SUMENEP, Detikzone.id — Di balik kemeriahan Stan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep dalam Pameran Pembangunan rangkaian Madura Culture Festival (MCF) #4 2026, tersimpan cerita tentang kerja keras, kekompakan dan semangat pengabdian seluruh jajaran.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi kepada seluruh staf yang telah bekerja bersama sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Terima kasih semuanya. Tetap jaga kebersamaan, kekompakan, dan semangat pengabdian. Bekerja bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat dan keberkahan bagi sesama,” ujar Arif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, berdirinya Stan Bappeda hingga dapat dimeriahkan dengan berbagai kegiatan setiap harinya tidak lepas dari kerja keras dan kerja cerdas seluruh jajaran.
“Berkat kerja keras, cerdas, kekompakan, kebersamaan dan semangat pengabdian, stan ini dapat terbangun, terselesaikan dan dimeriahkan acara tiap harinya,” ungkapnya.
Bagi Arif, keberhasilan sebuah kegiatan bukan semata-mata dilihat dari tampilan akhirnya. Di baliknya terdapat proses panjang yang membutuhkan koordinasi, pembagian tugas, kepedulian dan kesediaan seluruh anggota tim untuk bergerak bersama.
Wakil Bupati Apresiasi Ide Kreatif Bappeda
Di tengah pelaksanaan pameran, Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim turut meninjau Stan Bappeda.
Dalam kunjungannya, Wakil Bupati melihat langsung berbagai materi dan aktivitas yang disiapkan Bappeda. Tidak hanya menyajikan informasi pembangunan, stan tersebut juga dikemas dengan berbagai ide kreatif dan inovasi untuk menarik masyarakat agar datang dan berinteraksi.
Wakil Bupati mengapresiasi konsep yang ditampilkan Bappeda, terutama karena informasi pembangunan dikemas dengan pendekatan yang lebih kreatif dan tidak monoton.
Berbagai hal ditampilkan dalam satu stan, mulai dari fasilitas pelayanan, informasi capaian pembangunan, perencanaan pembangunan lima tahun ke depan, inovasi, kuis hingga berbagai hadiah yang disediakan bagi pengunjung.

Kehadiran kuis dan hadiah menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat informasi pembangunan, tetapi juga dapat mengikuti aktivitas interaktif yang telah disiapkan jajaran Bappeda.
Konsep tersebut membuat Stan Bappeda terlihat lebih hidup. Informasi yang berkaitan dengan pembangunan daerah dipadukan dengan kegiatan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi secara langsung.
Keraton dan Pendopo Jadi Identitas Stan
Selain menyajikan informasi pembangunan, Bappeda mengusung konsep Keraton dan Pendopo Sumenep sebagai bagian utama desain stan.
Konsep tersebut menjadi perpaduan antara identitas budaya daerah dengan informasi mengenai pembangunan.
Pendopo menggambarkan ruang terbuka untuk berkumpul, bermusyawarah, menyampaikan aspirasi dan membangun kesepakatan. Sementara Keraton Sumenep merepresentasikan sejarah, identitas dan kearifan lokal.
Arif menjelaskan, konsep tersebut sengaja dipilih untuk menunjukkan bahwa pembangunan daerah tetap memiliki hubungan erat dengan karakter dan identitas Sumenep.
“Pendopo merupakan ruang untuk berkumpul, bermusyawarah dan menyampaikan aspirasi. Nilai itu sejalan dengan proses perencanaan pembangunan yang membutuhkan partisipasi dan kesepakatan bersama,” katanya.
Menurutnya, keberadaan Keraton juga menjadi pengingat bahwa pembangunan Sumenep ke depan tetap harus memiliki pijakan pada sejarah dan karakter daerah.
Dari Capaian hingga Rencana Pembangunan Lima Tahun
Pengunjung Stan Bappeda dapat melihat berbagai informasi strategis mengenai pembangunan Kabupaten Sumenep.
Di antaranya delapan program unggulan periode 2025–2029, capaian indikator pembangunan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), aplikasi e-Stunting, E-SAKIP hingga Peti Koin Bermantara.
Informasi tersebut memberikan gambaran mengenai apa yang telah dicapai sekaligus arah pembangunan yang akan dijalankan pemerintah daerah dalam lima tahun ke depan.
