SUMENEP, Detikzone.id — Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim meninjau Stan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep dalam Pameran Pembangunan rangkaian Madura Culture Festival (MCF) #4 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.
Kehadiran Wakil Bupati menjadi perhatian tersendiri di tengah ramainya aktivitas Stan Bappeda. Tahun ini, Bappeda tampil dengan konsep yang tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga menyajikan informasi pembangunan secara lebih kreatif, interaktif dan mudah diterima masyarakat.
Saat meninjau stan, KH. Imam Hasyim melihat langsung berbagai materi yang disiapkan Bappeda. Mulai dari fasilitas pelayanan, capaian pembangunan, arah kebijakan, program unggulan, perencanaan pembangunan lima tahun ke depan hingga berbagai inovasi daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bappeda juga menghadirkan kuis dan beragam hadiah bagi pengunjung. Kehadiran aktivitas interaktif tersebut membuat stan tidak sekadar menjadi tempat melihat informasi, tetapi juga menjadi ruang yang menarik masyarakat untuk datang dan berinteraksi.
Wakil Bupati mengapresiasi berbagai ide kreatif dan inovasi yang ditampilkan Bappeda. Menurutnya, kemasan tersebut membuat informasi mengenai pembangunan dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik kepada masyarakat.

Stan Bappeda pun menjadi salah satu ruang yang mempertemukan informasi pemerintahan dengan interaksi publik selama Pameran Pembangunan MCF #4 2026.
Keraton dan Pendopo Jadi Wajah Stan
Tidak hanya menghadirkan informasi pembangunan, Bappeda mengusung konsep bernuansa Keraton dan Pendopo Sumenep sebagai bagian utama desain stan.
Konsep tersebut memadukan identitas budaya daerah dengan informasi mengenai pembangunan.
Pendopo dimaknai sebagai ruang terbuka untuk berkumpul, bermusyawarah, menyampaikan aspirasi dan membangun kesepakatan. Nilai tersebut sejalan dengan proses perencanaan pembangunan yang membutuhkan komunikasi, koordinasi serta partisipasi berbagai pihak.
Sementara Keraton Sumenep merepresentasikan sejarah, identitas dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari karakter daerah.
Kepala Bappeda Sumenep Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng. mengatakan, konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk memperlihatkan hubungan antara pembangunan dengan identitas daerah.
“Pendopo merupakan ruang untuk berkumpul, bermusyawarah dan menyampaikan aspirasi. Nilai itu sejalan dengan proses perencanaan pembangunan yang membutuhkan partisipasi dan kesepakatan bersama,” kata Arif.
Menurutnya, keberadaan Keraton juga menjadi pengingat bahwa pembangunan Sumenep ke depan tetap harus memiliki pijakan pada sejarah dan karakter daerah.

Tawarkan Paket Lengkap Informasi Pembangunan
Berbagai informasi strategis mengenai pembangunan Kabupaten Sumenep disajikan di dalam Stan Bappeda.
Pengunjung dapat melihat capaian pembangunan sekaligus arah perencanaan pembangunan untuk lima tahun ke depan.
Salah satu materi utama yang ditampilkan adalah delapan program unggulan Kabupaten Sumenep periode 2025–2029.
Program tersebut mencakup peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru sekolah, guru ngaji dan guru madrasah melalui dukungan beasiswa.
Kemudian peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar di puskesmas dan pelayanan kesehatan lanjutan di rumah sakit berstandar, pengembangan kewirausahaan santri dan pemuda, pengembangan ekonomi kawasan serta percepatan ekonomi berbasis penguatan desa.
Pada sektor infrastruktur, pembangunan diarahkan dengan memperhatikan lingkungan serta keseimbangan antara wilayah daratan dan kepulauan.
Program lainnya mencakup penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional, peningkatan penanganan masalah sosial dengan semangat gotong royong serta peningkatan infrastruktur dan moda transportasi menuju wilayah kepulauan.
Selain program unggulan, Bappeda juga menampilkan sejumlah indikator pembangunan, antara lain tingkat pengangguran terbuka, persentase penduduk miskin, laju pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Gini.
Masyarakat Diajak Melihat Arah Pembangunan
Tidak hanya menampilkan capaian, Stan Bappeda juga memberikan gambaran mengenai proses perencanaan pembangunan.
Melalui infografis, masyarakat dapat melihat tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), mulai dari persiapan penyusunan rancangan awal, penyusunan rancangan awal, forum perangkat daerah, Musrenbang RKPD Kabupaten, perumusan rancangan akhir hingga penetapan RKPD.
“Setiap program pembangunan tentu melalui proses. Ada data, pembahasan, koordinasi dan tahapan yang harus dilalui. Kami ingin masyarakat memahami proses tersebut,” jelas Arif.
Informasi tersebut sekaligus memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses perencanaan dan pembahasan.

