Warga Sungapan Patungan Dukung Calon Kades, Dinpermades Pemalang: Bukan Politik Uang

Selasa, 1 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG – Dukungan warga terhadap calon Kepala Desa (Kades) di Desa Sungapan, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, dilakukan dengan cara yang tidak biasa. Sejumlah warga secara sukarela menggalang dana untuk membantu biaya kampanye calon Kades Waindun (60).

Aksi swadaya tersebut menjadi perhatian setelah warga secara bersama-sama membuat sejumlah banner berukuran besar, serta membawa makanan dan berbagai kebutuhan logistik untuk mendukung calon yang mereka pilih.

Gerakan tersebut disebut sebagai bentuk gotong royong warga dalam memberikan dukungan kepada calon pemimpin desa yang dinilai memiliki keterbatasan modal finansial.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Pemalang, Andri Adi, menyatakan bahwa dukungan swadaya masyarakat kepada calon Kades tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai politik uang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

.
Menurutnya, politik uang memiliki unsur tertentu, salah satunya adanya pemberian uang atau materi kepada pemilih yang disertai tujuan untuk memengaruhi pilihan dalam Pilkades.

“Money politik tidak diperbolehkan karena mencederai demokrasi. Tapi dikatakan money politik juga harus ada beberapa kriteria, seperti pemberian yang dilampiri gambar calon serta ada ajakan memilihnya. Adapun swadaya dukungan kepada seorang calon untuk maju Pilkades bukan kategori money politik,” ungkap Andri.

Sementara itu, pemerhati sosial kemasyarakatan Kabupaten Pemalang, Noordin Iskak, melihat fenomena tersebut dari perspektif sosial masyarakat pedesaan.

Menurutnya, budaya gotong royong masih menjadi bagian kuat dalam kehidupan masyarakat desa. Dukungan terhadap calon pemimpin, kata dia, dapat muncul dari inisiatif masyarakat yang memiliki kesamaan pilihan.

“Saya pikir uraian narasinya sudah cukup jelas. Secara sosiologis, masyarakat desa memang masih menjaga kultur kebersamaan. Implementasinya adalah gotong royong dan tepo seliro, termasuk dalam mengusung calon Kades tersebut,” jelas Noordin, Senin (1/9/2026).

Ia menilai, pola dukungan yang terjadi di Desa Sungapan memiliki alur berbeda dengan praktik politik uang.

“Ini adalah murni gerakan swadaya masyarakat. Warga yang menginginkan pemimpin tersebut, lalu mereka berinisiatif membantu pembiayaan logistik kampanye. Jadi, ini jelas bukan politik uang, melainkan bentuk literasi politik yang sangat positif dan patut dicontoh,” katanya.

Menurut Noordin, dukungan tersebut juga mencerminkan semangat kebersamaan yang masih kuat dalam kehidupan masyarakat pedesaan.

“Pendekatan tersebut cukup interaktif dalam sosiologi pedesaan, sebagai cermin masyarakat Jawa, di mana gerakan tersebut ditempatkan sebagai kebersamaan dalam rukun agawe sentosa,” imbuhnya.

Meski demikian, pengawasan terhadap penggunaan dana tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Pilkades. Panitia pengawas Pilkades disebut akan memantau aliran dana tersebut agar penggunaannya transparan dan sesuai dengan regulasi kampanye yang berlaku.
Fenomena patungan warga di Desa Sungapan pun menjadi perhatian tersendiri di tengah anggapan bahwa kontestasi Pilkades identik dengan kebutuhan biaya besar.

Dukungan yang diberikan secara sukarela tersebut menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi di tingkat desa tidak selalu berbentuk pemberian uang kepada pemilih. Namun, transparansi sumber dan penggunaan dana tetap diperlukan agar dukungan tersebut tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
(Ragil)

 

Berita Terkait

Jalan Sehat Warnai Pengabdian KPM STIT Aqidah Usymuni di Campor Barat Sumenep, Warga Antusias Ikut Meriahkan
Budaya Hidup, UMKM Bergerak, Ekonomi Tumbuh, Madura Culture Festival Bawa Banyak Manfaat bagi Masyarakat Sumenep
Bukannya Kejar Cita Cita, Belasan Pelajar Malah Asyik Kuliah di Pinggir Sungai Bojongbata Bolos Berjamaah
Pameran Pembangunan Dibuka, Sekda Sumenep Ingin Masyarakat Kenali Capaian dan Inovasi Daerah
Cek Kesehatan 50 Warga Batuan Sumenep, Lima Hasil Gula Darah Tembus di Atas 200
Motor Korban Curanmor Burnik City Kembali, Polres Situbondo Tegaskan Gratis
Ribuan Warga Bojongbata Berdesakan Antre Beras Bantuan, Sejumlah Warga Miskin Justru Gigit Jari
Bayi Laki-Laki Lahir di RSUD Moh. Anwar, Pasangan Dhuafa Panaongan Rasakan Manfaat UHC Sumenep di Bawah Kepemimpinan Bupati Fauzi

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 09:30 WIB

Warga Sungapan Patungan Dukung Calon Kades, Dinpermades Pemalang: Bukan Politik Uang

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Jalan Sehat Warnai Pengabdian KPM STIT Aqidah Usymuni di Campor Barat Sumenep, Warga Antusias Ikut Meriahkan

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Budaya Hidup, UMKM Bergerak, Ekonomi Tumbuh, Madura Culture Festival Bawa Banyak Manfaat bagi Masyarakat Sumenep

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Bukannya Kejar Cita Cita, Belasan Pelajar Malah Asyik Kuliah di Pinggir Sungai Bojongbata Bolos Berjamaah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:37 WIB

Pameran Pembangunan Dibuka, Sekda Sumenep Ingin Masyarakat Kenali Capaian dan Inovasi Daerah

Berita Terbaru