Masih SMP, Dua Bocah di Pemalang Memulung hingga Malam Demi Uang, Generasi Emas atau Generasi Cemas?

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, Detikzone.id – Di tengah upaya menyiapkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045, masih ada potret anak usia sekolah yang harus menghabiskan waktu malam dengan memulung barang bekas demi mendapatkan uang.

Pemandangan tersebut terlihat di kawasan Pemalang Kota, Selasa (1/9/2026) malam. Dua anak laki-laki yang diperkirakan berusia 13 dan 14 tahun tampak membawa karung dan sepeda tua sambil mencari botol plastik, kardus serta barang bekas lainnya di sekitar swalayan.

Keduanya mengaku masih berstatus sebagai pelajar SMP. Salah seorang di antaranya, yang mengaku bernama Bima Mukti Aji, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan selepas pulang sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga Desa Saradan, Kecamatan Pemalang, itu mengaku setiap hari mengayuh sepeda menuju sejumlah swalayan untuk mencari barang bekas yang masih memiliki nilai jual.

“Setiap hari dapat antara 4-5 kilo botol ataupun kardus bekas. Per kilonya cuma Rp2.000,” ujar Bima saat ditemui di lokasi.

Menurut Bima, barang-barang tersebut tidak langsung dijual. Ia mengumpulkannya terlebih dahulu dan kemudian menjualnya kepada pengepul sekitar satu bulan sekali.

“Kalau dijual satu bulan sekali, dapat uang sekitar Rp150 ribu,” tuturnya.

Bima juga mengatakan dirinya merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Sementara seorang anak lainnya yang memulung bersamanya disebut masih bersekolah di tempat yang sama.

“Saya sering lihat anak itu satu sekolah dengan saya, kelas 7 H kalau tidak salah,” katanya.

Aktivitas kedua anak tersebut menjadi perhatian karena dilakukan pada malam hari. Sekitar pukul 19.00 WIB, keduanya masih terlihat menyisir tempat sampah dan area parkir swalayan untuk mengumpulkan barang yang dapat dijual.

Seorang warga yang berada di lokasi dan meminta identitasnya tidak disebutkan mengatakan, dirinya cukup sering melihat anak-anak tersebut memulung hingga malam.

Menurutnya, kondisi tersebut patut mendapat perhatian karena anak-anak usia sekolah seharusnya memiliki waktu yang cukup untuk belajar, beristirahat dan beraktivitas secara aman.

 

Fenomena tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kondisi sosial dan ekonomi keluarga anak-anak tersebut. Di tengah kampanye pembangunan sumber daya manusia dan cita-cita mewujudkan Generasi Emas 2045, masih ditemukan anak usia sekolah yang harus bekerja untuk membantu ekonomi keluarga.

Pemerhati sosial kemasyarakatan Kabupaten Pemalang, Andi Rustono, menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah dan seluruh pihak.

“Ini menjadi alarm bagi kita semua. Anak-anak usia sekolah seharusnya mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang. Ketika mereka harus bekerja hingga malam, tentu ada persoalan sosial dan ekonomi yang perlu segera ditangani,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah perlu memastikan anak-anak tersebut mendapatkan pendampingan, terutama jika aktivitas memulung dilakukan karena kondisi ekonomi keluarga.

 

“Jangan sampai persoalan ekonomi membuat anak kehilangan haknya untuk belajar, beristirahat dan tumbuh secara layak. Pemerintah perlu hadir untuk mengetahui persoalan keluarganya dan memberikan solusi yang tepat,” katanya.

Kondisi tersebut juga menjadi pengingat bahwa cita-cita Generasi Emas 2045 tidak hanya membutuhkan program pendidikan, tetapi juga perlindungan sosial bagi anak-anak yang berada dalam kondisi rentan.

Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan pemetaan terhadap kondisi keluarga, memastikan keberlangsungan pendidikan serta memberikan pendampingan apabila memang terdapat persoalan ekonomi yang menyebabkan anak harus bekerja di luar jam sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Dinas Sosial maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang terkait kondisi kedua anak tersebut.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan agar anak-anak tersebut tetap dapat bersekolah dan tidak harus mengorbankan waktu belajar serta keselamatan mereka demi membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Pertanyaan tentang Generasi Emas atau Generasi Cemas akhirnya bukan sekadar slogan. Potret dua anak yang masih duduk di bangku SMP dan harus memulung hingga malam menjadi pekerjaan rumah bersama agar cita-cita tersebut benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh anak.

Berita Terkait

WCC III Sukses Digelar di Sumenep, MAPALA WIRASTA UNIJA Dorong Regenerasi dan Prestasi Atlet Panjat Tebing Jawa Timur
Final Lomba Mewarna Damar Kurung Tingkat Kabupaten Gresik Digelar Meriah di Gress Mall
Festival Band Pelajar se-Madura Ramaikan MCF 2026 Malam Ini, Disbudporapar dan Disdik Sumenep Beri Ruang Kreativitas
Bukan Sekadar Mengisi SKP, Mereka Belajar Arti Saling Menguatkan di SDN Panaongan III Pasongsongan Sumenep
Bupati Sumenep Kunjungi Stan SLB, Tegaskan Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Berkarya dan Berprestasi
Tangis Pecah di Tengah Syair Cinta Rasul! Maulid Nabi di SDN Panaongan III Sumenep Berubah Jadi Momen Menggetarkan Hati
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Kunjungi Stan UNIBA di Madura Night Vaganza 2026, Wujud Dukungan terhadap Kemajuan Pendidikan
KKKS Pasongsongan Sumenep Perkuat Sinergi Sekolah, Sejumlah Agenda Pendidikan Jadi Pembahasan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 00:18 WIB

Masih SMP, Dua Bocah di Pemalang Memulung hingga Malam Demi Uang, Generasi Emas atau Generasi Cemas?

Selasa, 1 September 2026 - 18:33 WIB

WCC III Sukses Digelar di Sumenep, MAPALA WIRASTA UNIJA Dorong Regenerasi dan Prestasi Atlet Panjat Tebing Jawa Timur

Selasa, 1 September 2026 - 09:27 WIB

Final Lomba Mewarna Damar Kurung Tingkat Kabupaten Gresik Digelar Meriah di Gress Mall

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Festival Band Pelajar se-Madura Ramaikan MCF 2026 Malam Ini, Disbudporapar dan Disdik Sumenep Beri Ruang Kreativitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Bukan Sekadar Mengisi SKP, Mereka Belajar Arti Saling Menguatkan di SDN Panaongan III Pasongsongan Sumenep

Berita Terbaru