Final Lomba Mewarna Damar Kurung Tingkat Kabupaten Gresik Digelar Meriah di Gress Mall

Selasa, 1 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GRESIK – Final Lomba Mewarna Damar Kurung tingkat Kabupaten Gresik berlangsung meriah di Gress Mall Gresik, Senin (31/8/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Mazaya Kids di bawah pimpinan Drs. Ali Wafa, M.M., ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan sekaligus melestarikan budaya khas Gresik kepada generasi sejak usia dini.

Lomba tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Peserta yang merupakan anak-anak TK berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Gresik. Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian pelaksanaan lomba mewarna Damar Kurung yang sebelumnya direncanakan digelar di Pulau Bawean.

Semula, pelaksanaan lomba direncanakan berlangsung di Bawean. Namun, kondisi cuaca yang tidak memungkinkan dengan tidak beroperasi kapal membuat panitia harus melakukan penyesuaian lokasi. Setelah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk banyaknya peserta dari wilayah Gresik dan keikutsertaan peserta dari beberapa kecamatan, pelaksanaan final akhirnya dipusatkan di Gress Mall Gresik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pimpinan Mazaya Kids, Drs. Ali Wafa, M.M., menjelaskan bahwa perubahan lokasi tersebut tidak mengurangi tujuan utama kegiatan. Menurutnya, lomba mewarna Damar Kurung bukan semata-mata ajang kompetisi, melainkan menjadi media edukasi untuk mengenalkan budaya lokal kepada anak-anak.

“Awalnya kegiatan ini akan dilaksanakan di Bawean. Namun karena kendala cuaca, akhirnya kami laksanakan di Gresik. Ini merupakan rangkaian kegiatan lomba yang kami adakan, termasuk kegiatan yang direncanakan di Bawean,” ujar Ali Wafa, Selasa (1/9/2026).

Ia menambahkan, pemilihan Damar Kurung sebagai objek lomba memiliki makna tersendiri. Damar Kurung merupakan salah satu ikon budaya Gresik yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar keberadaannya tetap dikenal dan tidak tergerus perkembangan zaman.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah melestarikan budaya asli Gresik sekaligus menumbuhkan kreativitas anak-anak TK. Kami ingin anak-anak mengenal Damar Kurung dengan cara yang menyenangkan, yaitu melalui kegiatan mewarnai,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan semacam ini penting karena pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Anak-anak perlu dilibatkan secara langsung sehingga mereka memiliki pengalaman dan kedekatan dengan budaya daerah sejak usia dini.

Sementara itu, acara pembukaan final lomba dilakukan secara resmi oleh Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan PAUD dan Pendidikan Nonformal, Anton Arif. Ia hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik yang pada waktu bersamaan sedang melaksanakan kegiatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik.

Kehadiran unsur pemerintah dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan yang memadukan unsur pendidikan, kreativitas anak, serta pelestarian budaya lokal.

Suasana final berlangsung penuh antusias. Para peserta tampak serius dan bersemangat memberikan warna terbaik pada gambar Damar Kurung. Dengan kreativitas masing-masing, mereka menuangkan imajinasi melalui perpaduan warna yang beragam.

Bagi anak-anak, kegiatan tersebut bukan hanya tentang memperoleh juara, tetapi juga menjadi pengalaman untuk belajar berani tampil, berkreasi, mengikuti aturan perlombaan, serta mengenal salah satu warisan budaya daerahnya.

Pelaksanaan Final Lomba Mewarna Damar Kurung tingkat Kabupaten Gresik diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam menjaga eksistensi budaya lokal. Melalui kegiatan yang melibatkan anak-anak secara langsung, nilai-nilai budaya Gresik diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Mazaya Kids berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkreasi sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.

Dengan demikian, Damar Kurung tidak hanya menjadi simbol budaya masa lalu, tetapi tetap hidup, dikenal, dan dicintai oleh generasi muda Gresik di masa mendatang.

Penulis : Gresik

Berita Terkait

BIAS di SDN Panaongan III: Imunisasi, Edukasi Kusta, dan Pelajaran Kesehatan yang Disambut Hangat Siswa
SDN Panaongan III Jadi Contoh Konsistensi Jalankan Perbup Bahasa Madura dalam Safari Pendidikan Sumenep
Dari Blangkon ke Buku, Agus Sugianto Tinggalkan Jejak Untuk Masa Depan SDN Panaongan III Sumenep
Kilas Nostalgia Himpun Alumni IQDA 1997–2026, IKA UIN Madura Resmi Diluncurkan
Menutup Agustus dengan Doa dan Kebersamaan, Pasongsongan Gelar Malam Resepsi HUT RI ke-81
Masih SMP, Dua Bocah di Pemalang Memulung hingga Malam Demi Uang, Generasi Emas atau Generasi Cemas?
WCC III Sukses Digelar di Sumenep, MAPALA WIRASTA UNIJA Dorong Regenerasi dan Prestasi Atlet Panjat Tebing Jawa Timur
Festival Band Pelajar se-Madura Ramaikan MCF 2026 Malam Ini, Disbudporapar dan Disdik Sumenep Beri Ruang Kreativitas

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 14:57 WIB

BIAS di SDN Panaongan III: Imunisasi, Edukasi Kusta, dan Pelajaran Kesehatan yang Disambut Hangat Siswa

Rabu, 9 September 2026 - 17:59 WIB

SDN Panaongan III Jadi Contoh Konsistensi Jalankan Perbup Bahasa Madura dalam Safari Pendidikan Sumenep

Selasa, 8 September 2026 - 19:43 WIB

Dari Blangkon ke Buku, Agus Sugianto Tinggalkan Jejak Untuk Masa Depan SDN Panaongan III Sumenep

Minggu, 6 September 2026 - 17:06 WIB

Kilas Nostalgia Himpun Alumni IQDA 1997–2026, IKA UIN Madura Resmi Diluncurkan

Rabu, 2 September 2026 - 21:50 WIB

Menutup Agustus dengan Doa dan Kebersamaan, Pasongsongan Gelar Malam Resepsi HUT RI ke-81

Berita Terbaru

SOSBUD

PKDI Sumenep Apresiasi Eksistensi RRI di Usia 81 Tahun

Jumat, 11 Sep 2026 - 17:05 WIB