Kuis dan Hadiah Tarik Pengunjung
Daya tarik Stan Bappeda semakin lengkap dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pengunjung secara langsung.
Selain informasi mengenai pembangunan dan fasilitas pelayanan, masyarakat dapat mengikuti kuis yang disiapkan di stan.
Berbagai macam hadiah juga disediakan. Kehadiran hadiah tersebut menjadi salah satu magnet yang membuat masyarakat tertarik datang, mengikuti kegiatan, sekaligus melihat berbagai informasi pembangunan yang dipamerkan.
Bappeda juga menyediakan video booth gratis yang dapat digunakan pengunjung untuk mengabadikan momen selama berada di stan.
Tidak berhenti di situ, Bappeda menggelar Lomba Foto yang terbuka untuk umum. Peserta dapat mengabadikan aktivitas, suasana, ornamen maupun keunikan Stan Bappeda menggunakan smartphone.
Pengambilan foto berlangsung mulai 26 Agustus hingga 3 September 2026. Karya kemudian diunggah melalui akun Instagram pribadi peserta yang tidak dikunci atau private, dengan melakukan mention atau tag akun @bappedasumenep.official serta menggunakan tagar yang telah ditentukan panitia.
Bappeda akan memilih lima pemenang dengan foto terbaik. Para pemenang mendapatkan bingkisan menarik dan diumumkan pada 4 September 2026 pukul 20.00 WIB secara offline di Stan Bappeda.
Di Balik Stan, Ada Kekompakan Jajaran
Di balik konsep yang kreatif dan beragam aktivitas yang ditampilkan, terdapat kerja bersama seluruh jajaran Bappeda.

Arif memberikan apresiasi sekaligus motivasi kepada seluruh staf yang telah bekerja sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Terima kasih semuanya. Tetap jaga kebersamaan, kekompakan, dan semangat pengabdian. Bekerja bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat dan keberkahan bagi sesama,” ujar Arif.
Menurutnya, keberadaan Stan Bappeda yang dapat dinikmati masyarakat tidak terlepas dari kerja keras, kerja cerdas, kekompakan, kebersamaan dan semangat pengabdian seluruh jajaran.
“Berkat kerja keras, cerdas, kekompakan, kebersamaan dan semangat pengabdian, stan ini dapat terbangun, terselesaikan dan dimeriahkan dengan berbagai acara setiap harinya,” ungkapnya.
Ia menilai, semangat kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan setiap tugas pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Kehadiran Wakil Bupati KH. Imam Hasyim sekaligus menjadi momentum untuk melihat bagaimana Bappeda mengemas informasi pembangunan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan inovatif.
Dari budaya, fasilitas pelayanan, capaian pembangunan, program unggulan, rencana pembangunan lima tahun ke depan, inovasi, kuis hingga beragam hadiah, seluruhnya dipadukan dalam satu ruang.
Di tengah semarak MCF #4 2026, Stan Bappeda bukan hanya menjadi ruang pamer pembangunan, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperlihatkan bagaimana informasi pembangunan dapat dikemas lebih dekat, kreatif dan menarik bagi publik.







