SAMPANG, Detikzone.id — Pesisir Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kembali dihadapkan pada persoalan lingkungan yang tak kunjung tuntas.
Tumpukan sampah plastik terlihat memenuhi sejumlah titik di sepanjang garis pantai, bahkan hingga kawasan sekitar dermaga Pulau Mandangin. Pemandangan pesisir yang seharusnya menjadi wajah pulau justru dipenuhi limbah yang terbawa arus dan diduga sebagian berasal dari aktivitas warga.
Pantauan di lokasi, sampah plastik tampak berserakan dan menumpuk di bibir pantai. Jika dibiarkan, kondisi tersebut bukan hanya merusak keindahan kawasan pesisir, tetapi juga berpotensi mengancam ekosistem laut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sampah plastik yang terus terpapar lingkungan laut juga berisiko terurai menjadi mikroplastik. Persoalan itu menjadi semakin serius karena kawasan pesisir Pulau Mandangin berhubungan langsung dengan aktivitas masyarakat dan ekosistem perairan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perumahan dan Permukiman (DLH Perkim) Kabupaten Sampang, Faisol Ansori, mengatakan sampah yang menumpuk di pesisir Pulau Mandangin sebagian diduga merupakan sampah kiriman dari wilayah lain yang terbawa arus laut.
Namun, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Pengangkutan sampah disebut tetap dilakukan secara berkala.
“Terkait sampah tersebut, kami mengupayakan untuk diangkut secara berkala. Kami beberapa tahun lalu sudah bersurat ke DLH, Dinas Kelautan dan Dinas Perhubungan Provinsi untuk bersama-sama menyelesaikan masalah sampah di lokasi itu,” ujar Faisol Ansori kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).
Di balik persoalan sampah kiriman, terdapat pula persoalan lain yang tidak kalah mengkhawatirkan. Sebagian sampah diduga berasal dari perilaku warga yang masih membuang sampah ke laut.
Kondisi ini membuat persoalan sampah di Pulau Mandangin seperti lingkaran yang terus berulang. Sampah datang bersama arus, sementara sebagian lainnya muncul dari aktivitas manusia di sekitar kawasan pesisir.
Jika tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan, bukan tidak mungkin pesisir Pulau Mandangin semakin terbebani sampah plastik.
Karena itu, penanganan persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, pemerintah provinsi, masyarakat, hingga pihak terkait di sektor kelautan dan perhubungan dinilai perlu duduk bersama mencari solusi yang tidak hanya bersifat sementara.
Pengangkutan sampah penting dilakukan, tetapi pencegahan dari sumbernya juga menjadi kunci. Edukasi kepada masyarakat tentang bahaya membuang sampah ke laut harus diperkuat agar pesisir Pulau Mandangin tidak terus menjadi tempat berkumpulnya limbah plastik.
Pesisir adalah halaman depan pulau. Ketika halaman itu dipenuhi sampah, yang dipertaruhkan bukan sekadar keindahan, melainkan juga masa depan ekosistem laut dan kehidupan masyarakat yang bergantung padanya.







