haru

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Tamansari Bersholawat! Parade Istimewa LASQI Kabupaten Bogor, 8 Desa Unjuk Bakat, Qasidah Nurul Hidayah Raih Juara Pertama

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:42 WIB

Komitmen Sosial Kemanusiaan, Yakuza Maneges S&S Salurkan Air Bersih untuk 300 Warga Nyemoh Timur Semarang

Berita Terbaru