Unitomo Dorong Ekonomi Pesisir Kedungpandan lewat Teknologi Hasil Laut

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Unitomo mendampingi masyarakat Desa Kedungpandan, Sidoarjo, dalam praktik penggunaan mesin pengering dry room infrared untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pengolahan hasil laut. Foto: Ul

Tim Unitomo mendampingi masyarakat Desa Kedungpandan, Sidoarjo, dalam praktik penggunaan mesin pengering dry room infrared untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pengolahan hasil laut. Foto: Ul

Sidoarjo – Potensi hasil laut di Desa Kedungpandan, Kabupaten Sidoarjo, terus didorong menjadi sumber penguatan ekonomi masyarakat. Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) hadir melalui program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) dengan memperkenalkan inovasi teknologi dalam budidaya dan pengolahan hasil laut.

Program bertajuk “PDB Penguatan Perekonomian Masyarakat Desa melalui Pengolahan Hasil-Hasil Laut Berbasis Inovasi Teknologi di Desa Kedungpandan Sidoarjo” tersebut mendapat pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.

Salah satu kegiatan utama program itu adalah pendampingan dan praktik teknik budidaya rumput laut yang baik dan benar. Tim Unitomo tidak hanya memperkenalkan teknologi, tetapi juga mendampingi masyarakat agar pengetahuan tersebut dapat langsung diterapkan dalam kegiatan produksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi sejumlah persoalan dalam pengembangan usaha hasil laut, mulai dari produktivitas budidaya yang belum optimal hingga efisiensi produksi dan pengelolaan hasil panen.

Praktik teknik budidaya rumput laut yang baik dan benar melalui pendampingan tim Unitomo kepada masyarakat Desa Kedungpandan, Sidoarjo. Foto: Ul

Ketua Pemberdayaan Desa Binaan Unitomo, Prof. Dr. Ir. Fadjar Kurnia Hartati, M.P., mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan inovasi yang dikembangkan tidak berhenti sebagai pengetahuan akademik, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Program ini merupakan bentuk nyata kontribusi Unitomo dalam menjembatani inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Kami ingin teknologi yang dikembangkan tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi benar-benar dapat diterapkan dan memberikan dampak terhadap produktivitas serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Prof. Fadjar saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (20/8/2026).

Tidak berhenti pada aspek budidaya, masyarakat juga mendapatkan pendampingan dalam pengelolaan usaha dan pengembangan produk. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil laut sekaligus membuka peluang usaha baru.

Rumput laut menjadi salah satu komoditas yang dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan di Kedungpandan. Melalui peningkatan kualitas budidaya dan pengolahan, hasil yang sebelumnya hanya dijual sebagai bahan mentah dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Karena itu, Unitomo mendorong masyarakat melakukan diversifikasi produk. Pengolahan hasil rumput laut menjadi produk turunan diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai jual, tetapi juga memperluas pasar dan peluang pendapatan masyarakat.

“Harapannya, teknologi ini dapat menjadi solusi yang mudah diterapkan oleh masyarakat dan memberikan dampak jangka panjang. Ketika produktivitas meningkat, kualitas hasil semakin baik, dan nilai tambah produk berkembang, maka peluang peningkatan pendapatan masyarakat juga semakin besar,” kata Prof. Fadjar.

Melalui program PDB tersebut, Unitomo menempatkan perguruan tinggi bukan sekadar sebagai pemberi pengetahuan, tetapi sebagai mitra masyarakat dalam menemukan dan menerapkan solusi berbasis teknologi.

Kolaborasi dengan pemerintah desa serta pemangku kepentingan lainnya juga diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program. Dengan demikian, inovasi budidaya dan pengolahan hasil laut tidak berhenti pada kegiatan pendampingan, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat pesisir Desa Kedungpandan.

Penulis : Fadjar Kurnia Hartati

Editor : Rosikhutul Muarofah

Berita Terkait

SDN Pasongsongan I Tembus Semifinal ISCO PEDIYAH, Dukungan KKKS dan Pengawas Jadi Suntikan Semangat Menuju Final
Bukan Sekadar Formalitas Kertas: DPUPR Probolinggo Genjot Jasa Konstruksi Lokal Kuasai TKDN
Darurat Narkoba: Langkah Nyata Kapolri dan Tanggung Jawab Bersama Seluruh Bangsa
Ironi Gapura Selamat Datang Pemalang: Tumpukan Sampah Jadi Pemandangan Pertama, DLH Janji Bertindak
SALMAN di SDN Padangdangan I: Ketika Sapaan Pagi Menjadi Awal Pendidikan yang Memanusiakan
Komitmen Tanpa Kompromi Yakuza Maneges: Amankan dan Serahkan Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Kediri ke Polisi
FIKOM Unitomo Surabaya Gandeng PERHUMAS, Mahasiswa Dibekali Strategi Hadapi Krisis Komunikasi
Puskesmas Sangkapura Gresik Turun ke Sekolah, Siswa MINU 17 Patarselamat Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis 
Unitomo menerapkan inovasi teknologi budidaya dan pengolahan hasil laut untuk meningkatkan produktivitas serta ekonomi masyarakat Kedungpandan, Sidoarjo.

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:56 WIB

SDN Pasongsongan I Tembus Semifinal ISCO PEDIYAH, Dukungan KKKS dan Pengawas Jadi Suntikan Semangat Menuju Final

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Bukan Sekadar Formalitas Kertas: DPUPR Probolinggo Genjot Jasa Konstruksi Lokal Kuasai TKDN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Darurat Narkoba: Langkah Nyata Kapolri dan Tanggung Jawab Bersama Seluruh Bangsa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Ironi Gapura Selamat Datang Pemalang: Tumpukan Sampah Jadi Pemandangan Pertama, DLH Janji Bertindak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:15 WIB

SALMAN di SDN Padangdangan I: Ketika Sapaan Pagi Menjadi Awal Pendidikan yang Memanusiakan

Berita Terbaru