SUMENEP, Senin (31/8/2026) — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, tidak hanya meninjau hampir seluruh stan dalam rangkaian Madura Night Vaganza (MNV) 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep, tetapi juga menyempatkan diri melihat lebih dekat berbagai produk, kreativitas, inovasi dan informasi yang disajikan dalam kegiatan tersebut.
Salah satu stan yang mendapat perhatian Nia adalah Stan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep.
Di stan tersebut, Nia melihat berbagai materi yang berkaitan dengan pembangunan Kabupaten Sumenep. Mulai dari program unggulan, capaian pembangunan, data indikator, inovasi daerah hingga gambaran arah pembangunan lima tahun ke depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungan tersebut memperlihatkan perhatian Nia terhadap bagaimana informasi pembangunan dikemas agar dapat lebih mudah dikenal dan dipahami masyarakat.
Stan Bappeda sendiri tampil dengan konsep yang memadukan unsur budaya lokal dan informasi pembangunan. Ornamen Keraton dan Pendopo Sumenep menjadi bagian dari tampilan stan, sehingga pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi pemerintahan, tetapi juga disuguhi nuansa budaya daerah.
Nia terlihat meninjau berbagai bagian stan dan mencermati materi yang ditampilkan. Informasi pembangunan disajikan melalui berbagai media visual dan infografis sehingga lebih mudah dilihat oleh pengunjung.
Melihat Delapan Program Unggulan
Salah satu materi yang ditampilkan adalah delapan program unggulan Kabupaten Sumenep periode 2025–2029.
Program tersebut mencakup peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru sekolah, guru ngaji dan guru madrasah melalui dukungan beasiswa.
Kemudian peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar di puskesmas serta pelayanan kesehatan lanjutan di rumah sakit berstandar.
Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan kewirausahaan santri dan pemuda, pengembangan ekonomi kawasan serta percepatan ekonomi berbasis penguatan desa.
Pada sektor infrastruktur, pembangunan diarahkan dengan memperhatikan lingkungan serta keseimbangan antara wilayah daratan dan kepulauan.
Program lainnya meliputi penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional, peningkatan penanganan masalah sosial dengan semangat gotong royong serta peningkatan infrastruktur dan moda transportasi menuju wilayah kepulauan.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari materi yang dapat dilihat langsung pengunjung, termasuk Nia Kurnia Fauzi saat berada di Stan Bappeda.
Capaian Pembangunan Turut Ditampilkan
Tidak hanya rencana program, Stan Bappeda juga menyajikan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Sumenep.
Beberapa indikator pembangunan ditampilkan kepada masyarakat, di antaranya tingkat pengangguran terbuka, persentase penduduk miskin, laju pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Gini.
Penyajian data tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi dan perkembangan pembangunan daerah.
Pengunjung juga dapat melihat arah perencanaan pembangunan Kabupaten Sumenep untuk lima tahun ke depan.
Dengan demikian, informasi yang disajikan tidak hanya berbicara mengenai apa yang telah dicapai, tetapi juga mengenai kebijakan dan arah pembangunan yang akan dilakukan.
Melihat Proses Perencanaan Pembangunan
Materi lain yang menarik perhatian di Stan Bappeda adalah informasi mengenai proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Tahapan tersebut ditampilkan secara visual, mulai dari persiapan penyusunan rancangan awal RKPD, penyusunan rancangan awal, forum perangkat daerah, Musrenbang RKPD Kabupaten, perumusan rancangan akhir hingga penetapan RKPD.
Materi tersebut memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa setiap program pembangunan memiliki proses perencanaan yang harus dilalui.
Mulai dari pengumpulan data, pembahasan, koordinasi, penyusunan perencanaan hingga penetapan.
Inovasi Daerah Jadi Bagian Stan
Nia juga dapat melihat sejumlah inovasi daerah yang ditampilkan Bappeda.
Di antaranya Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), aplikasi e-Stunting, E-SAKIP hingga Peti Koin Bermantara.
Berbagai inovasi tersebut memperlihatkan upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan tata kelola pemerintahan, perencanaan pembangunan serta pelayanan dengan memanfaatkan pendekatan yang lebih inovatif.
