Bukan Sekadar Mengisi SKP, Mereka Belajar Arti Saling Menguatkan di SDN Panaongan III Pasongsongan Sumenep

Sabtu, 29 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, 29 Agustus 2026 — Ada yang datang membawa laptop, ada yang membawa berkas, dan ada pula yang datang dengan wajah sedikit cemas karena masih bingung menyelesaikan administrasi. Namun, kecemasan itu perlahan mencair ketika mereka duduk bersama dalam suasana penuh kekeluargaan di SDN Panaongan III.

Sejumlah tenaga PPPK Paruh Waktu dari SDN Panaongan IV, SDN Pasongsongan V, dan SDN Panaongan I, berkumpul di SDN Panaongan III untuk berkolaborasi menyelesaikan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) periode Januari hingga Agustus 2026.

Bagi mereka, kegiatan tersebut bukan sekadar menyelesaikan kewajiban administrasi. Ada harapan besar yang ikut diperjuangkan: memastikan seluruh dokumen kinerja terselesaikan dengan baik sebagai bagian dari proses keberlanjutan kontrak kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah proses tersebut, Kepala SDN Panaongan III Agus Sugianto, S.Pd. turut mendampingi. Ia membantu menjelaskan bagian-bagian yang masih dirasakan sulit sekaligus membuka ruang diskusi agar para PPPK Paruh Waktu dapat menyelesaikan administrasinya dengan lebih mudah.

“Bagi saya, ini bukan hanya soal mengerjakan SKP. Kalau kita bisa membantu teman-teman menyelesaikan administrasinya dengan benar dan pada akhirnya membantu memperpanjang kontrak mereka, tentu saya merasa senang,” ujar Agus Sugianto.

Menurutnya, sekolah tidak seharusnya menjadi tempat yang hanya sibuk dengan urusan internal. Sekolah juga perlu menjadi ruang untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan solusi.

Prinsip itulah yang selama ini berusaha dibangun di SDN Panaongan III: menghidupkan karakter, budaya, kepedulian, dan kemandirian.

Bukan kali ini saja SDN Panaongan III menjadi tempat bertemunya berbagai kepentingan pendidikan antarsekolah. Sebelumnya, sekolah tersebut juga dipercaya menjadi tempat dalam proses pembentukan Korcam PPPK Paruh Waktu.

Kolaborasi juga pernah dilakukan bersama SDN Soddara I, khususnya dalam membantu proses pengisian dan pengerjaan Ruang GTK.

Bagi Agus, berbagai kegiatan tersebut merupakan bagian dari budaya sekolah yang ingin terus ditumbuhkan.

“Kalau ada kesulitan yang bisa kita bantu, kenapa tidak kita bantu? Sekolah itu bukan hanya tempat anak-anak belajar. Orang-orang dewasa di dalamnya juga harus menunjukkan kepada anak-anak bagaimana budaya saling membantu itu dilakukan,” tuturnya.

Semangat tersebut tampak dalam kegiatan pengerjaan SKP kali ini. Para PPPK Paruh Waktu tidak terlihat seperti sedang menghadapi pekerjaan administrasi yang berat. Mereka berdiskusi, bertanya, saling membantu, dan sesekali bercanda.

Suasana menjadi lebih cair karena tidak ada sekat antara sekolah satu dengan sekolah lainnya.

Kunti Andriani, M.Pd salah satu tenaga PPPK Paruh Waktu yang mengikuti kegiatan tersebut, menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala SDN Panaongan III.

Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan tersebut, terutama ketika menghadapi bagian administrasi yang belum dipahami.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Agus Sugianto yang sudah meluangkan waktu untuk mendampingi dan membantu teman-teman PPPK Paruh Waktu. Ketika ada kesulitan, kami bisa bertanya dan mencari solusi bersama,” ungkapnya.

Menurut Kunti, bantuan tersebut terasa berarti karena mereka tidak merasa menghadapi persoalan administrasi seorang diri.

Ada kepala sekolah yang bersedia mendampingi. Ada rekan dari sekolah lain yang bisa diajak berdiskusi. Dan ada suasana kekeluargaan yang membuat pekerjaan terasa lebih ringan.

Di sinilah makna kolaborasi antarsekolah menemukan bentuknya.

Sebab pendidikan tidak selalu berbicara tentang ruang kelas, buku, nilai, dan peserta didik. Pendidikan juga tercermin dari bagaimana para pendidik dan tenaga kependidikan memperlakukan satu sama lain dengan kepedulian.

SDN Panaongan III tampaknya sedang mencoba membangun budaya itu.

Sekolah tidak hanya ingin dikenal karena program-programnya untuk peserta didik, tetapi juga sebagai tempat di mana orang-orang di dalam ekosistem pendidikan dapat saling menguatkan.

Dari pengerjaan SKP, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir kolaborasi. Dan dari kolaborasi, muncul kekuatan untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan pendidikan.

Hari itu, beberapa laptop mungkin hanya sedang membuka lembar administrasi SKP. Namun di balik layar tersebut, ada sesuatu yang jauh lebih penting: sebuah ikhtiar kecil untuk saling membantu agar tidak ada teman seperjuangan yang berjalan sendirian.

Berita Terkait

SDN Pasongsongan I Tembus Semifinal ISCO PEDIYAH, Dukungan KKKS dan Pengawas Jadi Suntikan Semangat Menuju Final
SALMAN di SDN Padangdangan I: Ketika Sapaan Pagi Menjadi Awal Pendidikan yang Memanusiakan
FIKOM Unitomo Surabaya Gandeng PERHUMAS, Mahasiswa Dibekali Strategi Hadapi Krisis Komunikasi
Puskesmas Sangkapura Gresik Turun ke Sekolah, Siswa MINU 17 Patarselamat Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis 
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Ancaman Ketertinggalan Pendidikan di Era Teknologi
Himpunan Mahasiswa Informatika Universitas Wiraraja Gelar LKMM-TD 2026, Bangun Generasi Adaptif, Kolaboratif, dan Berintegritas
SMAN 1 Sumenep Sapu Bersih Tiga Juara Utama Olimpiade Ekonomi, Ini Daftar Pemenangnya
Perjusami Gugus 04 Sangkapura Gresik, Cetak Generasi Pramuka Mandiri dan Berkarakter 

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:56 WIB

SDN Pasongsongan I Tembus Semifinal ISCO PEDIYAH, Dukungan KKKS dan Pengawas Jadi Suntikan Semangat Menuju Final

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:15 WIB

SALMAN di SDN Padangdangan I: Ketika Sapaan Pagi Menjadi Awal Pendidikan yang Memanusiakan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:43 WIB

FIKOM Unitomo Surabaya Gandeng PERHUMAS, Mahasiswa Dibekali Strategi Hadapi Krisis Komunikasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Puskesmas Sangkapura Gresik Turun ke Sekolah, Siswa MINU 17 Patarselamat Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis 

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:11 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Ancaman Ketertinggalan Pendidikan di Era Teknologi

Berita Terbaru

TNI-POLRI

Diduga Edarkan Sabu di Talango Sumenep, 2 Pria Diciduk

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:10 WIB