Sumenep Jadi Panggung Budaya Jawa Timur

Sabtu, 29 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Detikzone.id — Sumenep menjadi ruang pertemuan beragam seni dan budaya Jawa Timur melalui Madura Culture Festival (MCF) 2026. Sejumlah kabupaten dan kota hadir membawa kesenian khas masing-masing, memperlihatkan kekayaan budaya yang tumbuh di berbagai wilayah.

Digelar di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep, MCF 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni. Festival ini juga menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku seni, komunitas budaya, generasi muda dan masyarakat dalam satu panggung kebudayaan.

Setiap daerah datang dengan karakter dan identitas budayanya sendiri. Perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan ketika dipertemukan dalam sebuah festival yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, kekayaan seni dan budaya merupakan bagian penting dari identitas setiap daerah yang harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman.

“Jawa Timur kaya dengan seni dan budaya yang merupakan bagian penting dari identitas setiap daerah,” kata Achmad Fauzi Wongsojudo, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, keberadaan festival budaya menjadi salah satu cara untuk menjaga keberlangsungan seni tradisi sekaligus memperluas pengenalannya kepada masyarakat.

“Madura Culture Festival ini menjadi ruang bersama untuk menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan seni budaya daerah, mengingat kekayaan budaya di Madura dan kawasan Tapal Kuda merupakan aset yang harus terawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelestarian budaya tidak berarti harus menutup diri dari perubahan. Seni tradisi justru perlu dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi agar tetap hidup dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Budaya harus tetap hidup dan berkembang meskipun dengan inovasi mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan sampai kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu,” tegasnya.

Dalam rangkaian MCF 2026, Kabupaten Sumenep menampilkan Tari Sonar Mosem Nemor. Kabupaten Tuban membawa Tari Mustikaning Kenya, Kota Probolinggo menampilkan Tari Nyareh Jukok, Kabupaten Bondowoso dengan Wirogo Singo Konah, Kota Blitar melalui Tari Pleret, Kabupaten Malang dengan Tari Sekar Tunjung Biru, serta Kabupaten Pasuruan dengan Tari Gelora Pesisir.

Penampilan budaya juga datang dari Kabupaten Nganjuk melalui Tari Anjuk Ladang Tumadang, Kabupaten Banyuwangi dengan Tari Majestik, Kabupaten Situbondo melalui Tari Bheko Tambeng, Kabupaten Bangkalan dengan Tari Arojung Paseseran, Kabupaten Sampang membawa Tari Kerabhen Sape, dan Kabupaten Pamekasan dengan Tari Sandoreng.

Ragam kesenian tersebut memperlihatkan luasnya kekayaan budaya Jawa Timur. Setiap daerah mempertahankan ciri khasnya, namun memiliki ruang yang sama untuk saling mengenal dan memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat.

Bagi Sumenep, MCF menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Madura sekaligus membuka ruang interaksi dengan berbagai daerah. Sementara bagi daerah peserta, Sumenep menjadi tempat untuk membawa identitas budaya masing-masing ke panggung yang lebih luas.

Pertemuan tersebut menjadi gambaran bahwa budaya dapat menjadi ruang kolaborasi tanpa harus menghilangkan karakter masing-masing daerah.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga identitas budaya daerah. Mari jadikan Madura Culture Festival sebagai ruang untuk berkarya, berkolaborasi dan memperkenalkan kekayaan seni budaya kita kepada Indonesia,” pungkas Achmad Fauzi Wongsojudo.

 

Berita Terkait

Bupati Sumenep Kunjungi Danau Sakura
Bupati Sumenep: 291 Desa Maju dan Mandiri, 39 Desa Harus Terus Naik Kelas
Tuban Hadirkan Tari Mustikaning Kenya di MCF 2026 Sumenep, Bupati Fauzi Ingin Budaya Jadi Ruang Kolaborasi
Bupati Sumenep Ingatkan Budaya Tak Boleh Hilang Ditelan Zaman, MCF 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Seni Budaya Jawa Timur
Dari Madura hingga Tapal Kuda, MCF 2026 di Sumenep Satukan Warna Budaya Jawa Timur
Sumenep Catat Kemajuan Pembangunan Desa, 291 Desa Kini Berstatus Maju dan Mandiri
Jumat Berkah Hari ke-88, Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Kembali Sapa Dhuafa
Genap 4 Tahun, AGHNI Rayakan Ultah Penuh Kebahagiaan Bersama Keluarga di Resto Lotus Sumenep

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:37 WIB

Bupati Sumenep Kunjungi Danau Sakura

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Sumenep Jadi Panggung Budaya Jawa Timur

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Bupati Sumenep: 291 Desa Maju dan Mandiri, 39 Desa Harus Terus Naik Kelas

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:49 WIB

Tuban Hadirkan Tari Mustikaning Kenya di MCF 2026 Sumenep, Bupati Fauzi Ingin Budaya Jadi Ruang Kolaborasi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Bupati Sumenep Ingatkan Budaya Tak Boleh Hilang Ditelan Zaman, MCF 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Seni Budaya Jawa Timur

Berita Terbaru

Ket foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat meninjau stan Kecamatan Saronggi berkonsep “Danau Sakura” dalam Pameran Pembangunan MCF 2026.

PEMERINTAHAN

Bupati Sumenep Kunjungi Danau Sakura

Sabtu, 29 Agu 2026 - 00:37 WIB

PEMERINTAHAN

Sumenep Jadi Panggung Budaya Jawa Timur

Sabtu, 29 Agu 2026 - 00:18 WIB