SUMENEP — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SDN Panaongan III dalam Lomba Gerak Jalan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Senin (24/8/2026).
Sekolah yang dikenal dengan sosok Kepala SDN Panaongan III Agus Sugianto, S.Pd. yang ikonik dengan blangkon** tersebut berhasil meraih Juara 3 kategori Putra. Capaian ini sekaligus memperpanjang catatan prestasi SDN Panaongan III yang selama tiga tahun berturut-turut selalu berhasil masuk tiga besar dalam lomba gerak jalan tingkat Kecamatan Pasongsongan.
Ruas jalan utama di kawasan pantai utara Kecamatan Pasongsongan sejak pagi dipenuhi barisan peserta dari tingkat TK, RA, SD/MI hingga SMP/MTs. Masing-masing sekolah tampil dengan seragam, formasi dan kreasi yang menunjukkan semangat serta kekompakan dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah semarak tersebut, barisan SDN Panaongan III tampil penuh percaya diri. Para peserta berusaha menjaga kerapian barisan, ketepatan langkah, kekompakan gerakan serta mengikuti setiap aba-aba yang diberikan pemimpin regu.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. SDN Panaongan III berhasil menempati posisi Juara 3 kategori Putra dalam Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 RI tingkat Kecamatan Pasongsongan.
Kepala SDN Panaongan III Agus Sugianto, S.Pd. mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, mempertahankan posisi tiga besar selama tiga tahun berturut-turut bukanlah hal yang mudah.
“Kami sangat bersyukur. Alhamdulillah, sudah tiga tahun berturut-turut SDN Panaongan III selalu masuk tiga besar. Tahun kemarin kami bahkan berhasil meraih Juara 1 Putra, dan kali ini kami harus puas di Juara 3. Bagi kami, ini sudah merupakan hasil yang bagus,” ujar Agus Sugianto.
Ia menjelaskan, hasil tersebut menjadi semakin berarti karena dalam perlombaan kali ini terdapat seorang siswa yang seharusnya tampil namun tidak dapat mengikuti kegiatan karena sakit. Posisi siswa tersebut kemudian digantikan oleh peserta cadangan.
“Kondisinya memang tidak seperti tahun sebelumnya. Ada satu siswa yang seharusnya tampil tetapi karena sakit akhirnya tidak bisa mengikuti lomba dan harus digantikan oleh peserta cadangan. Jadi, dengan kondisi seperti itu, bisa tetap masuk tiga besar tentu patut kami syukuri,” ungkapnya.
Menurut Agus, yang paling penting dari kegiatan tersebut bukan hanya perolehan juara, tetapi pengalaman peserta didik dalam belajar disiplin, menjaga kekompakan, bertanggung jawab dan berani tampil membawa nama sekolah.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.
“Mudah-mudahan tahun depan kami bisa kembali merebut Juara 1. Tentu kami akan melakukan evaluasi dan mempersiapkan anak-anak lebih baik lagi. Semoga tahun depan SDN Panaongan III bisa kembali naik ke posisi pertama,” harapnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Kecamatan Pasongsongan Akbarul Wahyudi, S.STP., yang mewakili Camat Pasongsongan, Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan Abu Supyan, M.Pd., Ketua KKKS Kecamatan Pasongsongan H. Akhmad Busri, M.Pd., serta Ketua Guru PJOK Kecamatan Pasongsongan Mohammad Dafirudin, S.Pd. selaku penanggung jawab kegiatan.
Akbarul Wahyudi secara langsung melepas peserta pertama sebagai tanda dimulainya perlombaan.
Menurutnya, gerak jalan menjadi salah satu sarana untuk menanamkan semangat nasionalisme kepada generasi muda. Nilai penting dalam kegiatan tersebut tidak hanya terletak pada hasil perlombaan, tetapi juga pada proses membangun kedisiplinan dan kebersamaan.
“Gerak jalan ini bukan hanya persoalan menang atau kalah. Yang paling penting bagaimana anak-anak dapat belajar disiplin, menjaga kekompakan dan bersama-sama memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia,” ujarnya.
Setelah peserta pertama diberangkatkan, satu per satu barisan mulai bergerak menyusuri rute perlombaan. Aba-aba pemimpin regu terdengar bersahutan. Langkah para peserta berusaha diselaraskan, sementara guru dan pendamping terus memberikan arahan dari sisi barisan.
Bagi peserta SDN Panaongan III, perlombaan tersebut menjadi pengalaman berharga. Mereka tidak hanya dituntut mampu berjalan dalam barisan, tetapi juga belajar menjaga konsentrasi, mematuhi aba-aba, bekerja sama dan bertanggung jawab terhadap kelompok.
Dukungan masyarakat juga menambah semarak perlombaan. Warga berdiri di sepanjang jalur untuk menyaksikan penampilan peserta. Tepuk tangan dan sorakan dukungan terdengar ketika barisan sekolah melintas di hadapan penonton.
Bagi SDN Panaongan III, Juara 3 tahun ini bukanlah akhir dari perjalanan. Justru, capaian tersebut menjadi pijakan untuk kembali mengejar prestasi tertinggi pada tahun mendatang.
Tiga tahun berturut-turut masuk tiga besar, pernah berdiri di posisi Juara 1, dan kini kembali naik podium sebagai Juara 3. Dari balik derap langkah para siswa dan sosok Agus Sugianto dengan blangkonnya, SDN Panaongan III menunjukkan bahwa semangat berprestasi harus terus dijaga dan target berikutnya sudah jelas: kembali merebut Juara 1.








