SUMENEP, Detikzone.id — Kepedulian terhadap pendidikan bagi seluruh anak tanpa terkecuali kembali ditunjukkan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. Di tengah kemeriahan Madura Culture Festival (MCF) 2026, Bupati menyempatkan diri mengunjungi stan Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam Pameran Pembangunan di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.
Kunjungan tersebut menjadi wujud perhatian pemerintah daerah terhadap keberadaan dan perkembangan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di Kabupaten Sumenep.
Bupati tidak hanya melihat berbagai karya dan aktivitas yang ditampilkan di stan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap potensi serta kreativitas para peserta didik SLB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beragam hasil karya dan produk kreativitas siswa menjadi gambaran bahwa keterbatasan bukanlah penghalang bagi anak-anak untuk berkarya, belajar dan menunjukkan kemampuan mereka.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan pendidikan dan ruang yang sama untuk berkembang.
Menurutnya, anak-anak SLB memiliki potensi yang harus terus diberikan dukungan dan kesempatan untuk tampil di tengah masyarakat.
“Anak-anak kita memiliki potensi masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan ruang, perhatian dan kesempatan kepada mereka untuk berkembang serta menunjukkan kemampuannya,” ujar Bupati.
Ia berharap keberadaan SLB terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, sekolah, orang tua maupun masyarakat.
Menurutnya, pendidikan bukan hanya mengenai kemampuan akademik, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan diri, kemandirian dan keterampilan peserta didik.
Karena itu, berbagai karya yang ditampilkan dalam pameran menjadi momentum untuk memperkenalkan kemampuan siswa SLB kepada masyarakat secara lebih luas.
Bupati juga mendorong agar potensi dan keterampilan anak-anak berkebutuhan khusus terus dikembangkan sehingga kelak dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri.
Kehadiran stan SLB dalam Pameran Pembangunan MCF 2026 sekaligus memberikan pesan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berprestasi dengan cara dan kemampuan masing-masing.
Di tengah berbagai stan yang menampilkan program pembangunan, ekonomi kreatif, UMKM dan potensi daerah, stan SLB menghadirkan sisi lain pembangunan, yakni memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh kesempatan untuk belajar, berkarya dan berkembang.
Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat kepedulian masyarakat terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus sekaligus menghapus stigma bahwa keterbatasan merupakan penghalang untuk meraih masa depan.