Keraton dan Pendopo Hadirkan Nuansa Budaya
Selain materi pembangunan, konsep visual Stan Bappeda menjadi bagian yang menarik perhatian.
Ornamen Keraton dan Pendopo Sumenep digunakan untuk memperkuat identitas daerah dalam tampilan stan.
Kehadiran Pendopo menggambarkan ruang berkumpul dan bermusyawarah, sementara Keraton menjadi representasi sejarah dan identitas Sumenep.
Perpaduan tersebut membuat informasi mengenai pembangunan disajikan bersamaan dengan pengenalan terhadap karakter dan budaya daerah.
Tidak Hanya Informasi, Ada Kuis dan Hadiah
Stan Bappeda juga menghadirkan sejumlah kegiatan interaktif untuk pengunjung.
Kuis dengan materi yang berkaitan dengan informasi pembangunan menjadi salah satu aktivitas yang disiapkan. Pengunjung dapat menguji pengetahuan sekaligus mendapatkan kesempatan memperoleh berbagai hadiah.
Selain itu, tersedia video booth gratis yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengabadikan momen selama berada di stan.
Kehadiran fasilitas tersebut membuat penyampaian informasi pembangunan tidak berlangsung secara formal semata, tetapi dikemas dengan suasana yang lebih santai dan interaktif.
Bappeda juga membuka Lomba Foto yang dapat diikuti masyarakat umum.
Peserta dapat mengabadikan berbagai aktivitas, ornamen maupun keunikan Stan Bappeda menggunakan smartphone.
Lomba berlangsung mulai 26 Agustus hingga 3 September 2026.
Karya kemudian diunggah melalui akun Instagram pribadi peserta yang tidak dikunci atau private, dengan melakukan mention atau tag akun @bappedasumenep.official serta menggunakan tagar yang telah ditentukan.
Sebanyak lima pemenang akan dipilih berdasarkan karya terbaik.
Pemenang mendapatkan bingkisan menarik dan dijadwalkan diumumkan pada 4 September 2026 pukul 20.00 WIB secara offline di Stan Bappeda.
Nia Nikmati Beragam Sajian MNV 2026
Kunjungan Nia Kurnia Fauzi ke Stan Bappeda menjadi bagian dari aktivitasnya meninjau berbagai stan dalam rangkaian MNV 2026.
Tidak hanya melihat tampilan stan pemerintahan, Nia juga melihat beragam produk dan kreativitas yang ditampilkan peserta kegiatan.
Kehadiran berbagai stan memberikan gambaran mengenai potensi yang dimiliki Kabupaten Sumenep, mulai dari produk UMKM, kerajinan, kuliner, kreativitas masyarakat hingga informasi program dan pembangunan daerah.
Suasana MNV 2026 pun menjadi lebih semarak karena masyarakat dapat menikmati berbagai sajian sekaligus memperoleh informasi dari berbagai stan yang tersedia.
Dari Produk Lokal hingga Informasi Pembangunan
MNV 2026 menjadi ruang yang mempertemukan berbagai potensi Sumenep dalam satu kegiatan.
Kunjungan Nia Kurnia Fauzi menunjukkan bahwa keberadaan stan-stan tersebut tidak hanya menjadi pelengkap kegiatan, tetapi juga menjadi sarana untuk melihat langsung kreativitas dan potensi yang berkembang di tengah masyarakat.
Sementara Stan Bappeda memberikan sudut pandang berbeda melalui penyajian informasi pembangunan.
Mulai dari program unggulan 2025–2029, capaian pembangunan, indikator daerah, proses penyusunan RKPD, inovasi hingga arah pembangunan lima tahun ke depan.
Perpaduan informasi pembangunan dengan ornamen budaya, kuis, hadiah, video booth dan lomba foto membuat masyarakat dapat mengenal pembangunan daerah dengan cara yang lebih ringan dan interaktif.
Bagi Nia Kurnia Fauzi, kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian aktivitas melihat langsung denyut MNV 2026 sekaligus mengenal lebih dekat berbagai potensi, kreativitas dan informasi yang disajikan kepada masyarakat Sumenep.