Program unggulan tersebut mencakup sejumlah sektor, mulai dari peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru sekolah, guru ngaji dan guru madrasah melalui dukungan beasiswa.
Kemudian peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar di puskesmas dan pelayanan kesehatan lanjutan di rumah sakit berstandar, pengembangan kewirausahaan santri dan pemuda, pengembangan ekonomi kawasan serta percepatan ekonomi berbasis penguatan desa.
Pada sektor infrastruktur, pembangunan diarahkan dengan memperhatikan lingkungan serta keseimbangan antara wilayah daratan dan kepulauan.
Bappeda juga menampilkan sejumlah indikator pembangunan, seperti tingkat pengangguran terbuka, persentase penduduk miskin, laju pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Gini.
Masyarakat Bisa Melihat Bagaimana Pembangunan Direncanakan
Tidak hanya menyajikan hasil dan capaian pembangunan, masyarakat juga diperkenalkan dengan proses penyusunan RKPD.
Melalui infografis, pengunjung dapat melihat tahapan mulai dari persiapan penyusunan rancangan awal RKPD, penyusunan rancangan awal, forum perangkat daerah, Musrenbang RKPD Kabupaten, perumusan rancangan akhir hingga penetapan RKPD.
“Setiap program pembangunan tentu melalui proses. Ada data, pembahasan, koordinasi dan tahapan yang harus dilalui. Kami ingin masyarakat memahami proses tersebut,” jelas Arif.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengetahui program yang telah maupun akan dijalankan, tetapi juga dapat melihat bagaimana sebuah kebijakan pembangunan disusun melalui proses perencanaan.
Video Booth, Kuis dan Hadiah Jadi Magnet Pengunjung
Untuk membuat stan lebih interaktif, Bappeda menyediakan video booth gratis bagi pengunjung.
Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengabadikan momen selama berada di Stan Bappeda.
Selain itu, berbagai kuis dan hadiah menarik turut disiapkan. Kehadiran aktivitas tersebut menjadi magnet tersendiri yang membuat pengunjung berdatangan dan tidak sekadar melihat-lihat materi yang dipajang.
Bappeda juga menggelar Lomba Foto yang terbuka untuk umum. Peserta dapat mengabadikan aktivitas, suasana, ornamen maupun berbagai keunikan Stan Bappeda menggunakan smartphone.
Pengambilan foto berlangsung mulai 26 Agustus hingga 3 September 2026. Karya diunggah melalui akun Instagram pribadi peserta yang tidak dikunci, dengan melakukan mention atau tag akun @bappedasumenep.official serta menggunakan tagar yang telah ditentukan.
Lima pemenang dengan karya terbaik akan mendapatkan bingkisan menarik dan diumumkan pada 4 September 2026 pukul 20.00 WIB secara offline di Stan Bappeda.
Kerja Bersama di Balik Stan yang Meriah
Pada akhirnya, kemeriahan Stan Bappeda bukan hanya tentang ornamen Keraton dan Pendopo, informasi pembangunan, kuis maupun hadiah.
Ada kerja panjang yang dilakukan bersama seluruh jajaran Bappeda.
Pesan Arif kepada seluruh staf menjadi gambaran bahwa sebuah kegiatan dapat terselesaikan ketika seluruh jajaran mampu menjaga kebersamaan, kekompakan, kerja keras, kerja cerdas dan semangat pengabdian.
“Bekerja bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat dan keberkahan bagi sesama.”
Semangat tersebut menjadi energi bagi seluruh jajaran Bappeda dalam menyiapkan stan sejak awal hingga mampu menghadirkan berbagai kegiatan setiap harinya.
Di tengah semarak MCF #4 2026, Stan Bappeda akhirnya menjadi ruang yang mempertemukan budaya, pelayanan, capaian pembangunan, rencana pembangunan lima tahun ke depan, inovasi, kreativitas dan interaksi masyarakat.
Apresiasi Wakil Bupati terhadap berbagai ide kreatif dan inovasi yang ditampilkan menjadi bagian dari cerita bahwa sebuah stan pameran pembangunan tidak harus hadir secara kaku. Dengan kemasan yang lebih interaktif, informasi pembangunan dapat disampaikan sekaligus mengajak masyarakat untuk datang, melihat, memahami dan terlibat.







