SUMENEP –– Program Sedekah Tanpa Putus yang digagas Detikzone.id terus berjalan sebagai bagian dari gerakan sosial di Kabupaten Sumenep. Memasuki hari ke-92 pada Selasa (1/9/2026), program tersebut menjadi wujud konsistensi dalam menghadirkan kepedulian bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selama lebih dari tiga bulan, program ini terus dilakukan dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Penerima manfaat berasal dari berbagai latar belakang dan kondisi sosial.
Mulai dari anak yatim, janda dhuafa, lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, warga yang sedang sakit, hingga masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Detikzone.id, perjalanan selama 92 hari bukan sekadar persoalan mencatat jumlah hari. Konsistensi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kepedulian agar tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan sesaat.
Program Sedekah Tanpa Putus dibangun dari semangat sederhana, yakni berbagi sesuai kemampuan dan dilakukan secara berkelanjutan.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan program tersebut akan terus dijalankan secara bertahap sesuai dengan kemampuan.
“Program ini kami jalankan setiap hari. Kami terus menyisihkan sebagian rezeki untuk diberikan kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Detikzone.id untuk mengambil peran dalam persoalan sosial di tengah masyarakat.
Sebagai perusahaan media, kata dia, Detikzone.id tidak hanya memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga memiliki ruang untuk membangun kepedulian dan menghadirkan manfaat secara langsung.
“Jurnalisme kebaikan bagi kami bukan sekadar memberitakan kebaikan orang lain, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat sesuai kemampuan,” katanya.
92 Hari Menjaga Konsistensi
Memasuki hari ke-92, Program Sedekah Tanpa Putus menjadi salah satu bentuk konsistensi Detikzone.id dalam menjalankan kegiatan sosial.
Lebih dari tiga bulan berjalan, program tersebut terus diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Bagi Detikzone.id, kepedulian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Berbagi dari apa yang dimiliki, meskipun sederhana, dapat menjadi berarti ketika dilakukan secara konsisten.
Karena itu, Program Sedekah Tanpa Putus tidak menjadikan besarnya bantuan sebagai ukuran utama. Nilai yang ingin dibangun adalah keberlanjutan dan kepedulian terhadap sesama.
Setiap penerima manfaat memiliki kondisi dan persoalan yang berbeda. Ada yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ada yang menghadapi keterbatasan ekonomi, dan ada pula yang sedang berada dalam kondisi sulit akibat persoalan kesehatan maupun musibah.
Melalui program tersebut, Detikzone.id berupaya hadir sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Dari Jurnalisme Informasi ke Jurnalisme Empati
Bagi Detikzone.id, aktivitas jurnalistik pada dasarnya tidak hanya berhenti pada proses mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Media juga memiliki ruang untuk melihat persoalan sosial secara lebih dekat dan menghadirkan perspektif kemanusiaan dalam menjalankan tugasnya.
Semangat itulah yang kemudian menjadi bagian dari konsep jurnalisme empati yang terus didorong Detikzone.id.
Jurnalisme empati tidak berarti mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik. Sebaliknya, kepedulian sosial berjalan berdampingan dengan tanggung jawab media dalam menyampaikan informasi secara faktual, berimbang, dan bertanggung jawab.
Melalui berbagai kegiatan sosial, Detikzone.id ingin menunjukkan bahwa media dapat menjadi bagian dari masyarakat, bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pihak yang ikut merasakan dan merespons persoalan sosial di sekitarnya.
Tak Hanya Sedekah Setiap Hari
Program Sedekah Tanpa Putus merupakan salah satu kegiatan sosial yang dijalankan Detikzone.id.
Selain program tersebut, sejumlah kegiatan sosial juga telah dan tengah dipersiapkan, di antaranya santunan anak yatim, bantuan pendidikan, bantuan biaya pengobatan, rumah singgah bagi keluarga pasien, wakaf Al-Qur’an, pembagian sembako, serta bantuan bagi warga yang tertimpa musibah.
Detikzone.id juga tengah mempersiapkan layanan ambulans gratis yang direncanakan segera diluncurkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Program Rumah Makan Gratis bagi masyarakat dhuafa di Kabupaten Sumenep juga tengah dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan gerakan sosial tersebut.
Berbagai program itu diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat dan memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk ikut menumbuhkan budaya berbagi.
Hari ke-92 bukanlah garis akhir dari Program Sedekah Tanpa Putus. Justru, angka tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah gerakan sosial membutuhkan konsistensi agar dapat terus berjalan.
Tiga bulan lebih menjalankan program tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Detikzone.id. Ada banyak kondisi masyarakat yang ditemui, sekaligus banyak pelajaran tentang arti kepedulian.
Bagi Detikzone.id, membantu masyarakat tidak harus menunggu memiliki kemampuan yang besar.
Kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana, kemudian dilakukan secara terus-menerus.
Semangat tersebut yang menjadi dasar untuk melanjutkan Program Sedekah Tanpa Putus di Kabupaten Sumenep.
Ke depan, Detikzone.id berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan sosial dengan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Sebab, bagi Detikzone.id, jurnalisme empati bukan hanya tentang melihat dan memberitakan persoalan masyarakat, tetapi juga berusaha hadir dan mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat.







