Bupati Sumenep: 291 Desa Maju dan Mandiri, 39 Desa Harus Terus Naik Kelas

Sabtu, 29 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peta pembangunan desa Sumenep 2026 menunjukkan kemajuan signifikan, dengan 291 desa berstatus maju dan mandiri.

Peta pembangunan desa Sumenep 2026 menunjukkan kemajuan signifikan, dengan 291 desa berstatus maju dan mandiri.

SUMENEP, Detikzone.id — Peta pembangunan desa di Kabupaten Sumenep memasuki babak baru. Setelah melewati proses panjang selama kurang lebih satu dekade, tidak ada lagi desa yang berstatus tertinggal maupun sangat tertinggal pada 2026.

Dari total 330 desa, sebanyak 291 desa kini telah berstatus maju dan mandiri. Capaian tersebut terdiri dari 146 desa kategori maju dan 145 desa yang telah mencapai status mandiri.

Perubahan itu terungkap dalam Penandatanganan Berita Acara Pemutakhiran Proyeksi Status Desa Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat (28/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembangunan yang dilakukan secara konsisten oleh pemerintahan desa selama bertahun-tahun.

“Pembangunan desa merupakan proses panjang. Selama kurang lebih 10 tahun, pemerintahan desa terus bergerak membangun wilayahnya,” kata Bupati Fauzi dalam sambutannya.

Menurutnya, keberhasilan menghapus status desa tertinggal dan sangat tertinggal menjadi capaian yang patut diapresiasi. Namun, pemerintah tidak boleh berhenti pada pencapaian tersebut.

“Ini merupakan sebuah prestasi untuk Kabupaten Sumenep. Sekarang sudah tidak ada desa sangat tertinggal dan desa tertinggal,” jelasnya.

Di balik capaian itu, masih terdapat 39 desa yang berstatus berkembang. Pemerintah Kabupaten Sumenep menargetkan desa-desa tersebut terus didorong agar mampu naik kelas hingga mencapai status maju dan mandiri.

“Dari 39 desa berkembang ini harus didorong menjadi desa mandiri. Targetnya harus seperti itu agar seluruh desa terus naik kelas,” ungkap Fauzi.

Bupati menegaskan, pembangunan desa tidak dapat dilakukan dengan pola yang sama. Kondisi geografis, potensi, kewenangan, kelembagaan dan kualitas sumber daya manusia di setiap desa memiliki karakter yang berbeda.

“Tidak semua desa bisa diperlakukan sama. Setiap wilayah memiliki kondisi, potensi, kewenangan dan sumber daya yang berbeda,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Sumenep yang memiliki wilayah daratan sekaligus kepulauan. Karena itu, kebijakan pembangunan perlu disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Pendekatan berbasis potensi dinilai penting agar desa tidak hanya menjadi penerima program, tetapi mampu mengembangkan kekuatan lokal untuk menggerakkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Fauzi juga mengingatkan bahwa status desa maju dan mandiri tidak boleh berhenti sebagai angka statistik maupun predikat administratif.

Desa mandiri harus mampu mempertahankan capaian yang telah diraih. Sementara desa maju harus terus bergerak menuju tingkat kemandirian.

“Pekerjaan berikutnya menjaga 145 desa mandiri tetap mandiri, 146 desa maju terus naik kelas, dan 39 desa berkembang menyusul menjadi maju dan mandiri,” tandasnya.

Tantangan tersebut semakin besar karena desa juga menghadapi efisiensi anggaran yang berdampak terhadap ruang fiskal pembangunan.

“Tahun ini desa juga mengalami efisiensi yang cukup besar. Karena itu, desa harus semakin kreatif menggali potensi yang dimiliki,” jelasnya.

Menurut Fauzi, keterbatasan anggaran harus dijawab dengan kreativitas. Pemerintah desa bersama kelembagaan masyarakat perlu mencari terobosan dengan mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing wilayah.

“Ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Ada peran pemerintahan desa dan kelembagaan karena setiap desa memiliki kondisi dan potensi berbeda,” tegasnya.

Kini, setelah Sumenep berhasil keluar dari seluruh status desa tertinggal, tantangan pembangunan memasuki fase berikutnya. Bukan lagi sekadar bagaimana menghapus predikat tertinggal, tetapi bagaimana memastikan seluruh desa mampu mempertahankan kemajuan dan terus naik kelas.

Capaian 291 desa maju dan mandiri menjadi pijakan baru bagi Sumenep untuk mengejar pemerataan pembangunan. Sebab, ukuran keberhasilan pembangunan desa pada akhirnya bukan hanya perubahan status, tetapi sejauh mana kemajuan tersebut dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

 

Berita Terkait

Bupati Sumenep Kunjungi Danau Sakura
Sumenep Jadi Panggung Budaya Jawa Timur
Tuban Hadirkan Tari Mustikaning Kenya di MCF 2026 Sumenep, Bupati Fauzi Ingin Budaya Jadi Ruang Kolaborasi
Bupati Sumenep Ingatkan Budaya Tak Boleh Hilang Ditelan Zaman, MCF 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Seni Budaya Jawa Timur
Dari Madura hingga Tapal Kuda, MCF 2026 di Sumenep Satukan Warna Budaya Jawa Timur
Sumenep Catat Kemajuan Pembangunan Desa, 291 Desa Kini Berstatus Maju dan Mandiri
Bupati Sumenep Kunjungi Stan Rumah Sakit Modern BHC, Dorong Inovasi Pelayanan Kesehatan Tanpa Henti
Kunjungi Stan Sae Rassa Restaurant dan Myze Hotel, Bupati Sumenep Dorong Industri Pariwisata Terus Tumbuh

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:37 WIB

Bupati Sumenep Kunjungi Danau Sakura

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Sumenep Jadi Panggung Budaya Jawa Timur

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Bupati Sumenep: 291 Desa Maju dan Mandiri, 39 Desa Harus Terus Naik Kelas

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:49 WIB

Tuban Hadirkan Tari Mustikaning Kenya di MCF 2026 Sumenep, Bupati Fauzi Ingin Budaya Jadi Ruang Kolaborasi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Bupati Sumenep Ingatkan Budaya Tak Boleh Hilang Ditelan Zaman, MCF 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Seni Budaya Jawa Timur

Berita Terbaru

Ket foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat meninjau stan Kecamatan Saronggi berkonsep “Danau Sakura” dalam Pameran Pembangunan MCF 2026.

PEMERINTAHAN

Bupati Sumenep Kunjungi Danau Sakura

Sabtu, 29 Agu 2026 - 00:37 WIB

PEMERINTAHAN

Sumenep Jadi Panggung Budaya Jawa Timur

Sabtu, 29 Agu 2026 - 00:18 WIB