48 Tim Adu Taktik di Sumenep, East Java E-Sport Jadi Panggung Talenta Muda

Minggu, 30 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Detikzone.id  — Semarak Madura Culture Festival (MCF) #4 2026 tak hanya diwarnai seni dan budaya. Persaingan panas juga tersaji melalui pagelaran East Java E-Sport yang mempertemukan tim-tim esports dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Digelar selama dua hari, Sabtuo (29/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026), kompetisi berlangsung di Tribun Stadion A. Yani Sumenep. Sebanyak 48 tim ambil bagian, masing-masing 24 tim pada cabang Free Fire (FF) dan 24 tim Mobile Legends (ML).

Pertandingan Free Fire digelar pada Sabtu, sementara Mobile Legends berlangsung pada Minggu hingga sore hari. Para peserta saling adu strategi, kekompakan dan kemampuan untuk merebut posisi terbaik dalam kompetisi esports berskala Jawa Timur tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menariknya, meski pagelaran ini terbuka bagi tim dari berbagai daerah di Jawa Timur, mayoritas peserta yang bertanding merupakan orang Sumenep. Hal tersebut membuat persaingan di arena esports sekaligus menjadi ruang bagi talenta lokal untuk menunjukkan kemampuan di hadapan peserta dari luar daerah.

Pada cabang Free Fire, tiga tim yang menempati posisi teratas adalah FFID RYGER, K MBAPPE, dan TS JUNSAXX.

Khusus juara pertama Free Fire, komposisi timnya merupakan gabungan pemain dari Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya. Hal ini menunjukkan bahwa kompetisi East Java E-Sport benar-benar menghadirkan persaingan lintas daerah di Jawa Timur.

Sementara pada cabang Mobile Legends, empat tim yang berhasil menempati posisi terbaik yakni KACAW, KOPI MANTAP, MADUGIS, dan SORA.

Untuk juara pertama Mobile Legends, tim tersebut merupakan gabungan pemain dari Surabaya dan Sumenep. Sementara peserta lainnya mayoritas merupakan pemain asal Sumenep.

Ketua Panitia East Java E-Sport, Yusuf, mengatakan kompetisi tersebut bukan sekadar hiburan bagi para pencinta gim, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet esports di bawah naungan Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Sumenep.

Menurutnya, kompetisi berskala Jawa Timur menjadi kesempatan penting bagi para atlet untuk menguji kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman menghadapi pemain dari berbagai daerah.

“Melalui ajang ini, kami ingin mempertahankan dan meningkatkan kualitas atlet esports Sumenep,” ujar Yusuf.

Ia mengatakan, Sumenep sebelumnya telah mencatatkan prestasi dengan meraih medali perunggu pada 2023. Karena itu, pembinaan terus dilakukan agar prestasi tersebut dapat ditingkatkan pada kompetisi-kompetisi berikutnya.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruq Hanafi, mengungkapkan bahwa pihaknya mendukung penyelenggaraan East Java E-Sport sebagai bagian dari upaya memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang esports.

Menurut Faruq, kehadiran kompetisi berskala Jawa Timur di Sumenep menjadi kesempatan bagi atlet lokal untuk mendapatkan pengalaman sekaligus mengukur kemampuan mereka ketika berhadapan dengan peserta dari luar daerah.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus digelar dan dikembangkan, sehingga semakin banyak talenta esports Sumenep yang mendapatkan kesempatan bertanding, berkembang dan mampu membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi.

East Java E-Sport pun menjadi salah satu warna dalam rangkaian MCF #4 2026. Di tengah perayaan budaya Madura, arena esports menghadirkan pertarungan generasi muda dari berbagai daerah Jawa Timur sekaligus menunjukkan bahwa Sumenep memiliki talenta lokal yang mampu bersaing di panggung regional.

Dua hari pertandingan akhirnya ditutup pada Minggu sore. Dari puluhan tim yang datang dengan strategi masing-masing, sejumlah nama berhasil berdiri di posisi terbaik dan membawa pulang hasil dari persaingan East Java E-Sport 2026.

 

Berita Terkait

UKW Dewan Pers di Surabaya Tuntas, Wartawan Didorong Makin Profesional di Era Digital
Aroma Kejanggalan Proyek Pengadaan Langsung Dikdaya Probolinggo, Jawaban Normatif Kadikdaya Picu Tanda Tanya
Pelaksanaan UKW Dewan Pers dan LUKW Unitomo Surabaya Sukses, 29 Wartawan Dinyatakan Kompeten
Gempur Stunting, Dinkes Probolinggo Satukan Barisan Puskesmas dan Rumah Sakit
Kominfo Jatim Luncurkan “PERISAI ANAK”, Inovasi Bentengi Generasi Muda di Ruang Digital
Menembus Batas Digital: RT-RW Kota Probolinggo Jadi Ujung Tombak Perlindungan Sosial
Transparansi Dipertanyakan, Belanja Toko Daring UPT PPP Muncar Banyuwangi Tanpa Kode RUP Jadi Sorotan
Dinas PUPR Kota Kediri Layangkan Surat Klarifikasi Legalitas Rumah Makan Soto Mantenan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:24 WIB

UKW Dewan Pers di Surabaya Tuntas, Wartawan Didorong Makin Profesional di Era Digital

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Aroma Kejanggalan Proyek Pengadaan Langsung Dikdaya Probolinggo, Jawaban Normatif Kadikdaya Picu Tanda Tanya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Pelaksanaan UKW Dewan Pers dan LUKW Unitomo Surabaya Sukses, 29 Wartawan Dinyatakan Kompeten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Gempur Stunting, Dinkes Probolinggo Satukan Barisan Puskesmas dan Rumah Sakit

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Kominfo Jatim Luncurkan “PERISAI ANAK”, Inovasi Bentengi Generasi Muda di Ruang Digital

Berita Terbaru

TNI-POLRI

Diduga Edarkan Sabu di Talango Sumenep, 2 Pria Diciduk

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:10 WIB